Gubernur ini Rajin Menyambangi Rakyatnya

cr dan rakyat

Gubernur Kalimantan Barat Cornelis MH tengah bersantai saat berbincang-bincang dengan rakyatnya di Singkut Buluh Kecamatan Sengah Temila Kabupaten Landak, Minggu (1/5), di sebuah Warung. Orang nomor satu di Kalimantan Barat itu sejak camat sampai Gubernur rajin masuk keluar kampung melihat langsung kondisi masyarakat yang dipimpinnya.(HC)

Masuk kampung keluar kampung, dari desa ke desa di pedalaman Kalimantan Barat, bertemu langsung rakyatnya, serta melihat perkembangan pembangunan yang terjadi, merupakan pekerjaan rutin yang selalu dilakukan orang nomor satu Kalimantan Barat, Gubernur Cornelis MH.

Cornelis menanamkan sikap melayani bukan dilayani. Rakyat satu persatu tanpa bosan dilayaninya apa adanya, dan terbuka. Sikap melayani ini sudah lama dilakukannya sejak menjabat sebagai Camat Menjalin di Kabupaten Landak, kemudian menjabat Bupati di Kabupaten yang sama dan berlanjut saat Cornelis menjabat Gubernur Kalbar untuk dua periode ini.

Seperti yang terekam saat Minggu (1/5), sehari sebelum memperingati Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2016, Ketua DPD PDI Perjuangan ini menyempatkan untuk memotivasi masyarakat soal pentingnya pendidikan demi menggapai masa depan yang lebih baik.

Cornelis saat berbincang dengan warga Singkut Buluh Kecamatan Sengah Temila, Landak, mengingatkan pentingnya pendidikan untuk masa depan seseorang, karena dengan pendidikan pengetahuan untuk hidup bisa didapat, “Ada kesempatan sekolah, sekolahlah tinggi-tinggi agar bisa membangun daerah,” ujar Cornelis.

Dirinya mengingatkan generasi muda di Kalimantan Barat supaya menuntut ilmu sampai perguruan tinggi, mengingat tantangan ke depan yang semakin berat, seperti menghadapi masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang persaingannya sudah secara global, sehingga perlu meningkatkan kualitas seseorang baik secara pendidikan maupun karakter dan kinerja.

Retno (36) warga Singkut Buluh yang ikut berbincang dengan Gubernurnya itu mengakui pendidikan memang penting, dikatakannya dengan pendidikan bisa bekerja di berbagai sektor baik pemerintahan maupun swasta.

Di satu sisi, Cornelis tidak henti-hentinya mengingatkan generasi muda agar menjauhi narkoba, pergaulan bebas serta aliran radikal yang bisa menghancurkan masa depan. Karena menurut Presiden Dayak itu, perang sekarang bukan perang konvensional menggunakan senjata, namun suatu bangsa menguasai bangsa lain dengan merusak generasi muda dan budaya secara terstruktur dan masif (proxy war).

Bertemu dengan rakyat secara langsung memang makanan Cornelis sehari-hari, karena menurutnya rakyat memotivasinya untuk membangun Kalbar lebih baik lagi. Selain melihat realita yang terjadi, sehingga laporan anak buah singkron dengan fakta sebenarnya. Blusukan yang dilakukannya dengan singgah di rumah dan warung-warung masyarakat, berbaur dan berbincang-bincang, kadang membuat masyarakat terperangah.(OK/HC)

 

Share Button

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *