Industri Rumahan: Tingkatkan Ekonomi Keluarga, Warga Olah Lele Jadi Abon

Pelatihan Kuliner di Kelurahan Siantan Hulu

Mendengar nama Ikan Lele tentu semua masyarakat mengetahui jenis ikan air tawar yang tergolong mudah didapat dan dijual maupun dipelihara. Biasanya ikan ini hanya dijadikan sebagai masakan dengan digoreng sebagai menu pecel lele ataupun dijadikan lauk dengan olah hanya di goreng.  

Melalui Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi (Disperindagkop) dan UKM Kota Pontianak sebanyak 25 orang warga menjadi perserta dalam kegiatan pelatihan aneka makanan selama tiga hari mulai tanggal 18 – 20 November 2014 di Kelurahan Siantan Hulu Kecamatan Pontianak Utara. 

Dalam pengolahannya, ikan lele ternyata dapat dikreasikan menjadi abon lele. Selain membuat abon ikan lele, pelatihan ini sendiri juga mengajarkan peserta dalam membuat aneka kuliner dari non beras. Misalnya kejora singkong, srikaya pisang, dara bertepur, bingke kentang, semar mendem singkong dan lain sebagainya.

Instruktur kerajinan dari PKK Kelurahan Siantan Hulu, Azizah menyatakan, pengolahan ikan lele menjadi abon tidaklah rumit seperti yang dibayangkan. Untuk abon ikan lele, dibuat cukup mudah yakni dengan komposisi antara ikan lele, tebu, kelapa (santan), dan bumbu khusus dari campuran ketumbar, bawang merah, bawang putih, dan lain-lain. 

“Sebelum menjadi abon, ikan dikukus diatas tebu lalu dihancurkan, lalu bumbu ditumis bersama santan hingga kental dan masukan ikan sampai kering dan abon lele nikmat pun siap disantap,” ungkapnya. 

Sementara itu khusus untuk aneka kerajinan kuliner non beras dengan cara dikukus ini, berkomposisi dari bahan yang mudah diperoleh di kawasan Pontianak Utara, seperti ubi ungu, ubi rambat, singkong dan aneka jenis umbi-umbian lainnya. Dan pengolahan makanan non beras itu dijelaskannya, tidak menggunakan tepung seperti terigu dan beras, dan bahan yang digunakan pun mengandung vitamin dan protein yang baik bagi balita. 

Kepala Bidang Industri Disperindagkop dan UKM Kota Pontianak, Gusti Umri mengatakan mayoritas masyarakat khususnya di Kota Pontianak belum mengetahui apa itu abon lele. 

“Sebab selama ini masyarakat hanya mengenal abon yang terbuat dari daging sapi. Padahal selain mengandung banyak protein dan rendah lemak, abon lele secara rasa juga tidak kalah enaknya dibandingkan dengan abon daging sapi yang sudah dikenal dimasyarakat,” ujarnya, Selasa (18/11/2014) di Aula Kantor Lurah Siantan Hulu.

Sehingga  dengan kegiatan yang dilatih langsung anggota PKK Kelurahan Siantan Hulu ini, selain diharapkan mendapatkan keterampilan dalam mengolah aneka makanan, juga dapat meningkatkan perekonomian keluarga. 

“Setidaknya pelatihan ini dapat menciptakan sebuah ikon baru untuk Kota Pontianak dalam dunia kuliner, seperti makanan ciri khas asam pedas dan lain sebagainya,” ujarnya. 

Sementara itu, Nur Hasanah (36) peserta pelatihan warga Kelurahan Siantan Hulu Kecamatan Pontianak Utara mengatakan, jika dengan pelatihan ini dirinya merasa terbantu dengan ilmu yang baru di dapatinya itu. Wanita yang juga merupakan seorang pengajar dan memiliki usaha toko kelontong ini berinisiatif akan mentransfer ilmu yang didapatnya sehingga dapat menularkan perubahan dalam perbaikan ekonomi keluarga bagi yang membutuhkan. 

“Saya akan mensosialisasikannya di lingkungan sekolah, terutama kepada orang tua murid, bagaimana membuat kue yang baik. Sehingga, tidak hanya perekonomian diri saya sendiri yang meningkat, namun juga berimbas terhadap warga lain khususnya di lingkungan di sekitar tempat saya tinggal,” ungkapnya.(foto: Ist) 

Share Button

Ekonomi[ View All ]

Harga Ikan dan Ayam di Pontianak Naik

Harga Ikan dan Ayam di Pontianak Naik

PONTIANAK – Harga ikan dan ayam di sejumlah pasar yang ada di Pontianak dalam beberapa minggu terakhir mengalami kenaikan cukup signifikan bahkan mencapai di...
Presiden Ingin Warga Perbatasan Menikmati “Satu Harga BBM”

Presiden Ingin Warga Perbatasan Menikmati “Satu Harga BBM”

JAKARTA – Presiden RI Joko Widodo menginginkan masyarakat Papua di pegunungan dan perbatasan bisa menikmati harga BBM dan harga bahan pokok sama dengan wilayah...
Realisasi Investasi Kalbar Semester I Rp8,33 Triliun

Realisasi Investasi Kalbar Semester I Rp8,33 Triliun

PONTIANAK – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kalbar mencatat realisasi investasi Semester I 2017 (Januari -Juni) di Kalbar mencapai Rp8,33...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *