Antisipasi Naiknya Panas Bumi Cornelis Ajak Masyarakat Tanam Pohon

img_6445

Gubernur Kalbar Cornelis, menanam pohon ulin (belian) pada peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia dan Bulan Menanam Nasional, di Desa Mandor, Kecamatan Mandor, Kabupaten Landak, Senin (21/11).(HC)

LANDAK – Mengantisipasi naiknya panas bumi yang diprediksi mencapai 2 derajat celcius pada 2050, Gubernur Kalbar Cornelis, mengajak masyarakat di Kalbar untuk menanam pohon. Tidak ada cara lain mengantisipasi naiknya panas bumi selain menanam pohon yang merupakan upaya menyelamatkan bumi, menjaga keanekaragaman hayati, menghemat dan menumbuhkan mata air yang baru yang memberikan oksigen bagi kehidupan. Juga mengantisipasi bencana alam dan longsor.

Undang-undang nomor 16 tahun 2016 tentang pengesahan persetujuan Paris atas konvensi kerangka kerja PBB mengenai perubahan iklim, lembaran negara nomor 204 tambahan lembaran negara nomor 5939. Tujuan utamanya menahan laju kenaikan suhu bumi untuk tidak lebih dari 2 derajat celcius.

Atau sedapatnya minimal menekan hingga 1,5 derajat celcius langkah utamanya adalah mitigasi dan adaptasi. Mitigasi mengurangi emisi karbon dari deforestasi hutan. “Ini sangat penting dan sangat relevan dengan upaya menanam pohon, menghutankan kembali. Kembalikan hutan kita dan hutankan halaman rumah kita. Jaga pohon dengan pohon buah-buahan, pohon serbaguna.” Ujar Cornelis, usai menanam pohon ulin (Belian) di Bukit Suharto, Desa Mandor, Kecamatan Mandor, Kabupaten Landak, Senin (21/11).

Hadir dalam peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia dan Bulan Menanam Nasional, tersebut Ketua Tim Penggerak PKK provinsi Kalbar, Forkompinda Kalbar, SKPD, Bupati Mempawah dan Bupati Landak, jajaran DPRD Provinsi Kalbar dan DPRD Landak. Komunitas pencinta Alam, pelajar dan masyarakat sekitar.

Cornelis mengingatkan agar masyarakat sekitar Bukit Suharto tidak menjual tanah yang menjadi aset pemerintah Provinsi Kalbar. “Saya mohon masyarakat Mandor, disekitar Mandor agar menjaga bukit Suharto, jangan dijual belikan, yang sudah terlanjur agar dikembalikan, kalau tidak maka kita minta aparat hukum untuk memproses. Agar lebih aman supaya area dipagar pakai kawat berduri, mudah-mudahan ada NGO bisa bisa merawat hutan ini.” ujar Cornelis.

Menurut mantan Bupati Landak itu, keberhasilan program penanaman dan pemeliharaan pohon sangat tergantung pada 6 T, yaitu tepat perencanaan, tepat pemeliharaan jenis, tepat pembibitan, tepat waktu penanaman, tepat pemeliharaan dan tepat pemanenan.

Dijelaskan Cornelis, pemerintah berupaya menanam pohon bersama dilakukan sistematis dengan pendekatan tapak demi tapak ditanami, sehingga tapak demi tapak juga menghijau sampai satu lanscape menghijau. “Mari kita tanami pohon sebanyak-banyaknya jadikan rumah kita hutan kita begitu pula sebaliknya.” ujar Cornelis. Cornelis juga mengajak Bupati, walikota, masyarakat, LSM, bersama-sama menanam pohon kembali.

Share Button

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *