Cantiknya…Pisang Bangkaran Jadi Motif Batik Barito Utara

MUARA TEWEH – Pemerintah Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, menetapkan pohon pisang bangkaran sebagai motif batik khas setempat.

“Batik motif pisang bangkaran ini merupakan salah satu dari tiga motif yang ditetapkan sebagai pemenang desain batik khas Barito Utara,” kata Kabid Perindustrian pada Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pengelolaan Pasar Barito Utara, Roosmadianor di Muara Teweh, Selasa (18/11/2014).

Menurut Roomadianor, motif pisang bangkaran ini berhasil terpilih menjadi juara pertama dengan nomor urut peserta pendaftaran lima atas nama Kurniati Effendi.

Juara dua berupa motif seluang murik dengan peserta nomor urut empat, dan motif pasak bumi dengan nomor urut peserta tiga juga juara ketiga yang desain Tekay Effendi.

Khusus untuk motif pisang bangkaran, motif pendukungnya adalah modifikasi tanduk beaw dan ulat keket. Sedangkan motif batik Seluang Murik dan motif batik pasak bumi ini untuk motif pendukungnya adalah modifikasi tanduk beaw.

“Desain batik ini nantinya akan diproduksi menjadi baju batik khas Barito Utara pada tahun 2015 nanti, untuk baju seragam batik di lingkungan SKPD serta guru dan pelajar sekolah-sekolah serta perhotelan di daerah ini,” kata dia.

Roosmadianor menjelaskan, motif pisang bangkaran ini merupakan pisang hutan dengan bentuk tundun dan buahnya kecil-kecil berwarna hijau, serta rasanya agak pahit atau kelat dan digunakan sebagai sayur-sayuran.

Untuk motif seluang murik merupakan ikan kecil khas air tawar di Sungai Barito yang terjadi musiman dan ditangkap secara massal oleh masyarakat, sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang tinggal di bantaran Sungai Barito.

Sedangkan motif pasak bumi juga merupakan tanaman hutan yang mempunyai akar panjang nyaris sama panjang dengan batang pohonnya serta memiliki rasa pahit, namun akarnya memiliki khasiat obat tradisional dari para leluhur dan terpelihara sampai sekarang oleh masyarakat Dayak.

“Kita harapkan melalui batik dengan motif khas daerah itu dapat menjadikan satu kebanggaan daerah menggunakan produk asli ciptaan putra daerah, tanpa mengesampingkan batik dari luar daerah,” jelas dia.

Rencanannya batik khas Barito Utara ini yang bertemakan rintik Barito akan di produksi wilayah Kalimantan Timur, sebab daerah ini belum dapat memproduksi batik khas daerah sendiri.

“Batik ini nantinya akan menjadi kebanggaan daerah dan salah satu produk unggulan khas daerah Kabupaten Barito Utara,” tuturnya.(Ant)

Share Button

Ekonomi[ View All ]

Harga Ikan dan Ayam di Pontianak Naik

Harga Ikan dan Ayam di Pontianak Naik

PONTIANAK – Harga ikan dan ayam di sejumlah pasar yang ada di Pontianak dalam beberapa minggu terakhir mengalami kenaikan cukup signifikan bahkan mencapai di...
Presiden Ingin Warga Perbatasan Menikmati “Satu Harga BBM”

Presiden Ingin Warga Perbatasan Menikmati “Satu Harga BBM”

JAKARTA – Presiden RI Joko Widodo menginginkan masyarakat Papua di pegunungan dan perbatasan bisa menikmati harga BBM dan harga bahan pokok sama dengan wilayah...
Realisasi Investasi Kalbar Semester I Rp8,33 Triliun

Realisasi Investasi Kalbar Semester I Rp8,33 Triliun

PONTIANAK – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kalbar mencatat realisasi investasi Semester I 2017 (Januari -Juni) di Kalbar mencapai Rp8,33...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *