Cornelis : Toleransi itu Modal Persatuan

resmikan gereja

Peresmian Gereja Katolik Sekabu Kecamatan Sadaniang Kabupaten Mempawah oleh Gubernur Kalbar Cornelis, Rabu (8/3).(Team/BK.com)

Resmikan Gereja Sekabu

MEMPAWAH – Ketika gaung intoleransi mulai marak di beberapa wilayah di Indonesia, di Kalbar malah sebaliknya, sikap toleransi dijadikan kekuatan persatuan untuk membangun Kalimantan Barat menjadi semakin kuat dan lebih mudah dalam membangun di berbagai bidang.

“Intoleransi yang berkembang di beberapa daerah di Indonesia, ternyata di daerah kita (Kalbar) tidak terjadi dan toleransi harus tetap tumbuh dan kembangkan sampai akhir jaman. Karena kalau kita intoleransi maka negara akan hancur sementara negara besar siap menerkam kita. Kita bisa menjadi pasar, mereka bisa menguasai kita dengan mudah. Jangan seperti negara di Timur Tengah, yang mudah dipecah belah. kita harus tetap ber-Pancasila dengan baik. Iman yang kuat menjadikan kita bisa bersatu kompak di segala bidang, ” ujar Cornelis, pada peresmian Gereja Katolik Sekabu paroki Sungai Pinyuh Kecamatan Sadaniang Kabupaten Mempawah, Rabu (8/3).

Peresmian ditandai penandatanganan prasasti oleh Gubernur Kalbar dan Uskup Agung Pontianak, pemberkatan oleh uskup Agung dan pemotongan pita oleh Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalbar. Hadir juga Ketua DPRD Mempawah Rahmad Satria, serta tamu undangan lainnya.

Cornelis mengatakan, dengan iman yang kuat pengharapan dan kasih, sesama rakyat Indonesia semakin hari semakin baik. Karena kalau Iman kuat, disogok orang pakai narkoba pun tidak mau. “Dengan iman pengharapan dan kasih serta kecerdasan. Kesempatan menerapkan pancasila sila pertama mempermudah pemerintah membangun. Generasi muda semakin cerdas jangan tenggelam dengan situasi saat ini. Bagaimana kita mengendalikan situasi,” ajak Cornelis.

Sementara Uskup Agung Pontianak Mgr. Agustinus Agus, mengharapkan dengan adanya gereja ini pembinaan iman umat semakin ditingkatkan dan kediaman roh kudus di daerah ini karena yang sudsh disatukan dalam sakramen pembabtisan akan dapat selalu berkumpul untuk mendengarkan sabda Tuhan dalam Gereja ini.

Ketua Panitia pembangunan Gereja Santo Yohanes Stasi Sekabu, Ignasius mengatakan, stasi Sekabu masuk wilayah paroki sei Pinyuh Keuskupan Agung Pontianak.

Gereja yang diresmikan itu menurutnya mulai dibangun 9 maret 2013 peletakan batu pertama oleh dr. karolin Margret Natasa saat itu masih anggota DPR RI. Sedangkan tanah hibah dari saudara Tamsah yang merupakan warga setempat.

Pembangunan gereja rangka beton itu menelan biaya Rp781.305.000. Angaran diperoleh dari bantuan Pemprov Kalbar, Pemkab Mempawah, donatur lembaga maupun pribadi serta swadaya umat.

Pastor Paroki Sui Pinyuh, Sajimin, menambahkan, setelah peletakan batu pertama, setahun kemudian baru kerangkanya, karena ukuran besar maka umat swadaya karena ingin punya gereja standar, selsin bantuan pemerintah, pengumpulan dana pembangunan dari aksi paroki mandiri setahun 70-80 juta. Bantuan ordo Fransiskan. “Ketika peletakan batu pertama, ada tiga batu yang diletakan melambangkan bapa putera dan roh kudus,” kenang Pastor Sajimin.

Wakil Bupati Mempawah Gusti Ramlana mengharapkan dengan berkembangnya bidang keagamaan di Mempawah bisa menjadikan kabupaten yang dulunya bernama Pontianak semakin sejuk dan semua bisa bersama sama membangun mempawah tanpa memandang suku ras dan antar golongan.

Ketua pemuda katolik RI, dr Karolin Margret Natasa mengatakan, pembangunan rumah ibadah untuk meningkatkan keiman umat katolik setempat. Karolin yang terpilih menjadi Bupati Landak berpasangan dengan Heriadi itu mengingatkan, agar Gereja yang sudah ada Jangan sekedar bangunan, jangan jadi gereja janda yang pergi hanya ibu-ibu. “Gereja bagus umatnya bagus rajin sembahyang semoga kehidupan umat beragama di Mempawah semakin rukun dan baik,” ujar Karolin. Selain itu dieinya berharap pemuda maupun pemudinya tolong dibina sehingga bisa menjadi generasi muda harapan bangsa yang kuat tahan tempa.

Share Button

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *