Archives

This is archives page of BeritaKalimantan.com . Currently the archives consist of 7 posts, 7 pages and 99 comments, with a total of 59 categories and 20 tags.

Monthly Archives

Categories

JAKARTA – Instagram mengumumkan sudah tidak lagi menguji coba fitur screenshot, tangkapan layar, untuk platform Stories mereka.

Beberapa waktu sebelumnya, mereka menguji coba fitur yang akan memberi tahu pengguna jika ada yang mengambil tangkapan layar Stories, cara yang sudah ada sejak lama di Snapchat.

Dilansir dari laman Phone Arena, Instagram kini fokus ke fitur video yang akan membuat mereka mirip YouTube karena menghadirkan durasi yang lebih panjang, satu jam.

Dilansir dari Antara, Instagram juga akan mengizinkan video format vertikal untuk diunggah ke media sosial.

Selain video, Instagram juga akan menambah kemampuan Stories agar dapat digunakan untuk berbelanja. Rencananya, pengguna akan dapat membeli barang melalui Stories sehingga tidak harus membuka akun toko tersebut. Baru-baru ini Instagram mengumumkan fitur membagikan Stories yang menyebut nama.

SOLO – Bantuan paket sembako dari Presiden Warga menerima bantuan paket sembako dari Presiden Joko Widodo saat pembagian sembako di Sangkrah, Solo, Jawa Tengah, Minggu (17/6/2018). Sebanyak 2 ribu paket sembako bantuan dari Presiden Joko Widodo dibagikan kepada warga dua kelurahan di Solo. (Ant)

PONTIANAK – Arus balik dari kawasan pesisir Utara Kalimantan Barat menuju Kota Pontianak, dan sebaliknya mengalami kemacetan hingga beberapa kilometer di ruas Kota Mempawah-Sungai Kunyit, Kabupaten Mempawah akibat kerusakan jembatan.

“Lebih dari satu jam harus antre di jembatan yang rusak di Sungai Kunyit,” kata Shelvi, warga Pontianak yang hendak menuju Kota Singkawang, dilansir dari Antara, Senin.

Ia berangkat, dari Kota Pontianak sekitar pukul 14.30 WIB. Dalam kondisi normal, waktu tempuh dari Kota Pontianak menuju Singkawang antara 3 hingga 4 jam. Namun dalam kondisi jalur yang padat dan antrean di jembatan tersebut, waktu tempuh bertambah dua kali lipat.

Kondisi jalan yang ramai juga memperlambat laju kendaraan. Sejak menuju luar Kota Pontianak, antrean mulai terjadi ketika hendak melewati Jembatan Sungai Landak.

Polisi harus membagi antrean kendaraan hingga empat lajur sebelum menaiki satu-satunya jembatan utama kalau hendak menuju luar Kota Pontianak.

Waktu yang dibutuhkan bisa mencapai satu jam hanya untuk melewati jembatan yang panjangnya sekitar 200-an meter itu.

Di Sungai Kunyit, satu buah jembatan yang terletak di Desa Mendalok, jalan nasional Pontianak-Mempawah tengah dibongkar karena mengalami kerusakan.

Untuk melewatinya, dibuat satu jalur khusus yang harus bergiliran. Hal ini yang membuat antrean hingga mencapai lebih dari lima kilometer seperti yang terjadi pada Minggu (17/6).

Belum lagi pengendara sepeda motor yang kerap menyerobot antrean hingga semakin menghambat kendaraan yang berlawanan arah.

Arus balik dari kawasan pesisir utara Kalbar menuju Pontianak diperkirakan berlangsung pada Selasa (19/6) dan Rabu (20/6).

Pesisir Utara Kalbar seperti Kota Singkawang dan Kabupaten Sambas merupakan daerah tujuan utama mudik Lebaran di Kalbar.

Tidak hanya untuk bersilaturahmi, kepadatan terjadi juga karena masyarakat yang ingin berlibur mengingat Kota Singkawang merupakan tujuan utama wisata di Kalbar.

HULU SUNGAI TENGAH -Sejumlah objek wisata di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan (Kalsel) mulai padat pengunjung pada H+1 Lebaran Idul Fitri 14390 Hijriah/16 Juni 2018 Masehi.

Pantauan Antara Kalsel, di Barabai, Sabtu melaporkan, empat objek wisata di “Bumi Murakata” HST sejak siang hari H+1 mulai padat pengunjung berdatangan bukan saja penduduk setempat, tetapi juga dari daerah tetangga dan lainnya.

Keempat objek wisata yang mulai padat pengunjung itu dua berada di wilayah Kecamatan Batu Benawa, yaitu Gunung Batu Benawa, serta Desa Baruh Bunga dengan tempat “outbond” dan “water boom” nya.

Sedangkan dua objek wisata lainnya yang juga mulai padat pengunjung terdapat di Kecamatan Hantakan yaitu permandian alami Manggasang yang berada dalam daerah aliran sungai (DAS) Kali Benawa, serta permandian “banyu” (air) panas Datarlaga Timan.

Pengunjung dari luar daerah atau bukan pendudul setempat itu banyak pula di antaranya yang mendirikan tenda/kemah untuk bermalam Minggu pada objek wisata Bt Benawa, sekaligus untuk menikmati sejuk dingin air Kali Benawa.

Bukan cuma menikmati sejuk dingin air Kali Benawa, mereka yang berkemah tersebut juga menikmati hembusan angin malam kawan perbukitan Pegunungan Meratus, serta untuk mendengarkan suara satwa pada malam hingga padi hari.

Sebagaimana penuturan warga Paringin Kabupaten Balangan, Kalsel, Abdillah bersama kawan-kawannya mengaku, mereka sengaja berkemah di Bt Benawa untuk berekreasi dengan warga masyarakat lain.

Sementara pengelola taman rekreasi/objek wisata Bt Benawa memperkirakan, puncak kepadatan pengunjung pada Minggu atau H+2 lembaran Idul Fitri 1439 H, yang berdasarkan pengalaman tahun lalu ada dari Banjarmasin.

“Apalagi libur lebaran atau masa cuti bersama pada Idul Fitri 2018 lebih lama dari tahun lalu, sehingga mereka (para pengunjung) bisa berlega-lega menikmati alam pegunungan dengan gemercik dan sejuknya air Kali Benawa,” tuturnya.

Gunung Bt Benawa yang berasal dari dongeng/lagenda “Raden Penganten” itu terkenal sejak Tahun 1950-an bukan di “Banua Anam” Kalsel, tetapi hampir ke seantero provinsi yang kini terdiri atas 13 kabupaten/kota tersebut.

Bt Benawa sekitar delapan kilometer dari Barabai, ibu kota HST yang berjuluk kota apam, dan Bandung Kalimantan oleh Presiden pertama Republik Indonesia Ir Soekanro atau Bandung van Borneo pada masa Hindia Belanda.

Sedangkan Kecamatan Hantakan pemekaran dari Bt Benawa, dan pemandian Banyu Panas Datarlaga Timan ke arah hulu Kali Benawa berjarak sekitar 12 kilometer dari ibu kota HST.

Sebelumnya pada masa pendudukan Jepang di Manggasang Hantakan terdapat tempat perawatan penyakit paru yang bekas bangunannya masih terlihat hingga tahun 1960-an, tetapi kini sudah tiada.(Ant)

PONTIANAK – Masyarakat di RT 01 RW 16 Kelurahan Sungai Jawi membeberkan keluh kesahnya saat Cagub Kalbar nomor urut 2, Karolin Margret Natasa menghadiri undangan pertemuan terbatas di Gang Sabar, Kelurahan Sungai Jawi, Kota Pontianak, Jumat (08/06/2018) malam.

Menggunakan baju merah dan celana kain hitam, Karolin duduk sama rata lesehan dengan masyarakat.

“Dua tahun kita merasa tidak diperhatikan, tidak pernah tersentuh karena swadaya semua, masyarakat tidak putus asa dan bahu membahu,” ujar satu diantara Warga Gang Sabar, Mokodopit.

Selain itu, Mokodopit pun mengeluhkan kondisi dikelurahannya yang kini telah sering banjir ketika hujan tiba.

“Disini dulu tidak pernah banjir, namun semenjak dikerjakan drainase sering banjir dimana-mana, saya lihat drainase tidak pas, mungkin ada yang diperkecil atau dangkal, ini perlu ibu catat, begitu juga dengan jalan,” katanya saat menyampaikan aspirasi pada Karolin.

Begitu pula dengan kondisi Jalan, kata dia, jalan selalu tergenang dan cepat rusak

“Begitu hujan turun, berhenti harus kering, dan setau saya tidak ada minyak aspal, dan susun batu, makanya jalan cepat rusak, Ini yang saya perhatikan selama ini kenapa jalan rusak, termasuk juga dengan lumpur yang harus diangkat. Maka harus diawasi, terkait konstruksi jalan, dan juga drainase. Namun saat warga laporan ke RT, kemudian RT ke Lurah, malah Lurahnya yang diganti, bukan orang yang mengerjakan,” ungkapnya.

Bahkan, Mokodopit mengatakan dirinya sampai memvideokan orang yang mengerjakan proyek jalan, bahwa memang terkesan asal-asalan.

“Kita merasakan sendiri, boleh dicek, banyak akal-akalan, drainase digantung dan saya videokan itu, ini sebagai masukan,” katanya.

Ia pun mengatakan, sebenarnya kesejahteraan masyarakat ada pada manusianya, bukan pada pembangunan Jalan maupun gedung.

“Kami memperhatikan anak muda agar bekerja, tidak nganggur walaupun hanya jadi tukang parkir, kita koordinir, mudah-mudahan bagaimana ibu memberikan suatu lapangan kerja pada warga, karena menurut saya kesejahteraan masyarakat bukan pada jalan atau gedung, namun memberikan pekerjaan pada masyarakat. Jangan administrasi yang bagus saja, namun dilapangan menderita,” tutupnya.