Bea Cukai : “Goods In Transit” Perlu Diperhatikan

Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Aruk di Kabupaten Sambas, Kalbar.(OK/BK.com)

KUCHING – Kepala Kanwil Dirjen Bea Cukai Kalimantan Bagian Barat, Saifullah Nasution dalam Rakor membahas isu perbatasan mengatakan jika ada kesepakatan antara Pemerintah Indonesia dengan Sarawak untuk menormalisasi perdagangan di perbatasan maka fasilitas “goods in transit” perlu diperhatikan.

“Ketika membuka `dry port` namun tidak dilengkapi fasilitas `goods in transit` maka pelabuhan darat tersebut dianggap tidak akan ada gunanya. Artinya kita tidak bisa gunakan pelabuhan Sarawak untuk berdagang keluar dari Malaysia. Sehingga tidak berdampak banyak bagi ekspor Kalbar, ujarnya di Kuching, Rabu.

Saifullah mencontohkan di Kalbar satu perusahaan besar yang bergerak di bidang perkebunan sawit saat ini sudah terjalin kesepakatan dengan Pemerintah Sarawak untuk membangun pelabuhan di Tanjung Manis yang akan digunakan sebagai “goods in transit”.

“Barang dari perbatasan Nanga Badau, Kapuas Hulu bisa dimuat di Tanjung Manis baru keluar apakah ke Jepang, China, India dan lain-lain,” kata dia.

Ia menambahkan soal perbatasan masalah kejahatan transnasional juga perlu menjadi perhatian.

“Kalbar sudah merasakan dampak dari kejahatan transnasional crime khususnya narkoba tidak ada bendungannya. Bahkan mengalir deras dari Malaysia. Sehingga isu tersebut juga harus menjadi pembahasan dengan Pemerintah Malaysia,” jelasnya.

Sementara itu Kapolda Kalbar Irjen Pol Musyafak yang hadir dalam Rakor di Kuching mengatakan pada 2016 lalu, Narkoba yang lolos dari Malaysia ke Kalbar mencapai 167 kilogram bentuk sabu dan ratusan ribu butir dalam bentuk happy five dan ekstasi.

“Sedangkan pada 2017, kurun waktu empat bulan ini sudah lolos 86 kilogram sabu. Itu yang tertangkap. Dua tersangka tewas ditembak dan satu ada yang divonis dihukum mati. Ini saya kira menjadi pemikiran kita. Karena kalau terus masuk, yang dirusak adalah manusianya. Ini perlu menjadi pemikiran untuk diangkat dengan Pemerintah Sarawak,” kata dia.

Ia menambahkan sejauh ini ada kesan seakan-akan narkoba sengaja dibiarkan dan diloloskan masuk ke Kalbar.

“Cuma yang lepas siapa, sulit untuk dibuktikan karena buktinya narkoba yang ditangkap Polda dan BNN serta BC di Kalbar semua melalui wilayah perbatasan,” kata dia.(Ant)

Share Button

Ekonomi[ View All ]

Harga Ikan dan Ayam di Pontianak Naik

Harga Ikan dan Ayam di Pontianak Naik

PONTIANAK – Harga ikan dan ayam di sejumlah pasar yang ada di Pontianak dalam beberapa minggu terakhir mengalami kenaikan cukup signifikan bahkan mencapai di...
Presiden Ingin Warga Perbatasan Menikmati “Satu Harga BBM”

Presiden Ingin Warga Perbatasan Menikmati “Satu Harga BBM”

JAKARTA – Presiden RI Joko Widodo menginginkan masyarakat Papua di pegunungan dan perbatasan bisa menikmati harga BBM dan harga bahan pokok sama dengan wilayah...
Realisasi Investasi Kalbar Semester I Rp8,33 Triliun

Realisasi Investasi Kalbar Semester I Rp8,33 Triliun

PONTIANAK – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kalbar mencatat realisasi investasi Semester I 2017 (Januari -Juni) di Kalbar mencapai Rp8,33...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *