Dinas Kehutanan Kaltim Ajak Masyarakat Wujudkan GGC

hutan kaltim

Hutan di Kaltim/Ilustrasi.(Ist)

SAMARINDA – Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Timur mengajak semua pihak, termasuk seluruh elemen masyarakat di daerah itu, untuk bersama-sama mewujudkan Green Grouth Compact (GGC).

“Untuk merealisasikan GGC sebagai upaya mempercepat pelaksanaan pembangunan ramah lingkungan di Kaltim, perlu dukungan lintas sektor, termasuk seluruh komponen masyarakat,” kata Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kaltim Wahyu Widhi Heranata di Samarinda, Minggu.

Ia menyatakan bahwa GGC merupakan sebuah komitmen percepatan pembangunan yang pembentukannya melibatkan pemangku kepentingan, yakni pemerintah, swasta, dan masyarakat sipil, untuk mendorong pembangunan hijau guna menyeimbangkan kepentingan ekonomi dan lingkungan hidup.

Guna mendukung dan merealisasikan GGC, menurut Wahyu Widhi Heranata, perlu dukungan dan keterlibatan lintas sektor, tidak hanya sektor kehutanan, perkebunan, pertambangan, pertanian, tetapi juga sektor sosial.

“GGC tidak hanya melakukan penanaman untuk menghijaukan, tetapi bagaimama perilaku bisa diubah menjadi birokrat ataupun pribadi yang andal, jujur, dan cekatan dalam menjalankan roda pemerintahan yang baik,” katanya.

Model seperti itulah, lanjut Wahyu Widhi Heranata, yang akan diciptakan untuk laksanakan tata kelola pemerintah yang baik dan bersih.

Untuk mendukung GGC, Dinas Kehuatanan Provinsi Kaltim telah melakukan berbagai kegiatan yang sifatnya penghijauan, termasuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat dalam menggalakkan perhutanan sosial.

Kegiatan itu, kata Wahyu Widhi Heranata, antara lain, mengajak masyarakat sekitar hutan agar mereka bisa ikut menikmati dan merasakan langsung pembangunan.

“Misalnya, selama ini ada kesenjangan antara masyarakat dan pihak perusahaan. Dengan adanya perhutanan sosial, masyarakat di sekitar hutan bisa diberdayakan,” tuturnya.

Ia menjelaskan bahwa keikutsertaan masyarakat sekitar hutan dengan bentuk empat pola, yakni hutan kemasyarakatan, hutan tanaman rakyat, hutan desa, dan pola huta kemitraan.

“Pola itulah yang menjadi dasar pemerintah untuk mengajak masyarakat dan perusahaan agar bersama-sama dalam membangun kemitraan sehingga masyarakat sekitar bisa hidup sejahtera,” katanya.(Ant)

Share Button

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *