Cornelis : Kembangkan BPR Secara Profesional

Gubernur Kalbar Cornelis membuka Seminar Nasional dan Rapat Kerja Nasional (Semnas - Rakernas) Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) di Hotel Golden Tulip, Jl Teuku Umar, Pontianak, Rabu, (26/10).(HC)

PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat, Cornelis, membeberkan bahwa, semua orang di muka bumi berebut pasar di Indonesia, karena memiliki penduduk 250 juta jiwa. “Mohon, tolong kembangkan benar-benar BPR ini. Agar bisa mengatasi persoalan masyarakat kecil. Karena, kalau tidak kita akan dikuasai kelompok neolib,” ujar Cornelis, kepada pelaku Bank Perkreditan Rakyat (BPR) se-Indonesia, ketika membuka Seminar Nasional dan Rapat Kerja Nasional (Semnas – Rakernas) Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) di Hotel Golden Tulip, Jl Teuku Umar, Pontianak, Rabu, 26 Oktober 2016.

Dalam kegiatan tersebut, Perbarindo juga menandatangani MoU dengan beberapa pihak. Kegiatan yang mengusung tema ‘industri BPR-BPRS sebagai pilar ekonomi daerah dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat’ tersebut digelar hingga Kamis, 27 Oktober 2016.

Cornelis menekankan, BPR harus memiliki prinsip kehati-hatian, jujur, dan tanggung jawab. “Mentalnya jangan priyai, tapi melayani,” katanya.

Mantan Bupati Landak itu berharap, ke depan, BPR tidak hanya memilih daerah gemuk. Cornelis menegaskan, sebagai pemimpin daerah, dirinya tidak pernah menghambat kemajuan perbankan. “Saya bisa membedakan kepentingan pribadi, golongan, rakyat. Bagaimana meningkatkan kesejahteraan rakyat. Untuk apa bentuk negara, kalau tidak bisa sejahterakan rakyat,” ujarnya.

Ketua Dewan Audit merangkap Anggota Dewan Komisioner OJK, Ilya Avianti meminta, anggota Perbarindo mengikuti rakernas dengan serius agar menghasilkan outpun yang baik. “Outpun seminar sampaikan ke OJK agar sama-sama bisa perbaiki kinerja BPR-BPRS supaya betul-betul menjadi pilar di daerah,” katanya.
Pertumbuhan BPR di Indonesia melambat sejak 2012 dengan 21,21 persen menjadi 18,78 persen (2013); 15,57 persen (2014); 9,98 persen (2015); dan 7,57 persen (Agustus 2017). “Penyebab utama melambatnya pertumbuhan ini karena kondisi ekonomi belum baik,” ujarnya.

Ilya menegaskan, BPR harus sustain dan bisa bermanfaat bagi masyarakat di daerah. Menurutnya, permasalah mencolok di BPR, diantaranya penerapan governance tidak memadai, kelemahan penanganan internal, paket tidak sehat, fraud sistematis, hingga intervensi pemilik yang menggangu kerja BPR. Dalam kesempatan itu, ia mengapresiasi kerja sama sistem informasi Perbarindo dan Telkom Indonesia. “Dukungan sistem informasi bisa bantu mengurangi resiko kredit. Jika semua BPR masih manual dan mengandalkan sumberdaya manusia yang kurang kompeten, banyak terjadi kebobolan,” katanya.

Joko Suyanto, Ketua Umum Perbarindo menyampaikan, kinerja keuangan BPR se-Indonesia tergolong baik, di mana aset industri BPR di Indonesia mencapai Rp108 triliun, naik 12, 07 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Penetrasi BPR pada pelaku UMKN pun masih baik dengan 14 jutaan nasabah.

“Kami terus berkerjasama untuk meningkatkan kinerja BPR, menciptakan kreativitas dalam hal produk dan layanan. BPR tidak bisa lepas dari kisah sukses UMKM Indonesia. Melihat kacamata bijak, BPR tidak tahu dikritik, khusunya pada kemajuan dinamika perkembangan jaman. Kami sadar harus berubah. Kami harap seluruh stakeholder memberikan dukungan terlebih pada keunikan kami dalam layanan capat, mudah, sederhana, dan jemput bola,” jelasnya.

BPR menjadi alternatif aman masyarakat, karena dijamin LPS, sekaligus menjamin pinjaman di bank pada fungsi intermediasi BPR-BPRS yang dijalankan baik, terlihat dengan tingginya LDR mencapai rata-rata 80 persen. “Ini peran nyata BPR sebagai pilar ekonomi daerah. Di mana dana yang dihimpun BPR-BPRS disalurkan kembali kepada masyarakat, baik sebagai modal kerja/usaha, membeli kendaraan, pendidikan, rumah, dan lain-lain,” katanya.

Sementara itu, dalam laporannya, Meidi Widianto, Ketua Perbarindo Kalbar menyampaikan, semnas dan rakernas di Pontianak dihadiri 24 DPD Pebarindo se-Indonesia. Semnas diisi narasumber kompeten di bidangnya.

“Malam ini (Rabu, 26/10), kami gelar rakernas. Besok, kami city tour untuk menikmati wisata sejarah, agama, dan budaya yang ada di Pontianak. Prinsipnya kami menyajikan acara sangat berkualitas dan juga memberikan hiburan pada teman-teman yang hadir. Terima kasih setingginya pada dukungan dan sponsor, sehingga acara bisa berjalan lancar, aman, dan sukses,” pungkasnya.

Share Button

Ekonomi[ View All ]

Harga Ikan dan Ayam di Pontianak Naik

Harga Ikan dan Ayam di Pontianak Naik

PONTIANAK – Harga ikan dan ayam di sejumlah pasar yang ada di Pontianak dalam beberapa minggu terakhir mengalami kenaikan cukup signifikan bahkan mencapai di...
Presiden Ingin Warga Perbatasan Menikmati “Satu Harga BBM”

Presiden Ingin Warga Perbatasan Menikmati “Satu Harga BBM”

JAKARTA – Presiden RI Joko Widodo menginginkan masyarakat Papua di pegunungan dan perbatasan bisa menikmati harga BBM dan harga bahan pokok sama dengan wilayah...
Realisasi Investasi Kalbar Semester I Rp8,33 Triliun

Realisasi Investasi Kalbar Semester I Rp8,33 Triliun

PONTIANAK – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kalbar mencatat realisasi investasi Semester I 2017 (Januari -Juni) di Kalbar mencapai Rp8,33...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *