Arief: Laut Tenang, Tak Membuat Pelaut Tangguh

Kapolda Kalbar Brigjen Drs Arief Sulistyanto duduk bersama Pangdam XII Tanjung Pura Mayjen TNI Toto S saat bersama rombongan Presiden Jokowi di Desa Ngarak, Landak, Selasa (20/1).(Foto: OK/BK.co)

Terbang Bersama Presiden, Kapolda Kalbar Buat Catatan Contoh Seorang Pemimpin

PONTIANAK – Kapolda Kalbar Brigjend Pol Arief Sulistyanto menceritakan tentang perjalanannya bersama Presiden Joko Widodo dalam rangka Kunjungan Kerja (Kunker) Presiden ke Kalbar. Dari perjalanan itu, banyak pelajaran yang dapat ia petik.

“Alhamdulillah sampai hari kedua Kunker Presiden Jokowi di Kalbar berjalan lancar dan aman. Walaupun kesederhanaan dan kedekatan beliau dengan rakyat serta diwarnai improvisasi berupa perubahan agenda yang tiba-tiba, namun semua dapat berjalan dengan aman dan lancar,” kata Arief di kediaman dinasnya, kemarin malam.

Hal ini menurut Arief, memberikan pelajaran bagi diri pribadinya sebagai pimpinan tertinggi institusi berseragam cokelat di Kalbar itu. “Ini pelajaran bagi saya pibadi tentang bagaimana sikap seorang pemimpin yang tidak neko-neko, lugas dan tegas tanpa banyak cengkoneng,” ujarnya.

Perjalanan hari kedua Jokowi ke daerah perbatasan Entikong menjadi catatan pribadi bagi Arief. Bahkan, hal-hal yang dapat dipetiknya diketik di smartphone-nya saat berada tinggi di atas awan di dalam Hely Super Puma.

Dikatakan Arief, satu pelajaran leadership seperti itu yang patut dicontoh. Menurut mantan Direktur Tipideksus Mabes Polri ini, pemimpin itu harus bisa melayani. Pemimpin itu harus mengayomi, memberikan solusi dan tidak membebani serta berani mengambil keputusan yang terbaik untuk kebaikan bukan untuk kesenangan.

“Syukur-syukur dari kebaikan yang dilakukan itu bisa menyenangkan semua orang, maka itu akan lebih baik. Tetapi kita harus sadari bahwa setiap keputusan mungkin ada yang senang dan tidak senang,” ucapnya.

Hal sedemikian rupa dikatakannya kembali, merupakan suatu resiko yang harus diterima oleh seorang pemimpin yang mungkin akan berakibat pada posisi yang didudukinya. “Memang perlu keberanian untuk menanggung resiko dan tentunya sebelum memutuskan harus sudah melakukan kalkulasi dan pertimbangan yang matang sebelum mengambil keputusan,” katanya.

Orang yang takut menerima resiko sehingga tidak berani mengambil keputusan, Arief mengatakan itu adalah seorang safety player dan jelas bukan seorang pemimpin.

Arief mengatakan, untuk sampai pada titik itu memang perlu satu proses experiential karena mustahil seorang akan bisa tiba-tiba menjadi seorang pemimpin yang baik tanpa melalui test mission. “Menurut saya laut yang tenang, tidak akan membuat seorang pelaut tangguh. Seorang pelaut yang tangguh akan mampu berlayar menembus gelombang dan badai untuk berlabuh di pulau harapan,” dia mengumpamakan.

Jika tidak mampu jadi pelaut tangguh, sambung Arief, jangan coba-coba berlayar. Yang ada nanti kapalnya akan tenggelam. “Lebih baik jadi penumpang sampan saja yang routenya menyusuri pantai dan air yang dangkal,” pungkasnya.

Sampai pada akhirnya, Arief menyampaikan salam kepada seluruh rakyat Kalbar, “Zero Polda Kalbar”.

Share Button

Ekonomi[ View All ]

Harga Ikan dan Ayam di Pontianak Naik

Harga Ikan dan Ayam di Pontianak Naik

PONTIANAK – Harga ikan dan ayam di sejumlah pasar yang ada di Pontianak dalam beberapa minggu terakhir mengalami kenaikan cukup signifikan bahkan mencapai di...
Presiden Ingin Warga Perbatasan Menikmati “Satu Harga BBM”

Presiden Ingin Warga Perbatasan Menikmati “Satu Harga BBM”

JAKARTA – Presiden RI Joko Widodo menginginkan masyarakat Papua di pegunungan dan perbatasan bisa menikmati harga BBM dan harga bahan pokok sama dengan wilayah...
Realisasi Investasi Kalbar Semester I Rp8,33 Triliun

Realisasi Investasi Kalbar Semester I Rp8,33 Triliun

PONTIANAK – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kalbar mencatat realisasi investasi Semester I 2017 (Januari -Juni) di Kalbar mencapai Rp8,33...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *