Inisiatif Lokal Pengaruhi Pengendalian Iklim Global

Gubernut Kalbar Cornelis bersama mantan Menteri LH Sarwono K, Bupati Landak Karolim MN, Dekat Untan Dr Gusti Hardiansyah dan pembicara lainnya dalam talkshow Aksi Pengendalian Perubahan Iklim di Pontianak, Selasa (1/8/2017).(Team BK.com)

 

PONTIANAK – Inisiatif di tingkat lokal perlu terus didorong sebagai aksi nyata dalam pengendalian perubahan iklim. Sementara sinergitas antar pemerintah diharapkan bisa meningkatkan pemahaman akan pentingnya isu tersebut.

Ketua Dewan Pertimbangan Pengendalian Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Sarwono Kusumaatmaja menyatakan saat ini berbagai perundingan di tingkat internasional terus dilakukan untuk mencari solusi perubahan iklim. Namun, bisa dipastikan butuh waktu lama untuk mencapai solusi tersebut karena mencapai kesepakatan ratusan negara bukan hal mudah.

“Untuk itu inisiatif dan aksi di tingkat lokal harus terus didorong,” kata Sarwono saat talkshow Aksi Pengendalian Perubahan Iklim di Pontianak, Selasa (1/8/2017).

Acara yang diselenggarakan atas undangan Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Cornelis tersebut diharapkan bisa mengarusutamakan isu pengendalan perubahan iklim di Kalbar.

Sarwono melanjutkan, inisiatif di tingkat lokal bisa dilakukan pada level provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, bahkan di desa. Inisiatif ini bukan tidak mungkin akan mempengaruhi proses negosiasi di tingkat internasional.

Sarwono menjelaskan, perubahan iklim sangat nyata terjadi. Terbaru, gunung es di Antartika terbelah dengan berat mencapai 1 triliun ton. Sementara di Indonesia kejadian kebakaran hutan dan lahan kerap terjadi.

Dia mengakui, tak semua elemen masyarakat memiliki pemahaman akan pentingnya upaya pengendalian perubahan iklim. Oleh karena itu kegiatan yang bersifat partisipasi, upaya komunikasi, dan inovasi perlu terus dilakukan.

Sementara itu Bupati Landak Kalimantan Barat Karolin Margret Natasa menegaskan isu perubahan iklim dan pelestarian lingkungan dan hutan merupakan bagian dari program pembangunan Kabupaten Landak.

Meski demikian, dia mengaku, pemahaman yang terbatas tentang isu tersebut masih menjadi tantangan. Contohnya penanaman pohon. Meski mudah dan berdampak besar pada penyerapan Gas Rumah Kaca (GRK), namun ternyata cukup sulit untuk mengajak masyarakat untuk menanam pohon.

Untuk itu dia menekankan pentingnya sinergitas atas program pembangunan pemerintah. “Dalam pemanfaatan dana desa misalnya, Kementerian Desa dan KLHK bisa mendorong untuk kegiatan penanaman pohon. Jangan hanya untuk rabat beton,” katanya.

Contoh sinergitas antar pemerintah yang diperlukan antara lain adalah dalam program cetak sawah. Karolin menyatakan akan sangat baik jika program cetak sawah dilakukan di desa yang rawan kebakaran. Harapannya bisa mencegah masyarakat untuk membuka lahan dengan cara membakar yang bisa berdampak buruk bagi emisi GRK.

Kebijakan lain terkait isu perubahan iklim yang kini didorong Bupati Karolin adalah memacu Desa untuk menerbitkan Peraturan Desa tentang Hutan Adat. Lewat kebijakan ini masyarakat desa diharapkan bisa berperan aktif menjaga hutannya. Kebijakan tersebut juga untuk mengantisipasi lambannya penerbitan Peraturan Desa tentang Masyarakat Adat karena proses politik di DPRD.

Karolin juga mengingatkan pelaku usaha di Landak untuk memperhatikan isu perubahan iklim. Pasalnya, isu tersebut bisa berdampak pada komoditas yang dihasilkan di pasar internasional.

Share Button

Ekonomi[ View All ]

Kebutuhan Gula Di Kalsel Anjlok

Kebutuhan Gula Di Kalsel Anjlok

BANJARMASIN– Ketua Asosiasi Gula Bersatu Kalimantan Selatan Aftahuddin mengatakan Kebutuhan gula di provinsi ini anjlok dari sebelumnya 12 ribu ton per bulan menjadi hanya...
Mentan Buka Hari Pangan Sedunia Di Kalbar

Mentan Buka Hari Pangan Sedunia Di Kalbar

KUBU RAYA – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman membuka peringatan hari pangan sedunia XXXVII yang digelar di Kubu Raya, Kalbar, Kamis. Peringatan hari pangan...
Ibu-ibu di Balikpapan Demo Dukung Transportasi Daring

Ibu-ibu di Balikpapan Demo Dukung Transportasi Daring

BALIKPAPAN – Ratusan ibu-ibu menggunakan kostum serba hijau dan membawa panci mendatangi gedung DPRD Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa, guna menyampaikan sikap menentang penutupan transportasi...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *