Cornelis : Teknologi Informasi Bukan Untuk Menghancurkan Negara

Dalam roadshow Gerakan Nasional 1.000 Startup Nasional, Kibar menghadirkan Menkominfo Rudiantara, Dirjen Aptika Semuel Abrijani Pangerapan, Staf Khusus Menteri Kominfo Lis Sutjati, dan Head of IT Development Jakarta Smart City Prasetyo Andy Wicaksono.(HC/BK.com)

Kalbar Provinsi Pertama Deklarasi Anti Hoax

PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat Cornelis, mengimbau masyarakat Kalbar terutama anak-anak muda untuk menggunakan Teknologi Informasi secara positif dan bisa menciptakan aplikasi-aplikasi yang berguna untuk membantu masyarakat, “Teknologi ini sudah tanpa batas, kita maunya hal-hal yang positif. Dan bisa memudahkan masyarakat kita, jadi bagaimana petani bisa memotong mata rantai kelompok tertentu, sehingga hasil pertaniannya bisa langsung kepada pembeli dengan menggunakan aplikasi TI terutama harga.

Teknologi informasi ini membantu manusia dan meningkatkan kesejahteraan rakyat, bukan untuk menghancurkan negara menyebarkan rasa kebencian dan sebagainya, bukan itu…!,” tegas Cornelis, ketika memberi sambutan pada gerakan nasional 1000 starup digital, serta penandatanganan Deklarasi masyarakat Kalimantan Barat Anti Hoax bersama Menteri Kominfo Rudiantara, di Kantor Gubernur Kalbar, Minggu (19/3).

Untuk itu, Cornelis mengakui ingin hadir dalam kegiatan tersebut, karena dirinya ingin mengetahui sampai sejauh mana pengetahuan anak-anak Kalimantan Barat tentang dunia digital ini, dunia maya dunia IT, apakah hanya menciptakan berita bohong, atau mempunyai ide baru dalam rangka menciptakan sistem atau temuan baru, aplikasi tertentu untuk kesejahteraan masyarakat.

“Kita punya kementerian komunikasi dan informasi tugasnya bagaimana menyampaikan informasi dengan benar dan menyaring informasi yang tidak benar, karena kita semua tahu yang terjadi akibat berita bohong atau Hoax yang memang sengaja diciptakan untuk memecah belah kita, negara-negara sekarang perang menggunakan IT, Irak bisa membelokan senjata Nuklir Amerika (Serikat) dengan IT. Saya menghendaki anak-anak muda Kalbar bisa menciptakan aplikasi-aplikasi baru sehingga bisa bermanfaat untuk kepentingan masyarakat,” ujar Cornelis.

Dijelaskan orang nomor satu di Kalbar itu pula, negara di Timur tengah itu hancur padahal mereka kaya itu karena perang dimulai dengan perang teknologi informasi yang sengaja diciptakan pihak tertentu, karena perang sekarang tidak menggunakan senjata tapi menggunakan cyber, untuk itu masyarakat harus bisa memahami, mencermati segala informasi yang masuk, sehingga tidak mudah di bodoh-bodohi.

Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara mengatakan, ‘Hoax’ bukan sekadar informasi palsu. Lebih dari itu, informasi hoax yang kemudian menjadi viral di media sosial bisa memicu keributan, bahkan merembet hingga menjadi kerusuhan. Hal ini menghabiskan energi dan tentu berpotensi mengganggu keamanan nasional.

Pemerintah pun menurutnya concern memerangi berita-berita hoax. Dirinya mengakui bahwa sekarang berita hoax menyebar begitu cepat dan diserap masyarakat mentah-mentah. Dia juga menegaskan, pihaknya terus melakukan langkah-langkah untuk menekan beredarnya berita-berita hoax tersebut.

Salah satunya melakukan pemblokiran situs. Menurut dia, pemblokiran sebenarnya merupakan langkah akhir. Nah, untuk tingkat Provinsi, Kalimantan Barat menjadi Provinsi pertama dalam deklarasi masyarakat Anti Hoax. “Pemerintah mendorong adanya semacam kode etik untuk menggunakan media sosial. Kode etik dimaksudkan menjadi batasan, seluruh masyarakat Indonesia harus bergerak (melawan Hoax),” ujar Rudiantara.

Gerakan 1000 Starup

Gerakan Nasional 1.000 Startup Digital hadir di Pontianak, Kalimantan Barat. disambut antusias, terlihat dari membludaknya peserta di Balai Petitih, Kantor Gubernur Kalimantan Barat. Bahkan menurut salah satu panitia penggagas dari Kibar Kreasi Indonesia, kursi yang disediakan untuk menampung sekitar 200-an orang tak cukup. Penasaran dan keinginan belajar yang besar membuat generasi milenial Pontianak memadati kegiatan Gerakan Nasional 1.000 Startup Digital. Akhirnya para panitia mencoba mengatasinya dengan menambah jumlah kursi.

Tercatat ada 415 peserta yang mengikuti acara Gerakan Nasional 1.000 Startup Digital angka tersebut dua kali lipat jika dibandingkan dengan ketika singgah di kota lainnya.

Chief Executive Officer Kibar Yansen Kamto pun mengaku tersanjung dan bangga menyaksikan antusiasme anak-anak muda Pontianak. Apalagi dia punya keterikatan kuat dengan ibu kota Kalimantan Barat tersebut. Pontianak adalah kota kelahiran Yansen.

“Pontianak, bale!,” kata Yansen dengan ekspresi semangat kepada peserta yang memenuhi ruangan Balai Petitih. Ucapan ini dibalas riuh gemuruh tepuk tangan para peserta yang memadati ruangan. Bale adalah bahasa daerah Pontianak yang artinya keren.

“Saya emosional di kota kelahiran. Senang melihat antusias kalian, inilah bukti Pontianak punya potensi. Potensi harus kembangkan, kalau gak nantinya jadi impotensi,” ujar dia.

Yansen menantang anak-anak muda di sana memikirkan ide dan menawarkan solusi dari permasalahan di sekitar lewat sentuhan teknologi. Menurutnya, Indonesia jangan hanya menjadi pasar, tetapi harus ikut menjadi potensi saat ini.

“Buka ponsel kalian. Seberapa banyak aplikasi anak bangsa ada disana? Hampir rata-rata bukan bikinan anak bangsa. Saatnya bikin startup, usaha, maju terus. Tidak ada waktu yang lebih baik dari sekarang,” ucap Yansen.

Dalam roadshow Gerakan Nasional 1.000 Startup Nasional, Kibar menghadirkan Menkominfo Rudiantara, Dirjen Aptika Semuel Abrijani Pangerapan, Staf Khusus Menteri Kominfo Lis Sutjati, dan Head of IT Development Jakarta Smart City Prasetyo Andy Wicaksono.

Selain itu ada juga pembicara ahli untuk urusan startup. Selain Yansen sendiri, ada juga CEO Kratoon Channel Andi Martin, Co-Founder Nebengers Andreas Aditya Swasti, CEO iGrow Andreas Senjaya, CEO Angkuts Muhammad Hafiz, Curator Ziliun.com Putri Izzati, Potion Master Lab Kinetic Wicak Hidayat, dan Google Developer Expert for Web Technologies Yohan Totting.

Gerakan Nasional 1000 Startup Digital adalah sebuah gerakan untuk mewujudkan potensi Indonesia menjadi The Digital Energy of Asia di tahun 2020 dengan mencetak 1000 startup yang menjadi solusi atas berbagai masalah dengan memanfaatkan teknologi digital.

Gerakan ini diinisiasi oleh KIBAR dan didukung oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia. KIBAR adalah sebuah perusahaan yang bertujuan membangun ekosistem teknologi di Indonesia melalui inisiatif-inisiatif pembangunan kapasitas, mentoring, dan inkubasi di berbagai kota.

Share Button

Ekonomi[ View All ]

Kebutuhan Gula Di Kalsel Anjlok

Kebutuhan Gula Di Kalsel Anjlok

BANJARMASIN– Ketua Asosiasi Gula Bersatu Kalimantan Selatan Aftahuddin mengatakan Kebutuhan gula di provinsi ini anjlok dari sebelumnya 12 ribu ton per bulan menjadi hanya...
Mentan Buka Hari Pangan Sedunia Di Kalbar

Mentan Buka Hari Pangan Sedunia Di Kalbar

KUBU RAYA – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman membuka peringatan hari pangan sedunia XXXVII yang digelar di Kubu Raya, Kalbar, Kamis. Peringatan hari pangan...
Ibu-ibu di Balikpapan Demo Dukung Transportasi Daring

Ibu-ibu di Balikpapan Demo Dukung Transportasi Daring

BALIKPAPAN – Ratusan ibu-ibu menggunakan kostum serba hijau dan membawa panci mendatangi gedung DPRD Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa, guna menyampaikan sikap menentang penutupan transportasi...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *