Cornelis Larang Menteri Agama Minum Tuak

Gubernur Kalimantan Barat Cornelis menyerahkan buku Menembus Batas sebagai kenang-kenangan kepada Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin, sesaat sebelum Lukman Hakim terbang kembali ke Jakarta usai meresmikan STAKatN Pontianak, Kamis (6/4).(Team BK.com)

KUBU RAYA – Gubernur Kalimantan Barat Cornelis, melarang Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin minum tuak yang disuguhkan salah satu penari yang menyambut kedatangan Menteri Agama dan rombongan untuk meresmikan Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri ( STAKatN) Pontianak, di Jalan Parit Haji Muksin Sungai Raya Kubu Raya, Kamis (6/4).

Tiba-tiba kata Lukman, ada yang berbisik di belakangnya agar tidak meminum Tuak tersebut, meski dirinya menyatakan hanya akan berpura-pura meminumnya untuk menghormati adat yang ada di Kalimantan Barat.

Tidak hanya yang berbisik, Gubernur Kalbar Cornelis yang berdiri di kiri Lukman juga melarang untuk meminum dan meminta penari untuk menyimpan saja tuak tersebut, sejurus penari pun mengikuti, tarian penyambutan terus berjalan sampai selesai.

Ketika Pidato, Lukman mengakui kalau Gubernur Kalbar yang melarangnya minum tuak, alasannya jangan sampai nanti eksesnya negatif. Karena dalam Agama Islam minum Tuak dilarang.

“Melihat saya akan meminumnya, pak Gubernur Kalbar yang kita ketahui adalah seorang Katolik, langsung menghentikan saya dan menyatakan saya tidak boleh minum itu karena dilarang oleh agama Islam. Ini jelas bentuk toleransi beragama yang patut dibanggakan dan harus terus dipertahankan,” tuturnya.

“Yang membuat saya semakin salut dan mendapatkan pelajaran berharga hari ini, bahwa bagaimana beragama itu dengan rasa. Bapak Gubernur sudah memberikan contoh yang baik bagaimana beragama dengan rasa.” katanya.

Lukman menjelaskan, agama tidak dapat dipisahkan dari kehidupan berbangsa dan bernegara, sehingga semangat keagamaan itu adalah sumber kekuatan bangsa untuk meraih kemerdekaan.

“Semangat dan motivasi keagamaan adalah sumber kekuatan kita dalam meraih kemerdekaan, mempertahankan kedaulatan nasional, dan menjaga keutuhan NKRI. Untuk itu saya meminta kepada seluruh masyarakat Kalbar dan Indonesia umumnya, harus bisa terus mempertahankan ini,” katanya.

Toleransi dan kerukunan menurut pengganti Surya Dharma Ali itu, bukan milik sesuatu golongan umat beragama semata, tetapi harus menjadi milik semua golongan dan berlaku untuk semua pemeluk agama.

Lukman pun menegaskan bahwa saling menghargai identitas umat beragama lain harus tetap dijaga. Dijelaskannya apabila hal itu diciderai, bisa berpengaruh pada keutuhan bangsa. Disatu sisi, dirinya mengapresiasi toleransi beragama di Kalimantan Barat.

“Di tengah masyarakat Kalbar yang heterogen, yang terdiri atas berbagai suku dan agama, bisa tercipta keharmonisan yang sangat baik di sini. Hal ini saya rasakan sendiri, pada saat acara penyambutan kedatangan saya pada peresmian Sekolah Tinggi Agama Kristen Katolik Negeri Pontianak, hari ini,” kata Lukman. Dia mengatakan, meski agenda peresmian STAKatN, namun bisa dihadiri oleh umat agama lainnya dan semua tampak antusias melihat kegiatan peresmian tersebut.

Gubernur Kalimantan Barat, Cornelis mengatakan, dirinya selalu meminta masyarakat Kalbar tetap menjaga toleransi beragama dan tidak mudah terprovokasi pihak-pihak yang hendak memecah belah rakyat di Kalbar.

Cornelis mengaku salut dengan keberanian Mantan Menteri Agama RI Surya Dharma Ali yang diteruskan Menteri Agama Sekarang Lukman Hakim Saifuddin untuk menyetujui penegerian Sekolah Tinggi Pastoral Santo Agustinus milik Keuskupan Agung Pontianak menjadi Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak. Ini menurut Cornelis, menunjukan bahwa negara hadir bagi kaum minoritas.

Ia mengajak masyarakat Kalbar saling menghormati, menghargai, antarpemeluk agama, sehingga kedamaian dan kebersamaan, tetap tercipta di Kalimantan Barat.

“Kita sudah hidup ratusan tahun bersama, aman-aman saja. Baik Islam, Katolik, Protestan, Hindu, Budha, Dayak, Melayu, Tionghoa, Jawa. Jadi, keamanan dan perdamaian kita yang menjaganya bersama. Kami ini pemerintah hanya memayungi, hanya membina,” pungkas Gubernur Kalbar dua periode itu.

 

Share Button

Ekonomi[ View All ]

Gubernur Cornelis Terima Penghargaan Pembina BPD Terbaik Indonesia 2017

Gubernur Cornelis Terima Penghargaan Pembina BPD Terbaik Indonesia 2017

SINGAPURA – Gubernur Kalimantan Barat Cornelis menerima penghargaan sebagai Pembina Perbankan Terbaik di wilayah yang dipimpinnya. Kali ini Cornelis sebagai kepala pemerintahan mendapat penghargaan...
Pemerintah Malaysia Siap Jalin Kerjasama Pemprov Kalbar

Pemerintah Malaysia Siap Jalin Kerjasama Pemprov Kalbar

Tertibkan Taksi Tanpa Izin PONTIANAK – Pemerintah provinsi kalbar bersama pihak pemerintah Negeri Sarawak, Malaysia menjalin kerjasama menertibkan taksi ilegal yang selama ini beroperasi...
Rumah Murah Bisa Terwujud

Rumah Murah Bisa Terwujud

PONTANAK  Gubernur Kalbar, Cornelis mengharapkan dengan adanya kerjasama bersama pihak Kejati dan REI kebutuhan satu juta unit rumah dapat tercapai. “Program perumahan dan kawasan...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *