48 Kepala OPD KB Jateng Berkunjung ke Landak

48 kepala OPD - KB se- Jawa Tengah melaksanakan kunjungan kerja ke Pemerintah Kabupaten Landak. Kedatangan Tim Kunker tersebut disambut langsung oleh Bupati Landak, dr. Karolin Margret Natasa di Aula Besar Kantor Bupati Landak, Kamis malam (12/10).(Team BK.com)

LANDAK, Ngabang – Sebanyak 48 kepala OPD – KB se- Jawa Tengah melaksanakan kunjungan kerja ke Pemerintah Kabupaten Landak. Kedatangan Tim Kunker tersebut disambut langsung oleh Bupati Landak, dr. Karolin Margret Natasa di Aula Besar Kantor Bupati Landak, Kamis malam (12/10).

Hadir saat itu, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Barat, Drs. Kusmana, Pimpinan SOPD Kabupaten Landak, Camat serta Kades.

Dalam sambutannya Bupati Karolin mengungkapkan dengan adanya program Kampung KB membuka keterisolasian desa.

“Dengan adanya kampung KB ini membuka keterisolasian di Desa, karena semua stakeholders turut membantu dalam program ini, baik itu membenahi infrastruktur, kesehatan dan sebagainya. Setelah pembenahan secara fisik, dilanjutkan dengan pemberdayaan masyarakat. Jadi program ini memberikan dampak yang baik bagi masyarakat kita di Desa.

Karolin juga mengungkapkan pengalamannya selama bertugas di Komisi IX DPR RI menemukan banyak kendala dalam mensosialisasikan program KB di Kalimantan Barat.

“Saya pernah di demo orang kampung karena mensosialisasikan program KB ini. Terutama oleh Bapak-bapak nih, tapi itulah tantangan bagi kita untuk memberikan kesadaran tentang pentingnya Program Keluarga Berencana,” ungkap Karolin.

Politisi peraih suara terbanyak se Indonesia pada pileg 2014 ini menjelaskan Program KB bukan terbatas penggunaan alat kontrasepsi saja, melainkan bagaimana membangun sebuah keluarga yang terencana.

“Banyak yang berfikir jika kita berbicara tentang KB itu hanya tentang alat-alat kontrasepsi seperti Implan, IUD, kondom dan lain-lain. Ada hal lain yang juga sangat penting untuk masyarakat kita ketahui yakni bagaimana membangun sebuah keluarga yang terencana dengan baik,” tutur Karolin.

Hal lain yang di ungkapkan Dokter lulusan Unika Atmajaya Jakarta itu adalah masih bertahannya mitos dikalangan masyarakat.

“Masalah yang kita hadapi kedua adalah mitos yang masih dipercaya oleh sebagian masyarakat kita terutama dipedalaman. Seorang ibu yang baru melahirkan hanya boleh makan nasi dan garam. Bisa juga ditambah jahe merah. Tidak boleh makan ikan atau telur karena amis. Kemudian setelah beberapa minggu baru boleh makan pakis merah katanya untuk tambah darah. Saya juga bingung pakis merah bisa tambah darah,” kata Karolin disambut gelak tawa para hadirin.

Karolin berharap dengan adanya kunjungan kerja dari OPD KB Jateng ini akan memberikan motivasi Pemerintah Kabupaten Landak khususnya dinas terkait serta masyarakat untuk lebih meningkatkan keberhasilan program KB di Kabupaten Landak.

“Saya berharap dengan adanya kunjungan kerja dari Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah beserta para kepala OPD KB se Jawa Tengah menjadi motivasi bagi kita untuk terus meningkatkan pelayanan KB di Kabupaten Landak,” harap Karolin.

Sementara itu Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah, Drs. Wagino, M.Si menjelaskan tujuan kunjungan kerja OPD KB se Jawa Tengah ke Kabupaten Landak merupakan sebuah penyegaran bagi jajarannya sehingga keberhasilan program Kampung KB di Kabupaten Landak.

“Tujuan kunker ini adalah melakukan penyegaran bagi OPD KB Jawa tengah, mungkin selama ini cukup lelah dalam menjalankan tugas-tugasnya dan tentunya kami ingin mengetahui bagaimana hasil dari Program Kampung KB di Desa Pawis, Jawa tengah sendiri, alhamdulilah untuk beberapa kabupaten/kota sudah mulai terintegrasi dengan baik,” papar Wagino.

Untuk kendala yang dihadapi, wagino mengungkapkan permasalahan yang dihadapi pemerintah Provinsi Jawa Tengah hampir sama dengan yang dihadapi oleh Provinsi Kalimantan Barat.

“Permasalahan yang kami hadapi untuk saat ini masih sama dengan yang terjadi di Kalimantan Barat. Pernikahan Usia Mudanya cukup tinggi, angka kelahirannya tinggi, angka kematian ibunya juga cukup tinggi, IPMnya juga masih rendah yakni 68% jadi rata-rata lama sekolah di Jawa Tengah itu 7,2 tahun,” pungkasnya.

Share Button

Ekonomi[ View All ]

Pertamina Tambah 500.000 Tabung Elpiji di Kalimantan

Pertamina Tambah 500.000 Tabung Elpiji di Kalimantan

PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region VI menambah pasokan 500.000 tabung elpiji 3 kg bersubsidi untuk lima provinsi di Kalimantan pada awal Desember 2017....
Warga Sanggau Keluhkan Langkanya Gas Tiga Kilogram

Warga Sanggau Keluhkan Langkanya Gas Tiga Kilogram

SANGGAU – Sejak beberapa pekan terakhir, elpiji tiga kilogram di Kabupaten Sanggau warga mengeluh kesulitan mencari sehingga berdampak terhadap naiknya harga elpiji subsidi tersebut....
Warga Singkawang Pertanyakan Alasan APBD Belum Disahkan

Warga Singkawang Pertanyakan Alasan APBD Belum Disahkan

SINGKAWANG – Warga Kota Singkawang mempertanyakan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Singkawang tahun 2018 hingga saat ini...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *