Ini Pesan Presiden MADN Pada Natal Oikoumene di Rumah Radakng

oikumene-2fixed

Presiden MADN yang juga Gubernur Kalbar Cornelis, bersama Isteri Ny.Frederika Cornelis, Wakil Gubernur Kalbar Christiandy Sanjaya, beserta Isteri Ny. Karyanty Sanjaya, dan Ketua Natal Oikumene Pemprov Hatta Menyalakan Lilin pada perayaan Natal Oikoumene di rumah Radakng, (6/1).(Ist)

PONTIANAK – Presiden Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) Cornelis, berpesan kepada umat kristiani dan masyarakat Dayak agar tetap menjaga persatuan dan kesatuan sebagai Bangsa Indonesia, selalu mendoakan bangsa dan negara ini agar tetap aman. Pesan juga disampaikan kepada Pastor, suster, para pendeta dan hamba Tuhan agar dapat bekerja dengan sungguh-sungguh, dapat memberikan pencerahan dapat memberikan damai sejahtera bagi umatnya.

Demikian juga dengan umat yang lain, “Kita harus toleransi, menghargai, saling menghormati. Ini penting, kalau saya boleh kutip pidato Bung Karno, kalau jadi Hindu jangan jadi Orang India, Kalau jadi Islam jangan jadi Orang arab, Kalau jadi Kristen jangan jadi Orang Yahudi. Tetaplah Jadi Orang Nusantara Dengan Adat-Budaya Nusantara Yang Kaya Raya ini,” ujar Cornelis dengan lantang pada Natal Oikoumene di Rumah Radakng Pontianak, Jumat malam, (6/1). Natal bersama ini juga dihafiri  Wakil Gubernur Kalimantan Barat Christiandy Sanjaya, Ny. Frederika Cornelis, Ny. Karyanti Sanjaya, Forkopimda Provinsi Kalbar, para uskup se Kalbar dan tamu undangan lainnya.

“Terima Kasih kepada seluruh jajaran pemerintah baik atas sampai tingkat bawah bersama-sama jajaran TNI dan Polri yang ada di kalbar untuk menjaga keamanan yang ada. Ini semua berkat kebersamaan, terima kasih untuk semua, karena dengan  aman maka kita bisa merayakan Natal 2016,” ujar Cornelis.

Cornelis yang juga Gubernur Kalbar itu mengingatkan, 2017 ini di kalbar ada 2 daerah yang akan mengadakan pemilihan kepala daerah, kabupatrn Landak dan Kota Singkawang. Dirinya mengajak masyarakat mensukseskan pemilihan umum kepala daerah dengan memberikan kondisi yang aman, jangan mudah terpancing dengan hal-hal yang tidak di inginkan atau menjadi provokator karena hal tersebut akan merusak ke amanan dan kenyamanan di Kalbar. Natal bersama yang dilaksanakan setiap tahun, menurut mantan Bupati Landak itu, untuk mensyukuri rahmat Tuhan. Persoalan yang muncul 2016, bersama pemerintah bisa diatasi.

Dalam sambutan tertulis atas nama pemprov Kalbar, Wakil Gubernur Christiandy Sanjaya mengatakan  perayaan ini menjadi sumber anugrah dan inspirasi bagi semua untuk pembaharuan diri agar bersama-sama mewartakan karya keselamatan dalam hidup sehari-hari. “Momentum perayaan Natal ini kiranya menjadi media perenungan bagi kita,terhadap kisah kelahiran, perjalanan hidup dan karya-karya besar sang juru selamat”, ujar Christiandy.

Lebih lanjut Christiandy Sanjaya mengatakan saat ini kerukunan umat beragama sedang mengalami ujian, dimana sikap toleransi dan saling menghormati antar umat beragama mengalami pergesekan yang berujung pada rasa ketidaknyamanan masyarakat dan instabilitas pembangunan sektor keagamaan, karena telah memicu terjadinya kekurangharmonisan umat beragama di beberapa daerah.

Selain hal di atas, permasalahan narkoba dan obat-obatan terlarang juga menjadi tantangan, ini sangat mengancam kehidupan kesehatan bangsa. “Saya mengajak saudara sekalian agar tetap beraktivitas seperti biasa, hindari hal tersebut dan tetap setia mendoakan para pemimpin bangsa agar dapat menyelesaikan semua persoalan yang ada demi kesejahteraan kita bersama,” kata Christiandy Sanjaya.

Share Button

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *