Cornelis : Besi Jembatan Jangan di kilo

DCIM100MEDIADJI_0055.JPG

Rangkaian Peresmian Jembatan Unyak Desa Sempatung Kecamatan Air Besar Kabupaten Landak, oleh Gubernur Kalbar Cornelis, Rabu (25/1).(Ist)

LANDAK – Gubernur Kalimantan Barat Cornelis meminta masyarakat Sempatung dan sekitarnya agar menjaga jembatan Gantung Unyak yang barusan diresmikannya, dari tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab, sehingga umur jembatan itu bisa panjang dan tetap aman dilewati.

“Tolong jembatan itu digunakan untuk kepentingan masyarakat, jangan ada yang mengambil bautnya, kawatnya, atau malah ada yang membuka lantainya, besinya jangan dikilo, jaga baik-baik jembatan itu karena dibangun untuk kepentingan masyarakat, jangan sampai rusak.” ujar Cornelis. Ketika meresmikan Jembatan Gantung Unyak Desa Sempatung Kecamatan Air Besar Kabupaten Landak. Rabu (25/1) kemarin.

penandatanganan prasasti fixedgunting pitaHadir PJ Bupati Landak Jakius Sinyor, Anggota DPRD Landak, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalbar Ny. Frederika Cornelis, dan tamu undangan lainnya.

Cornelis mengatakan 42 tahun Kalimantan Barat ini dibuat konflik, ribut terus sehingga tidak bisa membangun di segala bidang. Maka ketika dirinya menjadi Gubernur jalan menuju Sempatukng sampai Mananggar kemudian menuju Serimbu dibuka, sehingga tidak terisolir lagi, termasuk jembatan Gantung Unyak.

Dengan terbukanya akses transportasi maka situasi keamanan ketertiban dimasing-masing wilayah tolong dijaga, jangan mudah terprovokasi. Baik Dayak, Melayu, Jawa, Islam, Katolik, Kristen, Nyangahatn dan lainnya tetap harmonis, saling menghormati, saling menghargai.

“Pemimpin itu seperti seorang ayah yang memiliki anak sepuluh, tidak mungkin biarkan anaknya berkelahi, tentu dilerai dan harus hidup berdampingan secara damai. Begitu juga Gubernur tidak mungkin menyuruh rakyatnya berkelahi.”ujar Cornelis.

Sebelum adanya Jembatan Gantung Unyak, Rakit Bambu menjadi andalan masyarakat Dusun Unyak untuk menyeberangkan kendaraan bermotor roda dua melintasi sungai Landak yang lebarnya lebih 30 meter, namun apabila air pasang, rakit tak beroperasi baik dari wilayah Kuningan maupun dari Unyak, karena arus air deras.

“Kalau musim kemarau rakit bambu untuk menyeberangi sungai ini (Landak), sekali bawa kalau rakitnya masih baru bisa 5 sepeda motor, kalau rakitnya sudah lama paling mampu 4 motor.” ujar Buijin (72) warga masyarakat Dusun Unyak.

Buijin mengakui rakit bambu tersebut juga untuk menyeberangi anak-anak sekolah, sehingga pemilik rakit harus siap sejak pagi dan menunggu seharian bila ada yang menyeberang, biasanya sampai malam kalau ada yang sakit atau mendadak ke Entikong atau sebaliknya pulang ke wilayah Sungkung atau Sajingan. Karena akses dari wilayah Sungkung, Sajingan, sampai Entikong juga melalui jalan dan jembatan ini.

Saat ini rakit Bambu tersebut tak difungsikan lagi, hanya diparkir di tepi sungai yang masih jernih itu. Karena sudah hadir Jembatan Gantung yang barusan diresmikan Gubernur Kalimantan Barat Cornelis. Jembatan ini kata Buijin lagi, sudah lama mereka impikan dan baru hadir sekarang, “Terima kasih Bapak Gubernur Cornelis,” ujar Buijin.

Kepala Dinas PU Landak, Erani, dari 2013 sampai 2016 Pemerintah Provinsi Kalbar telah mengeluarkan Rp55 miliar untuk membangun ruas jalan di wilayah Air Besar ini, salah satunya ruas Serimbu-Betung-Tengon, Demikian juga Serimbu menuju Mangar sampai Nyari.

Dijelaskan Erani, untuk Jembatan Gantung Unyak ini memiliki panjang 60 meter lebih, dengan jalan menuju jembatan 30 meter sehingga total panjang jembatan sekitar 90 meter, dengan lebar kurang lebih 3 meter dibuat sekitar satu tahun dengan anggaran Rp1 miliar lebih.

Share Button

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *