Di Barito Timur, Perajin Butuh Bantuan Modal

rotan

BARITO TIMUR – Sektor kerajinan rotan di Kabupaten Barito Timur, Provinsi Kalimantan Tengah, diyakini memiliki prospek yang cerah. Untuk itu, sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Barito Timur menyambut baik upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab Bartim) dalam meningkatkan kapasitas permodalan pengrajin rotan melalui program Kelompok Usaha Bersama (KUBE).

Untuk diketahui, KUBE merupakan salah satu instrumen Kementerian Sosial dalam mengentaskan kemiskinan.
Melalui strategi besar Program Pemberdayaan Fakir Miskin (P2FM), KUBE dibentuk sebgai wadah penerima modal usaha yang disalurkan melalui perbankan untuk mengelola Usaha Ekonomi Produktif (UEP). Rata-rata setiap KUBE akan mendapat suntikan modal sebesar Rp20 juta.

Terkait hal ini, anggota DPRD Barito Timur, Janjo Briano, menilai KUBE dapat menghidupkan kembali semangat berusaha masyarakat miskin. Menurutnya, para pengrajin hanya memiliki modal yang terbatas. Artinya, para pengrajin hanya mampu memproduksi kerajinan dalam jumlah terbatas pula. Akibatnya, volume penjualan pun juga kecil.

“Bartim ini sebetulnya memiliki sumber daya alam berupa rotan yang melimpah. Namun belum ada yang membentuk usaha sentra kerajinan rotan. Dengan adanya dukungan permodalan, di masa mendatang akan muncul sentra-sentra kerajinan rotan,” kata politisi PDIP ini.

Secara ekonomi, lanjut Janjo, kegiatan usaha yang dilakukan secara kelompok ini bisa menjadi sumber untuk menghitung kekuatan modal, kemampuan bersaing, membangun jejaring, membuka peluang mengakses sumber-sumber dan menciptakan kegiatan ekonomi produktif. Untuk itu, pihaknya terus berupaya mendorong pembinaan usaha kreatif lainnya seperti hasil olahan bahan pokok seperti tahu dan tempe.

“Dengan adanya dana bantuan tersebut akan semakin membuat perekonomian di masyarakat berkembang dan maju,” jelasnya.

Sebelumnya, Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Bartim juga bakal mendirikan 10 koperasi karet di 10 kecamatan yang ada.

Koperasi ini bergerak di bidang pembelian, penyimpanan dan pemasaran hasil karet masyarakat. “Sesuai jadwal, koperasi tersebut beroperasi pada tahun ini. Pemkab juga siap memberi bantuan permodalan,” katanya dikutip dari Borneonews, Jumat (3/4/2015).

Share Button

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *