Demam Korea Drama, Rara Jualan Jepang dan Korea Rasa Nusantara

Di Pontianak mulai tumbuh jajanan alternatif dengan menu khas Korea dan Jepang citra rasa nusantara yang dipelopori pengusaha muda di kota itu, selain juga life style untuk pakaian.(foto: SYA/BK.co)

Jadikan GOR Pangsuma Sebagai Pusat Kuliner dan Jangan Adopsi Racun Luar Negeri

PONTIANAK – Rencananya, Kepala Dinas Pariwisata Kota Pontianak, Kalimantan Barat Elfira Hamid akan menjadikan GOR Pangsuma sebagai pusat kuliner khusus hari minggu. Sebab pada hari libur itu banyak yang berolah raga dan berdagang berbagai jenis makanan baik dari luar maupun dari dalam negeri.

Menurut dia, setiap pagi minggu selalu ada penambahan menu makanan yang beragam. Makanan yang ditampilkan ini, merupakan suatu kreatifitas dari masyarakat Kota Pontianak, terutama anak muda. “Para pedagang yang jeli, tentu mengambil peluang dihari minggu yang ramai. Dengan menyajikan masakan dan makanan yang cukup enak rasanya dan menarik serta kreatif,” paparnya usai senam di halaman Gor Pangsuma, Minggu (25/1/2015).

Lanjut dia, yang terlihat kreatif justru dari kalangan anak muda. Untuk kuliner di Kota Pontianak sendiri kata Elfira, sudah cukup dikenal luas. Meskipun ada juga yang menjual makanan berbau luar negeri seperti Korea, Jepang dan Eropa, yang tentu cita rasanya sudah disesuaikan dengan selera Indonesia, atau lidah warga Pontianak. “Ini yang sangat menarik,” aku dia.

Khusus untuk penjual, maka akan dilakukan penataan kedepannya. Sehingga tidak ada perebutan tempat, siapa yang duluan datang maka dialah yang menguasai tempat tersebut. Hal ini kata Elfira, perlu ditata kedepannya, supaya menjadi lebih baik lagi.

Saat ini diakui wanita berjilbab ini, sebagian anak muda Kota Pontianak demam film Korea, mulai dari pakaian hingg makanan. Itu yang mempengaruhi pemuda-pemudi sehingga timbul ide yang baik, dari segi positifnya. “Bukan berarti kita harus meninggalkan budaya dan tradisi kita sendiri. Ambil positifnya dari luar negeri ini, seperti makanan asal Korea dan Jepang ini, Tteokbokki dan Takoyaki serta Okonomiyaki yang sangat enak rasanya. Jangan racun dari luar negeri yang diadopsi, seperti Narkoba dan gula ilegal,” aku dia.

Selain itu, ia juga mengingatkan agar para pedagang yang menjual makanan yang berbau luar negeri, harus memperhatikan kehalalan makanannya. Karena menyangkut kesehatan masyarakat. Jangan sampai para pedagang yang menjual makanan luar negeri, namun merugikan kesehatan masyarakat itu sendiri.

Seperti halnya debu dan banyaknya sampah yang bertebaran di halaman. Seharusnya kata dia, para pedagang menyiapkan tempat sampah agar terjaga kebersihannya. “Kalau di Bandung, kita juga mengenal adanya pasar pagi. Untuk di Pontianak, di GOR Pangsuma ini juga bisa dijadikan pasar pagi setiap hari minggu. Tentunya dengan adanya pasar pagi ini, menjadi suatu hiburan tersendiri bagi masyarakat yang datang ke GOR Pangsuma untuk berolahraga,” paparnya.

Ia juga menambahkan, perlu adanya penataan kawasan perparkiran yang terlihat semeraut. Untuk kedepannya, dalam menyambut hari jadi Kota Pontianak, akan mempergunakan GOR Pangsuma sebagai pusat kuliner tradisional di Kota Pontianak.

Ditemui di lapaknya berdagang, Sesthya Wara Winnia mengatakan, timbul ide menjajakan makanan khas Korea dan Jepang itu berawal dari kerapnya dia menonton K-Drama. Dari bahasa, pakaian hingga makanan dicontek oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Pontianak ini. “Saya demam K-Drama, jadi setiap makanan di film itu selalu ingin saya coba buat. Kebetulan saya hobi memasak,” kata Rara begitu kerap disapa.

Akhirnya, lanjut Rara, dirinya memutuskan untuk join bersama saudara-saudaranya membuka lapak di Gor Pangsuma pada tiap minggu pagi. “Ini memang makanan khas Korea dan Jepang, tapi resepnya saya sesuaikan dengan lidah orang Indonesia,” katanya.

Lapak milik Rara Fams ini ramai dikunjungi pejalan kaki di Gor Pangsuma. Tak heran bila menjadi rebutan, makanan ini baru pertama kali dijual di Indonesia, Pontianak khususnya.

Share Button

Ekonomi[ View All ]

Harga Ikan dan Ayam di Pontianak Naik

Harga Ikan dan Ayam di Pontianak Naik

PONTIANAK – Harga ikan dan ayam di sejumlah pasar yang ada di Pontianak dalam beberapa minggu terakhir mengalami kenaikan cukup signifikan bahkan mencapai di...
Presiden Ingin Warga Perbatasan Menikmati “Satu Harga BBM”

Presiden Ingin Warga Perbatasan Menikmati “Satu Harga BBM”

JAKARTA – Presiden RI Joko Widodo menginginkan masyarakat Papua di pegunungan dan perbatasan bisa menikmati harga BBM dan harga bahan pokok sama dengan wilayah...
Realisasi Investasi Kalbar Semester I Rp8,33 Triliun

Realisasi Investasi Kalbar Semester I Rp8,33 Triliun

PONTIANAK – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kalbar mencatat realisasi investasi Semester I 2017 (Januari -Juni) di Kalbar mencapai Rp8,33...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *