Polisi Kembali Amankan Jamu Ilegal di Sampit

images(12)

Ilustrasi

KOTIM – Kepolisian Resor Kotawaringin Timur (Kotim) Kalimantan Tengah, kembali mengamankan jamu diduga ilegal yang hendak diedarkan di Sampit dan sekitarnya.

“Total ada 100 dus yang berisi sekitar 1.200 botol. Jamu ilegal ini kami amankan dari sebuah mobil yang tiba dari Surabaya saat turun di Pelabuhan Sampit dan sedang kami proses,” kata Kapolres Kotim AKBP Johanes Pangihutan Siboro melalui Kapolsek Kawasan Pelabuhan Mentaya Iptu Triyono Raharja di Sampit, Selasa.

Jamu yang diamankan adalah merek madu klenceng sebanyak 75 dus dan tawon madu sebanyak 25 dus. Jamu ini dikemas dalam botol yang dimasukkan ke dalam kotak dan karung siap diedarakan.

Polsek Kawasan Pelabuhan Mentaya sudah berkoordinasi dengan Balai Pengawasan Obat dan Makanan terkait masalah ini. Polsek Kawasan Pelabuhan Mentaya diberi kepercayaan untuk menangani masalah ini.

Jamu-jamu itu diduga kuat ilegal karena nomor izin yang tertera pada kemasan adalah palsu. Selain itu, dua jenis jamu penambah stamina pria itu juga merupakan produk yang tidak terdaftar di Balai Pengawas Obat dan Makanan sehingga dilarang diperjualbelikan.

Pemilik jamu masih diminta keterangan terkait distribusi jamu ilegal tersebut. Sedangkan jamu-jamu yang diamankan nantinya akan dimusnahkan setelah prosesnya selesai.

“Ini beda jaringan yang diamankan BPOM bersama Polres belum lama ini. Kalau masih ditemukan, maka pemiliknya akan kami tindak tegas karena sudah disosialisasikan agar tidak ada lagi peredaran,” tegas Triyono.

Triyono mengimbau masyarakat untuk tidak mengonsumsi jamu-jamu ilegal karena tidak terjamin keamanan dan kualitasnya. Karena tidak melalui pemeriksaan maka tidak diketahui apa saja zat yang terkandung dalam jamu tersebut yang bisa saja membahayakan keselamatan.

Kamis (4/5) lalu, Balai Pengawasan Obat dan Makanan Palangka Raya bersama Polda Kalimantan Tengah dan Polres Kotawaringin Timur, membongkar tempat pembuatan jamu ilegal di Sampit dan menyita sekitar 50.000 botol jamu.

Jamu yang diduga ilegal dan palsu itu adalah jenis madu klenceng. Satu pemilik usaha dan dua karyawannya masih diproses terkait kegiatan mereka yang dinilai melanggar aturan.(Ant)

Share Button

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *