BI Kalbar Gelar PPSN Di Perbatasan

images(10)

Ilustrasi

PONTIANAK – Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat melaksanakan Program Peduli Setia Negeri (PPSN) sekaligus sebagai upaya meningkatkan perekonomian rakyat di wilayah perbatasan Kalimantan Barat.

“Kita targetnya di perbatasan yakni di pedalaman dan wilayah terpencil. Kali ini kita menyisiri Desa Suruh Tembawang, di Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau,” kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat, Dwi Suslamanto saat dihubungi di Pontianak, kemarin. Kegiatan tersebut digelar pada 24-25 Mei lalu.

Dwi Suslamanto menjelaskan program tersebut dilakukan dengan menggelar penukaran mata uang rupiah dan mengidentifikasi produksi mata pertanian unggulan masyarakat di pedalaman.

“Dari situ nanti bisa jadi triger kita untuk mengembangkan semacam UMKM. Ini tahap pertama tahun pertama kita coba berikan bantuan jasa. Nantinya kita lebih menekankan ke penguatan SDM dengan pendampingan dan penyusunan laporan,” kata dia.

Ia melanjutkan, sasaran pegembangan ekonomi tersebut adalah peningkatan produktifitas yang pada akhirnya diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang secara otomatis akan menguatkan rupiah.

Ia menambahkan, salah satu tugas Bank Indonesia adalah menjaga stabilitas rupiah. Penopangnya adalah pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan inklusif. Peningkatkan inklusifitas pertumbuhan ekonomi itu salah satunya harus dilakukan di daerah.

“Jadi tidak hanya di kota saja yang tumbuh, tapi juga di daerah pedalaman. Jadi kalau ada pertumbuhan ekonomi ya dinikmati oleh seluruh masyarakat Kalimantan Barat. Ini bisa menjamin rupiah itu stabil,” ujar Dwi.

Di sisi lain, lanjut Dwi, kedepan pihaknya akan mendorong pengembangan cluster ketahanan pangan baik hortikultura maupun tanaman sawah. Jika pemetaan dan kemampuan menata pengembangan ketahanan pangan sebagai kebutuhan masyarakat dapat dilakukan dengan baik, maka perekonomian masyarakat di Kalimantan Barat akan lebih baik.

“Kalau ini bisa terpenuhi ujung-ujungnya kan inflasi juga ysng rendah. Kalau inflasi rendah maka otomatis rupiah juga ok. Suku bunga juga nanti akan rendah. Kalau suku bunga rendah pasti nanti kredit juga akan meningkat, dan ekonomi juga akan meningkat. Kira-kira urutannya seperti itu,” kata Dwi Suslamanto.(Ant)

Share Button

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *