Ekosistem di Hutan Bentang Alam, Pemprov Kaltim Gandeng Yayasan Belantara

kawasan Hutan Adat Wehea di Kutai Timur, Kalimantan Timur.(Istimewa)

SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menjalin kerja sama dengan Yayasan Belantara sebagai penyandang dana dalam program pengelolaan ekosistem di kawasan Hutan Bentang Alam Kutai, Kalimantan Timur.

Ketua Dewan Daerah Perubahan Iklim Daddy Ruhiyat di Samarinda, Senin kemarin mengatakan kerja sama dengan yayasan Belantara

tersebut akan berlangsung selama tiga tahun dimulai tahun 2017 ini hingga tahun 2020.

“Pemerintah Provinsi Kaltim melalui DDPI telah melakukan MoU dengan yayasan Belantara, untuk melaksanakan program perlindungan ekosistem di bentang alam kutai, dan mereka sepakat sebagai penyandang dananya,” jelasnya.

Ia menjelaskan bentang alam Kutai merupakan kawasan ekosistem yang cukup strategis karena didalamnya ada Taman Nasional Kutai (TNK) dan sejumlah hutan alam lainnya yang berada di wilayah kabupaten Kutai Kartanegara, luas arealnya sekitar 800 ribu hektare.

Menurut Ruhiyat, kerja sama ini meliputi program restorasi atau penanaman kembali sejumlah ekosistem tanaman yang mulai menurun.

Kemudian proteksi yaitu melindungi kawasan hutan dari sejumlah bencana dengan mengajak masyarakat sekitar terlibat dalam pengawasan hutan dari perambahan dan juga musibah kebakaran hutan.

Poin lainnya, tambah Ruhiyat, terkait dengan program kehutanan sosial dengan sasaran untuk menyejahterakan masyarakat di kawasan hutan.

“Semua program ini akan mendapatkan bantuan dana dari Yayasan Belantara, dan teknisnya akan dilaksanakan oleh LSM, universitas maupun lembaga lokal lainnya yang punya program untuk pengelolaan ekosistem hutan,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Yayasan Belantara Sri Maryati mengatakan bahwa yayasan belantara merupakan akrnim dari Bersama Lestarikan Nusantara.

Ia mengatakan yayasan ini telah beroperasi sejak 2016 kemarin dan telah memfasilitasi sejumlah provinsi seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan dan Kalimantan Barat dalam melaksanakan program pengelolaan ekosisem hutan.

“Kami hanya fasilitator, adapun pelaksana dilapangan tetap lembaga lokal baik LSM atau universitas yang tentunya sudah terseleksi oleh Dewan Daerah Perubahan Iklim di Kaltim ini,” katanya.

Ia mengatakan bahwa yayasan belantara mendapatkan kucuran dana sebesar 50 juta US dolar dari Asia Pulp & Paper Group (APP)untuk kegiatan pemeliharaan kelestarian hutan Indonesia dari tahun 2016- 2020.

Share Button

Ekonomi[ View All ]

APBD-P 2017 Kaltim Naik Menjadi Rp8,2 Triliun

APBD-P 2017 Kaltim Naik Menjadi Rp8,2 Triliun

SAMARINDA – Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan tahun 2017 Provinsi Kalimantan Timur yang disepakati pemerintah provinsi dan DPRD melalui rapat paripurna di Samarinda,...
APBD 2017 Kabupaten Penajam Defisit Rp200 Miliar

APBD 2017 Kabupaten Penajam Defisit Rp200 Miliar

PENAJAM – Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah tahun 2017 Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, kembali mengalami defisit dengan kekurangannya mencapai sekitar Rp188 miliar...
Keberadaan Perusahaan Karet Perlu Diperbanyak di Kalteng

Keberadaan Perusahaan Karet Perlu Diperbanyak di Kalteng

PALANGKARAYA – Anggota Komisi B DPRD Kalimantan Tengah, Lodewik Christopel Iban menyebut pemerintah provinsi dan pemkab/pemko Kota se-Kalteng perlu mendatangkan dan memperbanyak perusahaan karet...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *