Cerita Gubernur Kaltara dan Mendagri ke Krayan Nunukan

Mendagri Tjahjo Kumolo dan Gubernur Kaltata Irisnto Lambrie dalam perjalanan meninjau perbatasan Kaltara dan Malyasia.(FB/IL)

NUNUKAN – Menggunakan pesawat Twin Otter DHC6-300 dengan kapasitas 16 seat milik maskapai Hevilift, sekitar pukul 09.30 Wita tadi, Gubernur Kaltara Irianto Lambrie mendampingi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Bapak Tjahjo Kumolo bersama rombongan berkunjung ke Krayan, Kabupaten Nunukan.

Seperti diceritakan Irianto di aku FB nya, Setelah menempuh penerbangan sekitar 45 menit, mereka tiba di Bandara Yuvai Semaring, Desa Long Bawan.

Rombongan disambut secara meriah oleh para kepala adat dan masyarakat melalui upacara adat, sebelum melanjutkan perjalanan menuju lokasi acara utama di Lapangan desa setempat.

Dalam upacara tersebut, kata Irianto, Pak Mendagri mendapatkan gelar adat Pun Ngisu Bawang, yang berarti pemimpin yang membawa perubahan.

Pemberian gelar dilakukan melalui prosesi adat yang dipimpin para kepala adat besar Dayak Lundayeh Krayan.

Di sela-sela upacara juga dilakukan deklarasi pembentukan DOB Krayan, yang dilanjutkan dengan pembukaan rangkain HUT RI di Krayan.

Dalam kesempatan itu, saya sempat menyampaikan beberapa hal.

Pertama saya sampaikan, bahwa saya telah memenuhi janji, kepada para kepala adat yang meminta undangan Bapak Mendagri ke Krayan, dan Alhamdulillah beliau bersedia.

Saya juga sampaikan capaian-capaian program pembangunan dan yang sedang dilakukan selama ini. Utamanya di perbatasan.

Seperti pembangunan jalan tembus dari Malinau hingga Binuang (Krayan Selatan). Rencana sudah sejak 2014, namun karena terkendala anggaran sempat terhenti.

Insyaallah 2018 dimulai lagi, dan kami targetkan 2019 sudah bisa tembus. Apalagi, tahun 2018 Pemerintah pusat mengalokasikan anggaran yang besar untuk pembangunan wilayah perbatasan di Kaltara, yaitu Rp 3,1 triliun lebih.

Hal lainnya, mengenai rumah sakit pratama di beberapa daerah perbatasan. Terutama yang di Long Bawan, Krayan, pemerintah mengalokasikan Rp 15 miliar pada 2018 mendatang, untuk pengadaan alkes (alat kesehatan) dan meubelair.

Dan masih ada beberapa hal lainnya. Termasuk mengenai DOB Krayan dan beberapa wilayah lainnya di Kaltara yang juga mengusulkan menjadi DOB, saya berulang kali sudah sampaikan, sangat mendukung.

Bahkan dalam setiap kesempatan, termasuk di depan Bapak Presiden Jokowi selalu saya sampaikan.

Selain mengikuti upacara, bersama Pak Mendagri kami juga meninjau titik perbatasan antara RI dengan Malaysia. Yaifu di desa Long Midang. Kami juga sempat mengunjungi para anggota TNI bersama Tentara Malaysia yang berjaga di pos perbatasan.

Sebelum kembali ke Tarakan, kami sempat melihat proses pembuatan garam gunung di Desa Long Midang, Krayan Induk.

Selain potensi garam, Krayan juga memiliki potensi Padi Adan yang kualitasnya sangat bagus. Bahkan di Malaysia dan Brunei ini sangat mahal. Disebut beras Raja.

Saya sudah meminta kepada OPD terkait untuk mengelola dan membina petani, hingga ke pemasarannya. Jangan sampai nanti diambil Malaysia. Apalagi Beras Adan dari Krayan sudah memiliki Hak Paten, setelah pada 2014 lalu kita fasilitasi pengurusannya.

Begitu juga dengan garam gunung, dan Kerbau Krayan, saya minta Dinas terkait untuk berinovasi dan kreatif membantu masyarakat mengembangkan usahanya.

Kami pun kembali ke Tarakan, dan dilanjutkan dengan pemberian pengarahan oleh Bapak Mendagri kepada para kepala daerah, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh adat dan lain-lainnya di Tarakan Plaza, sebelum Pak Mendagri akan kembali ke Jakarta malam ini.(FB)

Share Button

Ekonomi[ View All ]

APBD-P 2017 Kaltim Naik Menjadi Rp8,2 Triliun

APBD-P 2017 Kaltim Naik Menjadi Rp8,2 Triliun

SAMARINDA – Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan tahun 2017 Provinsi Kalimantan Timur yang disepakati pemerintah provinsi dan DPRD melalui rapat paripurna di Samarinda,...
APBD 2017 Kabupaten Penajam Defisit Rp200 Miliar

APBD 2017 Kabupaten Penajam Defisit Rp200 Miliar

PENAJAM – Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah tahun 2017 Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, kembali mengalami defisit dengan kekurangannya mencapai sekitar Rp188 miliar...
Keberadaan Perusahaan Karet Perlu Diperbanyak di Kalteng

Keberadaan Perusahaan Karet Perlu Diperbanyak di Kalteng

PALANGKARAYA – Anggota Komisi B DPRD Kalimantan Tengah, Lodewik Christopel Iban menyebut pemerintah provinsi dan pemkab/pemko Kota se-Kalteng perlu mendatangkan dan memperbanyak perusahaan karet...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *