Gubernur Cornelis Dorong Ekspor Komoditas Pertanian ke Sarawak

Gubernur Kalbar Cornelis dalam rapat pembahasan isu perdagangan Lintas Batas Sarawak-Indonesia di Konsulat Jenderal RI Kuching, Sarawak Malaysia, Selasa (11/4).(Team BK.com)

Bahas Perdagangan Lintas Batas

KUCHING – Diresmikannya tiga Pos Lintas Batas Negara (PLBN)  RI di Kalimantan Barat belum lama ini oleh Presiden Joko Widodo, yakni PLBN Badau, PLBN Entikong dan PLBN Aruk, menjadikan daerah tersebut mampu berbenah dan berkembang, karena sesuai harapan Gubernur Kalimantan Barat Cornelis di beberapa kesempatan, dimana Kalimantan Barat khususnya dan Indonesia umumnya jangan sampai hanya menjadi daerah tujuan impor saja, atau hanya tempat lalu lintas barang, namun juga harus mampu  berperan sebagai eksportir dengan memanfaatkan potensi daerah yang ada,  baik pertanian, perkebunan dan perikanan. Karena jalur perbatasan yang strategis akan menjadikan daerah tersebut sebagai tempat pertumbuhan ekonomi baru.

“Yang jelas ketika kami rapat tanggal 14 (April) lalu, tegas-tegas Presiden minta kepada Kementerian terkait agar segera melakukan regulasi supaya border ini bisa menjadi daerah pertumbuhan ekonomi baru. Mudah-mudahan cepatlah, dan para investor bisa membangun kawasan ekonomi khusus di Aruk dan di Badau,” ujar Cornelis, dalam rapat pembahasan isu perdagangan Lintas Batas Sarawak – Indonesia di Konsulat Jenderal RI Kuching, Sarawak Malaysia, Selasa (11/4). Hadir dalam pertemuan tersebut, Konsul Jenderal RI Kuching Jahar Gultom, Kapolda Kalbar Irjen Pol. Musyafak, Kodam XII Tanjungpura, dan instansi terkait lainnya.

Dijelaskan Cornelis pula, dengan diresmikannya tiga PLBN di Kalbar, harus sudah dipersiapkan bagaimana hasil pertanian dan perkebunan di Indonesia khususnya di Kalbar bisa di ekspor ke Malaysia atau melalui jalur Perbatasan RI-Malaysia, termasuk komoditas cabe dan beras, “Ini sudah diperintah oleh Presiden, kita akan ketinggalan jaman kalau tidak segera berbuat, percuma border kita bangun bagus-bagus tapi secara ekonomi tidak menguntungkan kita, bagaimana kita bisa untung, biaya pembangunan dalam jangka waktu tertentu dengan pajak yang kita ambil bisa mengembalikan biaya bangunan itu, kalau segi keamanan Polri dan TNI sudah lengkap sudah amah kok, soal orang lewat bawa shabu tangkap.” papar Cornelis.

Dengan dibukanya PLBN, kata Mantan Bupati Landak itu, Kalimantan Barat berupaya meningkatkan produksi di berbagai bidang pertanian dan perkebunan, karena tidak ada lagi yang dikuatirkan untuk membuka kran ekspor-impor melewati tiga PLBN tersebut.

“Ekspor kita kalau memang bisa lebih banyak, jangan kita lalu tergantung pada mereka (Malaysia) paling tidak ada perimbangan, kalau sahang, karet dan beras, kita bisa memproduksinya, demikian juga sawit dan CPO,” kata Cornelis.

Terkait dengan tenaga kerja Indonesia (TKI), Ketua DPD PDI Perjuangan itu berupaya semaksimal mungkin supaya TKI yang masuk legal dan memenuhi aturan yang berlaku di negara setemlat, dengan mempermudah sistem pelayanan administrasi, “Kita beri pelayanan murah, malah bikin paspor murah, online lagi, kita sadarkan masyarakat kita kalau mau kerja tolong dokumen kerja dilengkapi. Jangan merasa sama omong, sama budaya, tapi lupa dengan negara berbeda,” lanjut Cornelis lagi.

Selain perdagangan Lintas Batas, dalam rapat tersebut juga dibahas masalah, Pemotongan Bukit, pengaturan lalu lintas kendaraan di Aruk, Nanga Badau dan Putussibau, Pemberian Dokumen kepada WNI di wilayah Bario, Pengawasan Jalur-Jalur Tikus (Singkawang/Jagoi Babang-Sirikin), dan beberapa isu lainnya terkait perbatasan.

Share Button

Ekonomi[ View All ]

Harga Ikan dan Ayam di Pontianak Naik

Harga Ikan dan Ayam di Pontianak Naik

PONTIANAK – Harga ikan dan ayam di sejumlah pasar yang ada di Pontianak dalam beberapa minggu terakhir mengalami kenaikan cukup signifikan bahkan mencapai di...
Presiden Ingin Warga Perbatasan Menikmati “Satu Harga BBM”

Presiden Ingin Warga Perbatasan Menikmati “Satu Harga BBM”

JAKARTA – Presiden RI Joko Widodo menginginkan masyarakat Papua di pegunungan dan perbatasan bisa menikmati harga BBM dan harga bahan pokok sama dengan wilayah...
Realisasi Investasi Kalbar Semester I Rp8,33 Triliun

Realisasi Investasi Kalbar Semester I Rp8,33 Triliun

PONTIANAK – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kalbar mencatat realisasi investasi Semester I 2017 (Januari -Juni) di Kalbar mencapai Rp8,33...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *