Cornelis : Waspadai Penyakit Triple Burden

Gubernur Kalbar, Cornelis.(Ist)

LANDAK – Gubernur Kalimantan Barat Cornelis, mengatakan, tantangan kesehatan saat ini, bahwa  Indonesia menghadapi masalah kesehatan  triple burden, yaitu masih tingginya penyakit infeksi,meningkatnya penyakit tidak menular dan muncul kembali penyakit-penyakit yang seharusnya sudah teratasi.

“Saat ini masih ada penyakit menular yang menjadi masalah kesehatan seperti malaria, Tubercolusis (TBC), diare dan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Namun kematian akibat penyakit tidak menular seperti hipertensi, jantung, diabetes dan kanker juga masih tinggi begitu juga dengan HIV/AIDS,” ujar Cornelis, ketika menjadi inspektur upacara peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-52 tahun 2016 Provinsi Kalbar yang di pusatkan di halaman kantor Bupati Landak. HKN tahun ini mengangkat tema masyarakat hidup Indonesia sehat.

Peringatan HKN ke-52 tahun 2016 di Kabupaten Landak digelar gerakan masyarakat sehat yakni dengan demo cuci tangan pakai sabut dan demo sikat gigi bersama yang dilakukan siswa SD. Selanjutnya kegiatan bhakti sosial operasi katarak dan sunatan massal di RSUD Landak.

Menurut Cornelis, perubahan pola penyakit dewasa ini, dipengaruhi banyak faktor. Seperti perubahan struktur masyarakat dari agratis ke industri, perubahan pola hidup dan pola konsumsi, serta lingkungan yang tidak sehat.

“Dalam menghadapi permasalahan kesehatan secara umum, pemerintah dalam hal ini Kementerian Kesehatan memprioritaskan pembangunan kesehatan pada periode 2015-2019 melalui Program Indonesia Sehat,” ungkap Cornelis.

Program Indonesia Sehat, terang meliputi penguatan promotif, preventif dan pemberdayaan masyarakat, penguatan pelayanan kesehatan serta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang dilakukan dengan strategi perluasan sasaran dan benefit serta kendali mutu dan kendali biaya.

Upaya tersebut kata mantan Bupati Landak itu, difokuskan pada empat program prioritas yaitu percepatan penurunan kematian ibu dan bayi, perbaikan gizi, penurunan prevalensi penyakit akibat infeksi serta pencegahan penyakit tidak menular melalui perubahan perilaku keluarga dan masyarakat, khususnya dalam pengenalan dini terhadap risiko penyakit.

“Hal ini dimaksudkan untuk  membangkitkan kembali  pesan-pesan kesehatan bahwa sehat itu harus dijaga, bergaya hidup sehat, berpartisipasi aktif dalam jaminan kesehatan nasional. Sehingga nantinya, akan terbangun kemandirian masyarakat yang sadar akan kesehatan untuk  mencapai pada Indonesia Kuat,” kata Cornelis.

Dipaparkannya pula, dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang (2005–2024) menetapkan bahwa pembangunan kesehatan menuju ke arah pengembangan upaya kesehatan, dari upaya kesehatan yang bersifat kuratif bergerak ke arah upaya kesehatan Preventif dan Promotif, sesuai kebutuhan  dan tantangan kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Landak Magdalena Nurainy Sitinjak mengatakan sudah 80 persen desa dari 156 desa di Landak menjadi desa siaga, sudah  disiapkan kader dan di SK kan oleh kepala desa, kami mulai dari desa memberikan pengertian dan mau tahu dan menerapkan kesehatan oleh keluarga.

Share Button

Ekonomi[ View All ]

Harga Ikan dan Ayam di Pontianak Naik

Harga Ikan dan Ayam di Pontianak Naik

PONTIANAK – Harga ikan dan ayam di sejumlah pasar yang ada di Pontianak dalam beberapa minggu terakhir mengalami kenaikan cukup signifikan bahkan mencapai di...
Presiden Ingin Warga Perbatasan Menikmati “Satu Harga BBM”

Presiden Ingin Warga Perbatasan Menikmati “Satu Harga BBM”

JAKARTA – Presiden RI Joko Widodo menginginkan masyarakat Papua di pegunungan dan perbatasan bisa menikmati harga BBM dan harga bahan pokok sama dengan wilayah...
Realisasi Investasi Kalbar Semester I Rp8,33 Triliun

Realisasi Investasi Kalbar Semester I Rp8,33 Triliun

PONTIANAK – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kalbar mencatat realisasi investasi Semester I 2017 (Januari -Juni) di Kalbar mencapai Rp8,33...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *