Gawai Dayak, Penghargaan Kearifan Lokal Budaya

P_20170520_110207

Presiden Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) Cornelis membuka Pekan Gawai Dayak ke 32 di Pontianak Kalimantan Barat, Sabtu (20/5).(OK/BK.com)

PONTIANAK – Dayak memiliki 405 sub suku yang berdampingan dengan Sabah Sarawak Malaysia yang saling menjaga budaya dan keharmonisan manusia serta  alam dan lingkungan.

Presiden MADN (Majelis Adat Dayak Nasional) Cornelis mengaskan Dayak juga memiliki beragam agama, dan adat istiadat sama dengan ribuan suku lainnya di Indonesia yang harus dilestarikan sepanjang masa.

Soal pelestarian ini telah dirintis lama oleh Gubernur-gubernur sebelumnya. Yang diharapkan terus dilanjutkan oleh generasi mendatang.

“Budaya ini sebagai rahmat yang diberikan Jubata kepada kita, harus kita jaga dan kita hormati serta lestarikan, demi anak cucu kita,” kata Cornelis.

Cornelis yang juga Gubernur Kalbar dalam Sambutan dengan bahasa Dayak, meminta kepada Jubata untuk selalu selamat dunia dan akherat.

Cornelis menghimbau kepada masyarakat Dayak khususnya untuk selalu menjaga keharmonisan, kerukunan serta tak lupa tetap melestarikan budaya sebagai anugerah Tuhan dan memegang teguh kejujuran.

“Kearifan lokal harus tetap dijaga dan dilestarikan, kalau bisa menularkan toleransi yang baik kepada masyarakat,” ujarnnya, yang sekaligus berterimakasih kepada tamu undangan yang mengahdiri Pekan Gawai Dayak ke 32 ini.

Gawai menurutnya merupakan wahana sekaligis wadah pelestarian budaya khususnya Dayak yang dituangkan dalam wujud sukur dalam kehidupan. “Bacuramin ka surga basengat kajubata,” ungkapnya.

Dikatakannya wujud sukur kepada Jubata atas rezeki yg berlimpah. Panen juga mengingatkan kita akan ancaman pangan dunia.

Untuk itu Cornelis menghimbau, agar tetap menjaga hutan dan lingkungan dengan harmonis. “Karena hutan sebagai paru-paru dunia, kalau tidak Kalimantan tenggelam dan suhu dunia semakin naik,” jelasnya.

Dalam Gawai Dayak ke 32 ini, Dia menapresiasi kerja panitia sebagai bentuk pengembangan budaya dan pariwisata. Selain dihimbaunya agar sumber daya manusia Dayak harus terus ditingkatkan dan berkualitas.

“Diharapkan Gawai membawa wisatawan baik lokal maupun mancangera, mampu membawa devisa dan usaha perhotelan serta restauran semakin berkembang, juga usaha- usaha lainnya yang berhubungan dengan wisata,” harapnya.

Cornelis menyampaikan pesan Presiden RI bahwa Pariwisata menjadi sektor andalan guna mendulang pendapatan pemerintah dan masyarakat, khususnya di Kalimantan Barat. Karena selama 10 tahun ini perhotelan di Kalbar tumbuh subur bak jamur di musim hujan.

Untuk itu, lanjutnya, para Bupati dan Walikota diminta memperhatikan infrastruktur guna menunjang sektor Pariwisata khususnya jalan, hotel dan restauran, serta lingkungan dan kesehatan.

Share Button

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *