Inovasi Alat Pengaduk Multifungsi

Juara Pertama Lomba Gugus Kendali Mutu Tingkat Nasional

 
BALIKPAPAN – Efektifitas merupakan sumber pemikiran lahirnya penciptaan ide untuk membuat alat pengaduk fungsional yang kini telah mendapat pengakuan baik di tingkat lokal maupun nasional. Bagi Yuni, panggilan akrab dari Riswahyuni sosok yang telah lama menggeluti pengelolaan penganan khas berbahan dasar salak dari kawasan perkebunan di kilometer 21, kelurahan Karang Joang, Jalan Soekarno-Hatta Balikpapan.

Alat pengaduk multifungsi ini adalah jalan keluar dari semua kendala yang dialaminya ketika memproduksi dodol salak, yang menjadi salah satu pengembangan produk olahan salak miliknya yang diberi merek Cake Salak Kilo Balikpapan.

Sebagai seorang ibu rumah tangga, Yuni tak berhenti berinovasi untuk pengembangkan usaha yang telah dibesarkan sejak tiga tahun lalu. Ketika pertama kali memperkenalkan alat pengaduk multifungsi hasil pemikirannya tersebut, banyak mendapat respon positif, termasuk sang suami juga mendukung upaya Yuni untuk memperkenalkan salak sebagai salah satu komoditi unggulan khas Kota Balikpapan.

Akhirnya alat pengaduk fungsional ini berhasil menjadi Juara 1 Lomba Gugus Kendali Mutu Tingkat Nasional 2013 lalu.

“Awalnya kepikiran bagaimana caranya supaya tidak capek mengaduk dodol yang memakan waktu sekitar 6 jam ini. Karena tidak hanya memakan waktu dan tenaga dalam proses produksi dodol menjadi kendala untuk saya dan teman-teman, mengingat adonan dodol ini cukup berat dan melelahkan. Kemudian coba dirancang alat bantu yang memudahkan kinerja produksi bersama teman saya dan akhirnya tercipta alat pengaduk fungsional ini,” jelas Yuni antusias.

Ketika ditanya mengenai kontribusi efektif dari alat ini, ia menyebutkan sekitar 80 persen terbantu karena rancangan teknologi sederhana yang diterapkan melalui sistem gearbox, bisa dilakukan secara digital dan hanya memerlukan waktu 4 jam.

Beberapa tahapan dalam penyempurnaan ini juga dilakukan termasuk membenahi polusi suara dengan alat peredam suara dan juga alat pendingin untuk memaksimalkan mesin yang membutuhkan anggaran senilai Rp15 juta untuk rancangan dan material.  

Kedepan, ia juga ingin karya yang diciptakan tersebut berdaya guna bagi mereka yang juga menjalankan usaha yang sama. Pasalnya selain efektif, bahan dasar material dan sistem kerja dari mesin ciptaannya ini cukup sederhana, dengan menggunakan tabung gas dan listrik berkapasitas 350 watt.

“Proses pembuatan hak paten tengah dilakukan, dan rencananya mau buat alat yang sama dengan kapasitas yang lebih besar,” pungkasnya.(SR)

Share Button

Ekonomi[ View All ]

Harga Ikan dan Ayam di Pontianak Naik

Harga Ikan dan Ayam di Pontianak Naik

PONTIANAK – Harga ikan dan ayam di sejumlah pasar yang ada di Pontianak dalam beberapa minggu terakhir mengalami kenaikan cukup signifikan bahkan mencapai di...
Presiden Ingin Warga Perbatasan Menikmati “Satu Harga BBM”

Presiden Ingin Warga Perbatasan Menikmati “Satu Harga BBM”

JAKARTA – Presiden RI Joko Widodo menginginkan masyarakat Papua di pegunungan dan perbatasan bisa menikmati harga BBM dan harga bahan pokok sama dengan wilayah...
Realisasi Investasi Kalbar Semester I Rp8,33 Triliun

Realisasi Investasi Kalbar Semester I Rp8,33 Triliun

PONTIANAK – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kalbar mencatat realisasi investasi Semester I 2017 (Januari -Juni) di Kalbar mencapai Rp8,33...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *