Archives

This is archives page of BeritaKalimantan.com. Currently the archives consist of 6 posts, 6 pages and 97 comments, with a total of 56 categories and 13 tags.

Monthly Archives

Categories

Sri Mulyani: Mudik, Menggerakkan Ekonomi dari Kota ke Kampung

JAKARTA – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memiliki pandangan menarik tentang tradisi mudik masyarakat Indonesia setiap Idul Fitri tiba seperti saat ini.

Diemui di acara open house di kediamannya di kompleks perumahan menteri di Widya Chandra, Senayan, Jakarta Selatan, Minggu (25/6/2017), Sri Mulyani menilai, momen Idul Fitri ikut menggerakkan ekonomi bangsa lewat perputaran uang, termasuk banyaknya uang yang mengalir dari kota ke kampung halaman pemudik.

“Sebetulnya mungkin mayoritas yang akan diuntungkan adalah di pulau Jawa karena banyak tradisi pulang kampung, menuju Jawa Tengah, Jawa Barat, maupun Yogyakarta dan Solo,” kata Sri Mulyani seperti dikutip dari Tribunenews.

Sejumlah industri seperti hotel dan tempat makan menjadi lebih hidup dan omset bisnisnya naik.

“Selama satu dekade, mencari makan saat Lebaran itu sulit, namun kini para pengusaha sangat pragmatis, pengusaha mudah mendapatkan pekerja, pekerja mendapatkan upah, sehingga perputaran uang terjadi,” ujar Sri Mulyani yang juga pernah menjabat sebagai Menkeu di Kabinet Bersatu.

Dia berharap karyawan yang bersedia bekerja di hari Lebaran seperti ini, mendapatkan upah tambahan yang lebih baik dari hari biasa.

“Belanja dalam satu minggu terakhir ini cukup besar dimasyarakat dan itu menggunakan cash, tentunya Kementerian Keuangan berharap masyarakat menggunakan cashless atau uang non tunai,” imbuh Alumni Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia ini.

Di saat yang sama, mantan Menteri Bappenas di Kabinet Bersatu ini juga mengapresiasikan pemerintah dalam mengatur arus mudik dan mengontrol harga-harga.

“Kemacetan, harga-harga relatif terjaga dengan baik, para menteri bekerja luar biasa bekerja sama TNI dan Polri,” tutur Sri Mulyani yang menempuh S2 (Master of Science of Policy Economics) dan S3 (PhD of Economics) di University of Illinois Urbana Champaign USA.

“Semoga pada arus balik Lebaran ini kelancaran dan keselamatan akan dinikmati rakyat,” ungkap mantan petinggi Bank Dunia ini.

Wow..Harga Daging Sapi di Muara Teweh Rp150 Ribu Per Kg

MUARA TEWEH, Barito Utara – Harga daging sapi di pasar tradisional Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, sehari sebelum Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriyah naik dari Rp140.000 menjadi Rp150.000 per kilogram.

“Harga daging sapi naik sehari sebelum Lebaran mencapai Rp150 ribu per kilogram,” kata seorang warga Muara Teweh, Asari, Sabtu kemarin.

Meski harga daging itu mengalami kenaikan, tetap saja dicari warga untuk dikonsumsi.

Selain daging sapi, barang lainnya yang naik di antaranya daging ayam ras naik antara Rp33.000-Rp34 ribu/kg, daging ayam buras (kampung) naik menjadi Rp70.000- Rp80 ribu/kg dari sebelumnya Rp45 ribu/kg.

“Semua komoditas yang menjadi keperluan santapan pada bulan puasa mengalami kenaikan,” katanya.

Kenaikan harga daging ini juga diikuti barang kebutuhan lainnya terutama ikan, harga ikan di pasar tersebut juga mengalami kenaikan diantaranya ikan patin hasil tangkapan di Sungai Barito.

Ada tiga jenis ikan patin harganya naik bervariasi antara Rp150 ribu sampai Rp200 ribu/kg.

Patin hasil tangkapan nelayan di sungai ini memang lebih mahal karena rasanya enak dan gurih berbeda dibanding ikan patin hasil budidaya di kolam maupun keramba yang hanya Rp35.000/kg, kata seorang pedagang ikan di Pasar Pendopo Muara Teweh, Iyah.(Ant)

Prabowo Tidak Gelar ‘Open House” Lebaran

JAKARTA – Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Prabowo Subianto tidak menggelar silaturahmi terbuka di kediamannya (open house) dalam rangka perayaan Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriah.

“Pak Prabowo tidak ada ‘open house’ hari Lebaran ini,” kata Kepala Departemen Informasi Publik dan Media DPP Partai Gerindra, Ariseno Ridhwan di Jakarta, Ahad.

Menurut dia, Prabowo Subianto tidak mau merepotkan keluarga besar Partai Gerindra dan pendukungnya.

“Prabowo Subianto memberi kesempatan sebesar-besarnya kepada lingkungannya untuk bersilahturahmi bersama keluarganya di hari kemenangan ini,” ujar Ariseno.

Ia mengatakan, belum ada informasi apakah Prabowo Subianto bersilaturahmi ke Istana Negara untuk bertemu Presiden Joko Widodo atau pun ke kediaman Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputi.

“Tampaknya tidak ada (rencana ke sana) hari ini. Yang pasti, Pak Prabowo bersilaturahmi bersama sanak dan saudaranya,” katanya.(Ant)

Ini Menu Makanan di Open House Jokowi

JAKARTA – Presiden Joko Widodo atau Jokowi menggelar open house di Istana Negara pada tahun ini. Sejumlah hidangan disajikan bagi pada tamu undangan dan masyarakat yang hadir dalam open house tersebut.

Dilansir dari Liputan6.com, Minggu (25/6/2017), sejumlah makanan khas Indonesia tersaji dalam open house ini. Misalnya, nasi gudeg, lontong cap gomeh, tengkleng, dan soto kikil.

Selain itu, juga terdapat kudapan seperti kroket, combro, dan rengginang.

Presiden Jokowi menggelar open house di Istana Negara hari ini. Acara tersebut berlangsung sejak pukul 09.00 WIB hingga pukul 11.00 WIB.

Jokowi tampak santai mengenakan kemeja warna putih, jas hitam dan sarung berwarna oranye. Selain itu, Jokowi juga menggunakan peci berwarna hitam.
Sedangkan Ibu Negara Iriana Jokowi mengenakan kaftan tertutup. Jokowi didampingi oleh Wakil Presiden Jusuf dan Ibu Mufidah Jusuf Kalla.

Sejumlah pejabat kementerian dan lembaga (K/L) juga hadir dalam acara open house ini. Di antaranya‎ Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan,‎ Menteri Kesehatan Nila Moeloek, Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, dan Kepala Staf Presiden Teten Masduki.

Kemudian ada juga Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Kapolda Metro Jaya M Iriawan, Menteri BUMN Rini Soemarni, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf, dan mantan Menteri Perdagangan Rachmat Gobel.

Selanjutnya ada Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Ketua Dewan Komisioner Wimbo, Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo, dan ‎Direktur Utama Garuda Indonesia Pahala yang menghadiri open house Presiden Jokowi.

Cornelis : Meriam Karbit Harus Go Internasional

Warisan Budaya

PONTIANAK – Setelah mendapat pengakuan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia sebagai warisan budaya takbenda, Meriam Karbit yang menjadi salah satu ikon wisata kota Pontianak diharapkan go Internasional, “Selamat dan sukses untuk Melayu Kota Pontianak. Yang sekarang ini adalah pengakuan negara, pengakuan pemerintah terhadap kebudayaan Melayu terutama menyangkut Meriam Karbit. Tidak boleh lagi ada orang atau pihak lain yang mengklaim maupun mengkomplain bahwa ini adalah miliknya selain orang Melayu Pontianak,” ujar Gubernur Kalimantan Barat Cornelis usai menyerahkan Piagam Penghargaan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan terkait Pengakuan Meriam Karbit sebagai Budaya Takbenda Indonesia, kepada Walikota Pontianak Sutarmidji, pada pembukaan Festival Meriam Karbit di Gang Kamboja pinggiran Sungai Kapuas Sabtu malam (24/6)

Menurut Cornelis, pihaknya sudah memperjuangkan secara all out hingga berhasil menjadi salah satu Warisan Budaya Takbenda Indonesia yang menetapkan meriam karbit diakui sebagai budaya milik orang Melayu Pontianak. “Termasuk peceri nanas yang akan didaftarkan hak patennya oleh Pemerintah Kota Pontianak. Kalau sudah didaftar dan masuk dalam daftar Kementerian Hukum dan HAM menjadi trademark, maka itu tidak bisa lagi dikomplain atau diklaim oleh pihak manapun,” ujar mantan Bupati Landak itu.

Festival Meriam Karbit dalam rangka menyambut Idul Fitri 1 Syawal 1438 H tersebut diikuti 44 kelompok dengan jumlah keseluruhan 259 meriam karbit. Hadir juga Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalbar, Wakil Gubernur Kalbar, Christiandy Sanjaya beserta Istri, Wali Kota Pontianak, Sutarmidji dan Wakil Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) baik Provinsi maupun Kota Pontianak, dan tamu undangan lainnya.

Cornelis mengimbau agar Tradisi Meriam Karbit menyambut Lebaran harus tetap ada, “Jangan hilang, kalau hilang nanti kita tidak ada jadi Indonesia. Suku bangsa di Indonesia tidak boleh ada yang hilang. Demikian juga kebudayaannya tidak boleh ada yang hilang, karena kita dibangun dari berbagai suku bangsa. Makanya Bung Karno memilih Pancasila sebagai ideologi. Kalau perlu promosinya nanti harus Go Internasional, karena Bapak Presiden targetnya juga bagaimana kampung-kampung di tepi sungai Kapuas ini bisa dinikmati masyarakat atau turis-turis Internasional, seperti di Shanghai mereka punya sungai bisa dinikmati,” ungkapnya.

Selanjutnya Cornelis mengatakan, bahwa berbahagialah anda menjadi orang Melayu, bahasa anda dipakai sebagai bahasa Indonesia, kebudayaan anda diakui, sehingga Indonesia yang mayoritas Jawa mengalah. “Dia nggak pakai bahasa Jawa bahasa Indonesianya, tapi pakai bahasa Melayu, demikian juga pujangga-pujangga Melayu banyak yang terkenal, pantun-pantunnya,” kata Gubernur.

Cornelis menuturkan, hari raya idul fitri ini, dirinya barusan melepas malam takbiran dan ini yang ke sepuluh kalinya sekaligus dihadapan ratusan masyarakat yang berjubel di Gang Kamboja itu, dirinya juga pamit karena bersama Wakil Gubernur Christiandy Sanjaya, Januari mendatang tidak menjabat lagi. “Saya ingin mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setulus-tulusnya dimana Bapak Ibu dan Saudara-Saudara sudah memberikan dukungan sehingga hampir sepuluh tahun berjalannya pemerintahan di Kalbar ini. Mulai dari Rakyat sampai pejabat semua berjalan dengan baik, dan kita bisa menjalankan ibadah puasa pada tahun ini dengan aman dengan tentram tidak ada satu ledakan bom bunuh diri, terima kasih kepada masyarakat dan aparat keamanan,” u

ar Cornelis yang juga Presiden MADN itu.

Wali Kota Pontianak, Sutarmidji menyebutan, pihaknya sudah mendaftarkan hak paten meriam karbit beserta Tugu Khatulistiwa. Namun saat didaftarkan sebelumnya, diakuinya ada sedikit kekeliruan sebab yang mendaftarkan semestinya badan hukum atau lembaga seperti Pemkot Pontianak.

“Sedangkan waktu itu didaftarkan atas nama wali kota. Kalau itu sudah dilengkapi, Insya Allah akan keluar hak patennya sehingga sudah menjadi paten milik kita. Termasuk peceri nanas mau kita patenkan,” jelasnya.

Terkait Festival Meriam Karbit, orang nomor satu di Kota Pontianak ini menilai, festival tahun ini lebih meriah dibandingkan tahun lalu sebab di sepanjang pinggir sungai di kedua sisinya dihiasi dengan berbagai pernak-pernik lampu hias serta dekorasi.

“Dengan berbagai hiasan ini ditambah dentuman meriam karbit membuat suasana semakin semarak,” kata Sutarmidji.

Dijelaskannya, penurapan dari Pelabuhan Seng Hie hingga ke Jembatan Kapuas I sudah selesai pengerjaannya. Tahun ini, lanjutnya, rencananya pemerintah pusat membuat steigher atau waterfront. Ia berharap, tahun depan pembangunan steigher dari Pelabuhan Seng Hie hingga ke Jembatan Kapuas I itu bisa selesai.

“Baru kemudian kita akan menata di mana titik-titik untuk menempatkan meriam karbit. Dan itu tidak hanya digelar pada malam Idul Fitri atau Hari Jadi Kota Pontianak saja, tetapi juga hari-hari tertentu siapa pun bisa menyulut meriam karbit ketika berkunjung ke Kota Pontianak,” paparnya.

Wali Kota dua periode ini berkeinginan kawasan pinggiran Sungai Kapuas akan menjadi ikon Kota Pontianak dan pusat wisata di kota berjuluk Khatulistiwa ini. Tahun ini juga, steigher di Tambelan Sampit, yakni mulai dari Masjid Jami hingga ke Jembatan Kapuas I diperkirakan selesai. Demikian pula penataan kawasan Beting secara keseluruhan juga selesai tahun depan. “Sehingga nanti pinggiran sungai ini lebih nyaman, di mana orang bisa bersepeda menyusuri dan menikmati pinggir sungai mulai dari belakang Bank BCA Tanjungpura hingga ke Jembatan Kapuas I,” pungkasnya.

Meriam karbit merupakan permainan tradisional dan budaya masyarakat di Kota Pontianak, terbuat dari sebatang pohon kayu dengan panjang antara 4 – 7 meter dan berdiameter 40 – 100 centimeter. Sebagai bahan bakarnya menggunakan karbit. Ketika sudah mencapai titik didih dalam waktu beberapa menit, maka meriam karbit siap disulut. Hasil sulutan itu menghasilkan bunyi dentuman yang menakjubkan bahkan pada radius 2 – 10 kilometer. Dalam jarak tidak begitu jauh, suara dari meriam karbit terasa getarannya di rumah-rumah sekitarnya. Menyulut meriam karbit merupakan sensasi tersendiri bagi siapa saja yang tertarik merasakan dentumannya.