1.000-an Mahasiswa Indonesia Akan Belajar di Australia

Ilustrasi

JAKARTA – Sebanyak seribu lebih mahasiswa mendapat kesempatan untuk belajar di Australia. Australia menganggap kesempatan ini baik untuk melahirkan generasi berpengaruh di Indonesia.

Duta Besar (Dubes) Australia untuk Indonesia, Paul Grigson mengatakan, beasiswa Australia Awards menyediakan peluang bagi pemimpin masa depan Indonesia untuk belajar, melakukan riset dan pengembangan profesional.

Grigson mengatakan, beasiswa, fellowship, dan kursus singkat ini diberikan untuk memperkuat keterampilan dan kualifikasi lebih dari 1.000 generasi pemimpin politik dan ekonomi masa depan Indonesia.

“Australia sangat bangga dengan para alumnus (atau dikenal sebagai #OzAlum) yang memberi sumbangsih nyata untuk organisasi mereka dan masyarakat di seluruh Indonesia dan di luar negeri,” katanya dalam siaran pers, Selasa (12/9/2017).

1.112 kandidat Indonesia yang paling menjanjikan akan mulai belajar di Australia tahun depan setelah mengikuti proses seleksi yang sangat ketat. Ketika mereka lulus mereka akan menjadi bagian dari lebih dari 80.000 jejaring alumni Australia Global di Indonesia.

Sebanyak 300 beasiswa Australia Awards yang diterima oleh mahasiwa Indonesia akan memungkinkan 255 mahasiswa untuk meraih gelar Master dan 45 lainnya mendapatkan gelar Doktor.

Sebagai tambahan, 212 mahasiswa Indonesia yang terpilih sebagai Australia Awards Fellows untuk pelatihan jangka pendek dan pengembangan professional di Australia; sementara 600 orang mendapat kesempatan untuk mengikuti kursus singkat di universitas dan institusi lain di Australia.

Sementara Rektor Universitas Trilogi Asep Saefuddin mengatakan, tahun ini pihaknya menerima 777 mahasiswa. Dia menyatakan, kampusnya sangat menjunjung tinggi nasionalisme dan keberagaman.

Hal ini bisa terlihat dari sebaran mahasiswanya yang tidak hanya berasal dari Pulau Jawa namun juga sampai Indonesia Timur. “Mahasiswa kami juga banyak berasal dari Aceh, Medan, Padang, Lampung, dan Batam, Kalimantan Barat, hingga Nusa Tenggara Timur,” jelasnya saat Kuliah Perdana Universitas Trilogi seperti dilansir dari Sindonews.

Wakil Ketua Forum Rektor Indonesia ini menerangkan, bagi mahasiswa yang tidak mampu pihaknya memberikan sejumlah beasiswa. Seperti Beasiswa Keluarga Trilogi, Beasiswa Prestasi Non Akademik, Bidik Misi dan juga Beasiswa Pancasila.

Dia mengatakan, untuk menciptakan generasi berdaya saing global itu penting. Namun kampus juga jangan abai dengan pembentukan jati diri sebagai bangsa indonesia.

“Kami memang sangat tegas dalam konteks ini. Harapannya tentu agar bibit-bibit anti nasionalisme, radikalisme dan intoleran yang dewasa ini sangat mengkhawatirkan bisa dilenyapkan. Ini adalah tugas utama perguruan tinggi,” jelasnya.

Share Button

Ekonomi[ View All ]

APBD-P 2017 Kaltim Naik Menjadi Rp8,2 Triliun

APBD-P 2017 Kaltim Naik Menjadi Rp8,2 Triliun

SAMARINDA – Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan tahun 2017 Provinsi Kalimantan Timur yang disepakati pemerintah provinsi dan DPRD melalui rapat paripurna di Samarinda,...
APBD 2017 Kabupaten Penajam Defisit Rp200 Miliar

APBD 2017 Kabupaten Penajam Defisit Rp200 Miliar

PENAJAM – Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah tahun 2017 Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, kembali mengalami defisit dengan kekurangannya mencapai sekitar Rp188 miliar...
Keberadaan Perusahaan Karet Perlu Diperbanyak di Kalteng

Keberadaan Perusahaan Karet Perlu Diperbanyak di Kalteng

PALANGKARAYA – Anggota Komisi B DPRD Kalimantan Tengah, Lodewik Christopel Iban menyebut pemerintah provinsi dan pemkab/pemko Kota se-Kalteng perlu mendatangkan dan memperbanyak perusahaan karet...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *