Avang : Kami Bangga Bisa Ketemu Gubernur

Raut sumringah tak bisa disembunyikan Avang Dalung (55) Temenggung Desa Tanjung Lokang Kecamatan Putussibau Selatan, Kapuas Hulu Kalbar, setelah bersama empat perwakilan masyarakat sub suku Dayak Punan Hovongan yang berdiam di Kawasan Taman Nasional Betung Kerihun (TNBK) berhasil bertemu Gubernur Kalimantan Barat Cornelis, di Istana Rakyat Kalimantan Barat, Kamis (23/10).

Demi bertemu pemimpin mereka yang jaraknya ratusan bahkan ribuan kilometer, Tumenggung Avang Dalung dan kawan-kawan sanggup membuang uang hingga puluhan juta rupiah dan menempuh perjalanan hampir lima hari. Seperti disampaikan Hadi (52), jarak dari Desa Dungan Jaya dan Tanjung Lokang ke Ibukota Kapuas Hulu (Putussibau) 3 hari naik Long Boat, dengan biaya satu orang 1,5 juta Rupiah, pulang pergi Rp3 juta. Belum lagi naik Bis Putussibau-Pontianak Pp600 ribu kali lima orang, satu hari satu malam,“Kami iklaskan itu, yang penting kami bisa bertemu pemimpin kami, kami puas sudah mendapat penjelasan dari Bapak Gubernur, mengenai status hak ulayat kami,” ujar Avang Dalung.

Setelah lebih setengah abad Indonesia merdeka, baru ini kami bertemu Gubernur, nginjak Istana “ini rasa mimpi,” ujar Avang Dalung,  seraya diamini Hadi, Yusuf Kasim, Alexius Jur, Ujang Abdul Japar.  

Perwakilan warga TNBK ini sengaja menghadap Gubernur Kalbar selain silaturahmi, juga untuk meminta kejelasan status mereka yang berdiam di kawasan Taman Nasional. Tumenggung Avang juga menyerahkan Buku hasil musyawarah Adat Dayak Punan Hovongan kepada Gubernur Kalimantan Barat Cornelis.

Setelah mendapat penjelasan bahwa penyelesaian invetarisasi masyarakat menurut Gubernur Cornelis melalui proses,“Kita akan data secara parsial mudahan didukung masyarakat di dalam kawasan (Hutan), kita imbau masyarakat sabar, agar pemerintah mengklirkan persoalan ini,” terang Cornelis usai menerima perwakilan masyarakat. Gubernur Cornelis juga sudah membentuk Tim untuk mengumpulkan masukan dari masyarakat untuk ditindaklanjuti ke pihak berwenang.

Data Kabupaten Kapuas Hulu menyebutkan, Taman Nasional Betung Kerihun (TNBK) adalah kawasan konservasi terbesar di Provinsi Kalimantan Barat dengan total area 800.000 hektar atau sekitar 5,5% dari luas total daratan Provinsi Kalimantan Barat. Di sebelah utara, kawasan Taman Nasional Betung Kerihun berbatasan dengan negara bagian Sarawak, Malaysia, untuk sebelah timur berbatasan dengan Provinsi Kalimantan Timur dan sebelah selatan berbatasan dengan Banua Martinus dan Putussibau, serta berbatasan dengan wilayah Lanjak/Nanga Badau di sebelah barat. 

Kawasan Taman Nasional Betung Kerihun (TNBK) sebagian besar berbukit dan bergunung serta sedikit dataran dengan ketinggian. Kawasan bukit dan gunung terdiri dari rangkaian pegunungan Kapuas Hulu di bagian Utara yang berbatasan dengan Serawak Malaysia. Di bagian Timur adalah pegunungan Muller yang berbatasan dengan Provinsi Kalimantan Timur. Sistem hidrologi di kawasan Taman Nasional Betung Kerihun (TNBK) cukup unik dengan ratusan jaringan sungai kecil dan besar yang termasuk dalam sistem besar daerah aliran sungai (DAS) Kapuas.

Keanekaragaman ekosistem dikawasan Taman Nasional Betung Kerihun (TNBK) sangat tinggi dan keadaan vegetasi hutannya masih baik dan relatif utuh. Dengan adanya perbedaan jenis ekosistem hutan, pengunjung di kawasan Taman Nasional Betung Kerihun (TNBK) dapat melihat dan membedakan pula jenis tumbuhan yang dibedakan berdasarkan ketinggian lokasi hutan. Selain itu kegiatan ekowisata seperti trekking di dalam kawasan dan berkemah merupakan kegiatan yang menarik untuk dilakukan oleh pengunjung. Wilayah timur Taman Nasional Betung Kerihun (TNBK) di wilayah dataran  yang lebih tinggi banyak terdapat riam di sungainya sehingga pengunjung  bisa melakukan kegiatan arung jeram dengan menelusuri hulu sungai Kapuas.

Di kawasan ini juga kaya akan jenis flora dan fauna yang sangat beragam dan beberapa diantaranya jenis baru. Keanekaragaman flora yang tinggi ini terlihat juga dengan jenis disetiap famili. Suku Dipterocarpaceae misalnya, mempunyai jumlah jenis terbesar, yaitu 121 dari total 267 jenis yang tumbuh di Borneo. Marga Shoreal saja mempunyai jumlah jenis tidak kurang dari 30 jenis. Suku tumbuhan lain yang mempunyai jumlah tidak kurang dari 30 jenis. Suku tumbuhan lain yang mempunyai jumlah jenis banyak adalah eyphorbiaceae (73 jenis), Clysiaceae (33 jenis), Byrseraceae (30 Jenis), Mrytaceae (28).

Selain itu masyarakat di kawasan Taman Nasional Betung Kerihun (TNBK) juga memanfaatkan keanekaragaman flora untuk kebutuhan sehari-hari. Sementara untuk keanekaragaman jenis fauna di Taman Nasional Betung Kerihun (TNBK) cukup tinggi, baik yang belum maupun yang sudah dilindungi oleh Peraturan Perundangan-undangan. Untuk kelompok mamalia telah terinventarisir sebanyak 48 jenis mamalia, diantaranya adalah Macan Dahan (Neofolis nebulosa), Kucing Hutan (Felis bengalensis), Beruang Madu (Helarctos Malayanus), Kijang (Muntiacus muntjak), Kijang Emas (Muntiacus atherodes), Rusa Sambar (Cervus sp.) dan Kancil (Tragulus napu) dan satu jenis berang-berang (Lutra Sumatrana) yang masih bisa ditemui di daerah aliran sungai Mendalam.

Untuk jenis ikan di Taman Nasional Betung Kerihun tergolong tinggi, paling tidak ditemukan tiga jenis ikan yang salah satunya ikan pelekat yang diberi nama Gastromyzon embalohensis IR Spec. sedangkan dua jenis lainnya masih dalam kajian ilmiah untuk pemberian nama. Salah satu jenis ikan yang berpotensi untuk dibudidayakan sebagai ikan konsumsi adalah ikan Semah ( Tor tambroides) yang saat ini banyak ditangkap oleh masyarakat untuk diperjualbelikan. Dari kelompok serangga di Taman Nasional Betung Kerihun (TNBK) tidak kurang dari 170 jenis yang telah teridentifikasi.

Kelompok burung teridentifikasi sebanyak 301 jenis yang tergolong dalam 151 marga dan 36 suku. Diantaranya terdapat 15 jenis yang merupakan pendatang (migran), sebanyak 6 jenis merupakan temuan baru untuk di Indonesia, yaitu Acciper nisus, Dendricitta cinerascent, Ficedula parva, Luscinia calliope, Pycononotus flasvescent, dan Rhinomyas brunneata. sedangkan 63 jenis merupakan jenis burung yang dilindungi oleh undang-undang, termasuk juga didalamnya adalah maskot fauna Propinsi Kalimantan Barat yaitu burung Enggang Gading (Buceros vigil) dan 24 jenis lainnya merupakan jenis endemik untuk Borneo.

Terdapat  beberapa jenis burung yang sering dijumpai di Taman Nasional Betung Kerihun. Untuk jenis herpetofauna (amphibi dan reftilia) di Taman Nasional Betung Kerihun (TNBK), dari 1.500 spesies yang berhasil dikumpulkan, 103 jenis diantaranya telah dapat diidentifikasi terdiri dari: 51 jenis amphibi, 26 jenis kadal, 2 jenis buaya, 3 jenis kura-kura dan 21 jenis ular. Namun ada hal yang menarik dengan ditemukannya salah satu jenis katak terkecil di dunia yang ukuran dewasanya kurang dari 1 (satu) centimeter, yaitu Leptobrachella myorbergi.

Penduduk yang bermukim di sekitar kawasan yang lebih sering disebut sebagai daerah penyangga, pada umumnya adalah suku Dayak. Di bagian barat kawasan Taman Nasional Betung Kerihun (TNBK) sebagian besar berasal dari suku Dayak Iban dan Dayak Tamambaloh, sementara di bagian tengah sebagian besar di tempati suku Dayak Bukat, dan di bagian timur adalah suku Dayak Punan.

Sebagian besar mata pencaharian masyarakat tersebut tergantung pada sumber daya alam sekitar tempat tinggal mereka, diantarnya sebagai peladang, pemungut kayu gaharu, pemungut buah tengkawang, pemburu dan pencari ikan. Setidaknya terdapat 12 Desa yang terbagi dalam 34 dusun penyangga terdekat yang berada di dalam dan sekitar Taman Nasional Betung Kerihun (TNBK).

Foto: Perwakilan warga yang berdiam di Kawasan Taman Nasional Betung Kerihun (TNBK) berfoto bersama Gubernur Kalimantan Barat Cornelis di Istana Rakyat Kalimantan Barat, setelah sebelumnya audiensi dengan orang nomor satu di Kalbar itu Kamis (23/10).(Hentakun)

 

Share Button

Ekonomi[ View All ]

Harga Ikan dan Ayam di Pontianak Naik

Harga Ikan dan Ayam di Pontianak Naik

PONTIANAK – Harga ikan dan ayam di sejumlah pasar yang ada di Pontianak dalam beberapa minggu terakhir mengalami kenaikan cukup signifikan bahkan mencapai di...
Presiden Ingin Warga Perbatasan Menikmati “Satu Harga BBM”

Presiden Ingin Warga Perbatasan Menikmati “Satu Harga BBM”

JAKARTA – Presiden RI Joko Widodo menginginkan masyarakat Papua di pegunungan dan perbatasan bisa menikmati harga BBM dan harga bahan pokok sama dengan wilayah...
Realisasi Investasi Kalbar Semester I Rp8,33 Triliun

Realisasi Investasi Kalbar Semester I Rp8,33 Triliun

PONTIANAK – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kalbar mencatat realisasi investasi Semester I 2017 (Januari -Juni) di Kalbar mencapai Rp8,33...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *