Generasi Muda Dapat Mencintai Nilai Budaya Daerah, Mungkinkah? 

IMG_20141018_193223

PONTIANAK – Seni tari merupakan bagian kekayaan seni budaya Indonesia yang harus dilestarikan dan dikembangkan serta dikelola dengan baik bagi generasi muda sekarang dan nanti.

Seni dan budaya khasanah Indonesia ini sebagai bentuk dan wujud kekayaan budaya yang perlu dihormati dan dijaga kelestariannya sampai kapan pun. Sehingga kita dan generasi muda memiliki karakter sendiri serta dapat mencintai nilai-nilai budaya daerahnya dibandingkan dengan budaya-budaya luar.

Sesuai dengan tujuan itulah, Pemerintah Kota Pontianak Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, mengadakan Festival Tari dan Lagu Melayu 2014 sekaligus Festival Bahasa, dalam rangka Memperingati 243 Hari Jadi Kota Pontianak bertajuk, “Membangun Karakter generasi muda dengan Seni”.

Menurut Yuza Yanis, selaku Ketua Sanggar Bougenville, acara ini bekerjasama dengan Sanggar Bougenville dan kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak.

“Kerjasama ini juga sebagai langkah pengenalan kampus IAIN Pontianak. Alhamdulillah Wakil Rektor II IAIN Pontianak, Bapak Syarif sangat mendukung dengan adanya acara ini, apalagi acara ini diadakan di kampus ini,” jelasnya, Sabtu malam 18 Oktober 2014.

Sayangnya event pelestarian dan pengembangan biuaya ini tidak dihadiri Rektor IAIN Pontianak dan Walikota Pontianak.

“Pejabat yang diundang, yang jelas Pak Wali kemudian dengan wakil Rektor IAIN Pontianak. Masing-masing beliau ini berhalangan hadir. Karena Pak Rektor masih di luar kota digantikan oleh wakil rektor tiga kalau tidak salah Bapak Zainuddin. Kemudian dari Pak Wali Kota diwakili oleh Pak Parawisata Kota Pontianak,” ujarnya.

Sebagai Ketua Sanggar sekaligus dosen kesenian di Universitas Tangjungpura Pontianak, Dia mengakui bahwa acara ini hanya tingkat Sekolah Menengah Akhir (SMA) atau sederajat dan tidak melibatkan mahasiswa. 

“Sementara ini kita masih memberikan ke SMA lebih dulu. Karena menurut saya mereka lebih penting, dalam arti kata memberikan tongkat estafet masalah seni dan budaya kepada mereka,” jelasnya.

Dengan diadakan acara ini, ia berharap dapat memberi apresiasi bagi generasi muda, tentang kesenian daerah. 

“Kebetulan yang kita adakan ini bukan hanya tari tapi ada lagu daerah juga. Dimana dengan mencintai kesenian daerahnya berarti mereka mencintai budaya indonesianya sendiri,” jelasnya.

Ia berpesan khususnya kepada masyarakat Kota Pontianak untuk bersama-sama lebih melihat dari segi nilai-nilai budaya. 

“Jadi bagaimana kita bersama-sama mengembangkan seni budaya, karena dengan nilai budaya inilah kita bisa bersatu. Kita bisa menyatukan visi dan misi kita sebagai masyarakat Indonesia yang sejati,” harapnya.

Memperingati hari jadi Kota Pontianak ini, akan berlangsung selama dua hari, mulai tanggal 18 s/d 19 Oktober 2014 dengan masing-masing peserta, sebelas peserta dari lomba tari yang diselenggarakan di hari pertama, dan 20 peserta dari lomba Lagu Melayu yang akan berlangsung di hari ke dua.(Foto: Hanafi)

Share Button

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *