Archives

This is archives page of BeritaKalimantan.com . Currently the archives consist of 6 posts, 6 pages and 98 comments, with a total of 59 categories and 20 tags.

Monthly Archives

Categories

Jokowi Sebut Telah Turunkan Angka Kemiskinan

JAKARTA – Presiden Joko Widodo mengaku telah melakukan percepatan deregulasi ekonomi, dengan mengeluarkan paket kebijakan ekonomi. Setelah itu, pemerintah bergerak lebih maju lagi, dengan fokus pada kebijakan pemerataan ekonomi yang berkeadilan.

Dalam tiga tahun terakhir ini, lanjut dia, pemerintah fokus untuk memerangi kemiskinan, menekan ketimpangan, dan mengurangi pengangguran. Hasilnya, tingkat kemiskinan di Indonesia turun, dari 28,59 juta orang pada Maret 2015 menjadi 27,77 juta orang pada Maret 2017.

Begitu juga Indeks Rasio Gini Indonesia, yang mengukur tingkat kesenjangan ekonomi, terus membaik dan mencapai 0,393 pada Maret 2017, turun dibandingkan dengan angka September 2014 yaitu 0,414. ”Angka inflasi kita juga terkendali di tingkat 2,6 persen dari bulan Januari hingga Juli tahun 2017. Bahkan di bulan Mei 2017, yaitu menjelang bulan puasa, tercatat inflasi kita hanya sebesar 0,39 persen,” jelas Jokowi, dalam Sidang Bersama MPR, DPR, DPD, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (16/8).

Pemerintah, menurut Jokowi, telah meletakkan pondasi pembangunan nasional yang kokoh melalui transformasi fundamental perekonomian, dan meletakkan kembali paradigma Indonesia Sentris. Pemerintah mendorong percepatan pembangunan nasional, baik pembangunan infrastruktur fisik, mempercepat pembangunan sumber daya manusia, serta meningkatkan daya saing untuk mengejar ketertinggalan dengan negara lain.

“Kita tidak ingin kesejahteraan hanya dinikmati oleh seseorang atau sekelompok orang. Inilah janji kemerdekaan yang harus kita segera wujudkan,” kata Jokowi.

Jokowi mengaku ingin seluruh rakyat Indonesia, di seluruh pelosok tanah air bisa merasakan manfaat dari pembangunan. Rakyat di Aceh, di Papua, Pulau Miangas dan Pulau Rote bisa menikmati hasil-hasil pembangunan secara merata.

Ia ingin para petani, nelayan, buruh, ulama, pedagang pasar, tokoh agama, guru, aparatur sipil negara, TNI, POLRI, pers, budayawan, mahasiswa, dan lainnya bisa bergerak bersama, maju bersama, sejahtera bersama. “Tahun 2017 ini adalah tahun kerja bersama untuk pemerataan ekonomi yang berkeadilan bagi seluruh rakyat Indonesia,” kata Jokowi.(Rep)

Fadli Zon: Pidato Jokowi tidak Sesuai Realitas

JAKARTA – Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon mengapresiasi pidato Presiden Joko Widodo dalam Sidang Paripurna DPR/MPR pada Peringatan HUT RI ke-72, yang di antara berisi imbauan untuk menjaga persatuan dan kesatuan. Namun, lanjut Fadli, dalam beberapa hal pidato yang disampaikan Jokowi tidak sesuai dengan realitas.

Fadli mengatakan, meski angka-angka pertumbuhan ekonomi yang dipaparkan cenderung positif, kenyataannya kehidupan masyarakat tidak semakin mudah. “Menurut saya, di bidang ekonomi tidak sesuai dengan realita,” kata Fadli Zon di Gedung DPR RI Jakarta, dilansir dari republika, Rabu (16/7).

Fadli mengungkapkan, pidato Jokowi memperlihatkan seluruh capaian bidang ekonomi positif. Angka kemiskinan turun, indeks pembangunan manusia naik, dan seterusnya. Akan tetapi, Fadli melihat masyarakat saat ini merasakan hidup semakin menderita dan semakin susah.

Menurut Wakil Ketua DPR RI ini, Presiden Jokowi harus memeriksa kenyataan di tengah masyarakat, tidak hanya melihat angka-angka saja. Pasalnya, angka-angka bisa menipu dan berbeda dengan kenyataan yang ada di lapangan. Ia melihat kenyataan yang berbeda tatkala turun ke tengah masyarakat.

Fadli menyebutkan, tarif listrik mengalami kenaikan, begitu pula beberapa harga kebutuhan lain. Pada saat yang sama, ada kecenderungan daya beli masyarakat turun. Hal ini tidak sesuai dengan capaian yang disebutkan pemerintah. Kenyataan yang ada di tengah masyarakat ini tidak boleh ditutupi oleh angka-angka.

“Saya kira itu harus diperiksa angka-angka itu karena kenyataan tidak menunjukkan bahwa rakyat kita semakin sejahtera, bahwa rakyat makin mudah hidupnya, pekerjaan makin mudah didapatkan dan juga kenyataan-kenyataan yang lain,” kata Fadli.

Presiden Joko Widodo bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo hadir mengenakan pakaian adat Bugis. Sementara, Wakil Presiden Jusuf Kalla dan istrinya, Mufidah Jusuf Kalla mengenakan pakaian adat Jawa. Fadli Zon tidak terlalu ambil pusing menanggapi busana itu.

“Ya menurut saya sih bagus-bagus saja untuk menunjukkan keberagaman, tapi kan nanti masyarakat bisa menuntut adat-adat yang lain. Sekarang adat Bugis, mungkin ada adat-adat yang lain. Tapi menurut saya sih itu terserah saja,” pungkasnya.

Bukti 500 Gigabyte Kasus e-KTP dan Ketakutan Johannes Marliem

JAKARTA – Johannes Marliem, 32, saksi kunci kasus megakorupsi proyek e-KTP Indonesia jauh hari sudah merasa ketakutan akan keselamatannya. Sebab dia memiliki bukti rekaman digital 500 gigabyte tentang hubungannya dengan para politisi Indonesia dalam proyek e-KTP.

Marliem ditemukan tewas di kediamannya di The Beverly Grove, Los Angeles, Amerika Serikat (AS) pada Rabu tengah malam atau Kamis (10/8/2017) dini hari waktu setempat. Tubuh Marliem ditemukan polisi setempat dengan luka tembak di tubuhnya.

Ed Winter, asisten kepala investigasi di kantor koroner Los Angeles County, mengatakan bahwa kematian Marliem diduga akibat bunuh diri.

Juru bicara Departemen Kepolisian Los Angeles (LAPD), Liliana Preciado, mengatakan bahwa perwira SWAT Los Angeles telah menanggapi laporan tentang kejadian di kediaman Marliem pada Rabu tengah malam. Para petugas memasuki kediaman lewat tengah malam dan mendapati korban tewas setelah menembak dirinya sendiri.

Ada seorang wanita dan seorang anak kecil di lokasi kejadian pada saat itu. Menurut juru bicara detektif polisi setempat, Meghan Aguilar, wanita dan anak kecil itu meninggalkan lokasi kejadian juga pada Rabu lewat tengah malam atau Kamis dini hari. Aguilar menolak memberikan rincian lebih lanjut tentang keduanya.

Ihwal ketakutan Marliem karena memiliki bukti rekaman digital 500 gigabyte itu disampaikan Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Hasto Atmojo Suroyo dalam wawancaranya dengan Reuters.

”Dia bilang dia agak takut karena dia memiliki bukti 500 gigabyte,” kata Hasto.

Marliem ditawari perlindungan oleh pihak berwenang pada akhir Juli lalu, namun ujar Hasto, pihak yang bersangkutan belum mengajukannya secara formal.

”Dia meminta penjelasan tentang bagaimana cara mengajukannya,” ujar Hasto.”Tapi kemudian dia tiba-tiba meninggal.”

Perusahaan Marliem, PT Biomorf Lone Indonesia, memenangkan tender untuk memasok teknologi identifikasi sidik jari otomatis dalam kasus yang dimulai pada tahun 2009.Kasus megakorupsi e-KTP ini dianggap merugikan negara sebesar lebih dari Rp2 triliun.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Sabtu pekan lalu menyatakan bahwa kematian Marliem tidak akan menggagalkan penyelidikan kasus ini. Kepolisian Indonesia dan FBI juga bekerjasama untuk menyelidiki kematian Marliem.

Juru bicara FBI Laura Eimiller mengakui bahwa petugas FBI menjalankan surat perintah penggeledehan di kediaman yang sama di mana Marliem ditemukan tewas. Namun, dia menolak mengungkap tujuan penggeledahan itu.(Sindonews)

 

Harga Ikan dan Ayam di Pontianak Naik

PONTIANAK – Harga ikan dan ayam di sejumlah pasar yang ada di Pontianak dalam beberapa minggu terakhir mengalami kenaikan cukup signifikan bahkan mencapai di atas Rp10 ribu per kilogram.

“Hampir dua minggu terakhir harga ikan naik. Contoh harga ikan tongkol ketika lagi normal paling tinggi hanya kisaran Rp25 ribu per kilogram namun kini kisaran Rp 38 ribu – Rp42 ribu per kilogram,” ujar satu di antara pedagang di Pasar Flamboyan Pontianak, Hayyan di Pontianak, Rabu.

Kenaikan harga beberapa jenis ikan menurut Hayyan lantaran pasokan ke pasar berkurang. Pasokan dari hampir semua jenis ikan berkurang dibandingkan saat normalnya.

“Pasokan kurang karena faktor cuaca yang saat ini lagi tidak mendukung nelayan untuk melaut. Begitu lah informasi yang kami dapat,” paparnya.

Sedangkan untuk ayam dikatakannya saat ini juga naik yakni menjadi Rp30 ribu per kilogram. Sebelumnya harga ayam hanya di bawah Rp25 ribu per kilogram.

“Harga ayam saat ini sebenarnya turun di mana semula Rp32 ribu per kilogram. Meski turun namun dibandingkan normal masih tinggi,” papar dia.

Berdasarkan pantau di Pasar Flamboyan Pontianak, kenaikan harga bukan hanya terjadi pada ikan dan ayam namun juga dialami sayur mayur.

Sebagai contoh untuk mentimun semula hanya kisaran Rp4000 per kilogram kini sudah mencapai Rp12.000 per kilogram. Begitu juga untuk kacang panjang dan sawi keriting per kilogram mencapai Rp15.000. Harga kedua jenis sayur tersebut naik hampir 50 persen.(Ant)

Presiden Ingin Warga Perbatasan Menikmati “Satu Harga BBM”

JAKARTA – Presiden RI Joko Widodo menginginkan masyarakat Papua di pegunungan dan perbatasan bisa menikmati harga BBM dan harga bahan pokok sama dengan wilayah lainnya di Indonesia.

“Kita ingin rakyat di perbatasan Papua bisa memiliki rasa bangga pada tanah airnya karena kawasan perbatasan telah dibangun menjadi beranda terdepan dari Republik,” kata Presiden Jokowi pada Pidato Presiden RI di depan Sidang Tahunan MPR RI Tahun 2017 di Gedung MPR/DPR-RI, Jakarta, Rabu.

Dalam pidatonya, Presiden juga menyebutkan dua daerah perbatasan lainnya, yaitu Pulau Miangas dan Pulau Rote.

“Kita ingin rakyat Pulau Miangas bisa merasakan kehadiran Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui Program Kartu Indonesia Sehat, Program Kartu Indonesia Pintar, dan Program Pemberian Makanan Tambahan untuk untuk balita dan ibu hamil,” kata Presiden.

Sedangkan rakyat di Pulau Rote diharapkan bisa merasakan manfaat pembangunan infrastruktur, lancarnya konektivitas, dan turunnya biaya logistik.

“Kita ingin kualitas hidup rakyat Indonesia semakin meningkat. Walaupun Indeks Pembangunan Manusia (IPM) kita naik dari 68,90 di tahun 2014 menjadi 70,18 di tahun 2016 kita tidak boleh cepat berpuas diri,” kata Presiden.

Pemerintah juga harus terus berupaya menekan ketimpangan pendapatan, yang saat ini Indeks Gini Rasio bisa diturunkan dari 0,414 pada September 2014 menjadi 0,393 pada Maret 2017.

“Saya yakin hanya dengan pemerataan ekonomi yang berkeadilan, kita akan semakin bersatu. Pembangunan yang merata akan mempersatukan Indonesia. Pembangunan yang berkeadilan akan membuat kita semakin kuat dalam menghadapi persaingan global,” tegas Kepala Negara.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo pada 18 Oktober 2016 mencanangkan program “Satu Harga BBM di Papua”.

Saat itu Jokowi menyatakan tidak ingin ada ketidakadilan harga bahan bakar minyak (BBM) di Papua dengan daerah lainnya.

“(Harga) BBM ada ketidakadilan, di Jawa hanya kisaran Rp7.000 di sini (Papua) ada yang sampai Rp100 ribu per liter, di Wamena Rp60 ribu hingga 70 ribu per liter,” kata Presiden saat meresmikan enam infrastruktur kelistrikan untuk Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat di Gardu Induk Waena, Sentani, Kabupaten Jayapura (17/10).(Ant)