Defisit Anggaran, Pusat Tak Salurkan DAK Sintang Rp33 Miliar

Bukit Kelam di kabupaten Sintang Kalbar, tampak dari kejauhan.(Ist)

SINTANG –  Anggaran Pemerintah Kabupaten Sintang pada tahun 2016 nyaris defisit, karena sekitar Rp33 miliar dana alokasi khusus (DAK) tidak disalurkan pemerintah pusat, sehingga harus menggunakan anggaran daerah.

Hal itu diungkapkan Kepala Badan Pengelelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Sintang, Joni Sianturi.

Menurut dia, tidak disalurkannya DAK sebesar Rp33 miliar ini, karena pemerintah pusat sedang mengalami kesulitan keuangan. “Sehingga sejumlah daerah, terpaksa ada DAK yang tidak bisa disalurkan. Sementara proyek yang harusnya didanai oleh DAK itu, akhirnya kami bayar dengan uang kas daerah dari sumber lainnya,” katanya.

Namun, dana tersebut sebetulnya masuk di dalam APBD Sintang tahun 2016. “Kondisi ini yang menyebabkan APBD 2016 lalu terancam defisit,” katanya.

Di dalam APBD Sintang 2016 lalu, DAK yang seharusnnya diterima Pemkab Sintang sebesar Rp262.328.310.000. Namun, sebanyak Rp33 miliar DAK tidak disalurkan. “Untungnya, kami melaksanakan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan APBD 2016 sehingga tidak defisit,” ungkap dia.

Untuk APBD Sintang tahun 2017, kata Joni, dalam minggu ini sudah mulai berjalan. APBD Sintang ini baru berjalan, karena memang Pemkab Sintang baru melaksanakan SOPD yang baru. Sehingga, harus ada pelantikan para pejabat SOPD baru, dan sudah dilakukan pada akhir Januari lalu.

Joni berharap, sejumlah proyek sudah bisa dilelang pada Maret dan April ini, sehingga tidak ada keterlambatan pelaksanaan proyek.(Ant)

Share Button

Ekonomi[ View All ]

Harga Ikan dan Ayam di Pontianak Naik

Harga Ikan dan Ayam di Pontianak Naik

PONTIANAK – Harga ikan dan ayam di sejumlah pasar yang ada di Pontianak dalam beberapa minggu terakhir mengalami kenaikan cukup signifikan bahkan mencapai di...
Presiden Ingin Warga Perbatasan Menikmati “Satu Harga BBM”

Presiden Ingin Warga Perbatasan Menikmati “Satu Harga BBM”

JAKARTA – Presiden RI Joko Widodo menginginkan masyarakat Papua di pegunungan dan perbatasan bisa menikmati harga BBM dan harga bahan pokok sama dengan wilayah...
Realisasi Investasi Kalbar Semester I Rp8,33 Triliun

Realisasi Investasi Kalbar Semester I Rp8,33 Triliun

PONTIANAK – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kalbar mencatat realisasi investasi Semester I 2017 (Januari -Juni) di Kalbar mencapai Rp8,33...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *