Cornelis: Jagan Terpancing Rakyatku

Caption Foto : Gubernur Kalbar Cornelis didampingi Ny. Frederika Cornelis, menghadiri Natal Oikoumene Forum Mahasiswa Kanupaten Landak di Istana Rakyat Kalbar, Kamis (19/1).(Ist)

PONTIANAK – Menanggapi situasi yang berkembang saat ini di Kalimantan Barat, Gubernur Kalimantan Barat Cornelis mengimbau agar jangan terpancing, karena hakikatnya masyarakat Kalimantan Barat sudah hidup bersama dengan damai sejak ratusan tahun lalu.

“Saya minta kepada kita semua untuk tidak terpancing, kita biasa saja, kalau mau ambil langkah ya langkah hukum yang kita tempuhlah, jangan terpancing emosi, jangan bikin pemerintah susah.” ujar Cornelis, ketika memberikan sambutan pada Natal Mahasiswa Kabupaten Landak di Istana Rakyat Kalimantan Barat, Kamis (19/1).

Kagiatan tersebut dihadiri seribu lebih mahasiswa di berbagai perguruan tinggi di Pontianak yang berasal dari Kabupaten Landak. Hadir juga Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalbar Ny
Frederika Cornelis., dan tamu undangan lainnya. Pada kesempatan itu Cornelis juga menyerahkan bantuan kepada Panti Asuhan Harapan Bangsa berupa bingkisan dan diterima langsung pembina Panti.

Cornelis yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Kalbar itu mengungkapkan bahwa kondisi ini segaja diciptakan untuk mengganggu konsentrasi pemilihan Bupati di Landak dan Singkawang. Untuk itu dirinya mengatakan agar semua elemen menyikapi masalah dengan tidak emosional, “Karena akibat rusuh kita miskin, saling curiga mencurigai, tidak berkembang di segala bidang, yang susah juga kita sendiri, jangan mudah percaya Isu berkembang macam-macam, pemerintah mampu, kita punya TNI Polri, Jangan kuatir.” tegas Cornelis.

Kata Cornelis agar tindakan anarkis atau keributan jangan sampai terjadi karena yang kasihan adalah orang dikampung yang tak tahu persoalan baik Dayak, Melayu, Jawa dan lain-lain yang sudah hidup berdampingan dengan damai sejak lama, “Kasihan, kita Dayak dan Melayu diadu domba dari dulu. Kita bicara oknum bukan suku atau agama tapi, oknum yang menghina kita.” ungkap Cornelis yang juga Presiden Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) itu.

Dirinya juga membeberkan kalau selama ini tidak pernah memerintahkan Dayak membela dirinya yang dikatakan kafir oleh oknum tertentu dan videonya tersebar di Youtube, “Biarkan saja. Karena firman Tuhan mengatakan yang rendah akan ditinggikan yang tinggi direndahkan. Kita hukum yang berkuasa bukan kekerasan. Semua di Kalbar rakyatku, Dayak rakyatku, Melayu rakyatku, Jawa rakyatku, Batak rakyatku begitu juga tionghoa, masak suruh berkelahi?!, semua agama dilindungi dibina oleh Pemerintah, bukan menyuruh orang berkelahi.” kata Cornelis.

Menanggapi adanya isu sweping, dirinya mengatakan pula, Pemerintah bersama aparat keamanan ada. Mantan Camat Menjalin itu mengingatkan kalau ada yang mencurigakan supaya segera lapor aparat penegak hukum agar ditindak tegas sesuai aturan perundang-undangan.

 

Share Button

Ekonomi[ View All ]

Kebutuhan Gula Di Kalsel Anjlok

Kebutuhan Gula Di Kalsel Anjlok

BANJARMASIN– Ketua Asosiasi Gula Bersatu Kalimantan Selatan Aftahuddin mengatakan Kebutuhan gula di provinsi ini anjlok dari sebelumnya 12 ribu ton per bulan menjadi hanya...
Mentan Buka Hari Pangan Sedunia Di Kalbar

Mentan Buka Hari Pangan Sedunia Di Kalbar

KUBU RAYA – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman membuka peringatan hari pangan sedunia XXXVII yang digelar di Kubu Raya, Kalbar, Kamis. Peringatan hari pangan...
Ibu-ibu di Balikpapan Demo Dukung Transportasi Daring

Ibu-ibu di Balikpapan Demo Dukung Transportasi Daring

BALIKPAPAN – Ratusan ibu-ibu menggunakan kostum serba hijau dan membawa panci mendatangi gedung DPRD Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa, guna menyampaikan sikap menentang penutupan transportasi...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *