BNN Tembak Mati Dua Jaringan Narkotika Internasional

Ilustrasi

PONTIANAK – Badan Narkotika Nasional (BNN), Polda Kalbar bekerja sama dengan Bea Cukai menembak mati dua orang tersangka bandar dan pengedar narkotika jenis sabu-sabu jaringan internasional, Minggu (6/8), dengan barang bukti 17,5 kilogram sabu-sabu.

Deputi Pemberantasan BNN, Irjen (Pol) Arman Depari saat memberi keterangan pers di Mapolda Kalbar, di Pontianak, Senin, mengatakan kedua tersangka, bandar dan pengedar tersebut terpaksa ditembak karena berusaha melawan petugas saat akan ditangkap.

“Kedua tersangka tersebut, yakni AH warga negara Malaysia, dan APE warga Indonesia (Singkawang),” ungkapnya.

Ia menambahkan, tersangka APE� warga Singkawang yang menjadi penghubung bandar dan suplier, dan AH warga Negara Malaysia sebagai suplier. Keduanya ditembak mati karena berusaha melawan petugas saat upaya penangkapan, di kawasan Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang.

Menurut dia, atas terungkapnya kasus itu, pihaknya langsung melakukan pengembangan, sehingga pada hari yang sama diamankan lima tersangka lainnya, yakni berinisial RP, AV, MY, DZ dan TF.

“Sabu-sabu tersebut diselundupkan dari Kuching, Malaysia melalui Pos Lintas Batas, Jagoi Babang, Kabupaten Bangkayang. Guna mengelabui petugas sabu-sabu itu disembunyikan pada barang sEmbako dengan memanfaatkan minimnya pengawasan dan pemeriksaan petugas di PLB Jagoi Babang,” ungkapnya.

Barang bukti lain yang diamankan selain 17,5 kilogram sabu-sabu, diantaranya 18 unit handphone, dua unit mobil Calya, identitas tersangka berupa KTP dan SIM, uang tunai dan rekening bank.

Menurut dia, tersangka tersebut akan diancam pasal 114 ayat 2, junto pasal 132 ayat 1, pasal 112 ayat 2, juncto pasal 132 ayat 1, UU No. 35/2009 tentang Narkotika, dengan ancaman maksimal hukuman mati.(Ant)

Share Button

Ekonomi[ View All ]

Pertamina Tambah 500.000 Tabung Elpiji di Kalimantan

Pertamina Tambah 500.000 Tabung Elpiji di Kalimantan

PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region VI menambah pasokan 500.000 tabung elpiji 3 kg bersubsidi untuk lima provinsi di Kalimantan pada awal Desember 2017....
Warga Sanggau Keluhkan Langkanya Gas Tiga Kilogram

Warga Sanggau Keluhkan Langkanya Gas Tiga Kilogram

SANGGAU – Sejak beberapa pekan terakhir, elpiji tiga kilogram di Kabupaten Sanggau warga mengeluh kesulitan mencari sehingga berdampak terhadap naiknya harga elpiji subsidi tersebut....
Warga Singkawang Pertanyakan Alasan APBD Belum Disahkan

Warga Singkawang Pertanyakan Alasan APBD Belum Disahkan

SINGKAWANG – Warga Kota Singkawang mempertanyakan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Singkawang tahun 2018 hingga saat ini...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *