Jokowi: PLBN Entikong Harga Diri dan Martabat Bangsa

img_7099

Peresmian PLBN Entikong oleh Jokowi, Tjahjo Kumolo, Basuki Hadimuljono dan Cornelis.(Ist)

ENTIKONG  – Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dan Gubernur Kalimantan Barat Cornelis MH meresmikan Pos Lintas Batas Negara Entikong di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Rabu (21/12). Peresmian ditandai dengan penekanan tombol peresmian dan penandatangan prasasti oleh Presiden Jokowi.

“Inilah sebuah kebanggaan, harga diri dan martabat yang ingin kita bangun, bahwa kita negara besar, nyatanya kita bisa,”kata Presiden Jokowi.

Turut hadir dalam acara peresmian tersebut Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Anggota DPR Komisi V Nusyirwan Soejono, dan Dirjen Bea Cukai Heru Pambudi.

Presiden Jokowi yang juga didampingi Ibu Negara Iriana Widodo, meminta setelah PLBN Entikong diresmikan diikuti dengan pengembangan kawasannya guna meningkatkan pergerakan ekonomi di perbatasan.

“Saya minta dibuat pasar yang besar, lokasinya sudah ditentukan, agar masyarakat bisa menikmati pergerakan ekonomi yang ada di perbatasan,” ujar Jokowi.

Menurutnya infrastruktur di daerah pinggiran atau perbatasan harus terus dibangun dan diperbaiki karena merupakan wajah yang mewakili Indonesia bagi negara tetangga.

“Saya harapkan juga pelayanan keimigrasian dan bea cukai diperbaiki dengan sistem yang lebih baik lagi. Saya titip jangan ada pungutan liar. Karena ini menunjukkan persepsi negara lain mengenai kita,” tambah Jokowi.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengungkapkan Kementerian PUPR akan melanjutkan pembangunan tahap kedua untuk zona pendukung PLBN Entikong terkait pengembangan pemukiman.

“Zona pendukung itu diantaranya untuk pembangunan pasar, pemenuhan kebutuhan air bersih dan sanitasi, kita akan mulai di 2017, anggarannya sekitar Rp. 420 miliar untuk pembangunan kawasan pendukungnya,” ungkap Basuki.

Ditemui terpisah, salah satu petugas imigrasi di PLBN Entikong bernama Agus mengaku bangga dengan perubahan fisik PLBN Entikong yang saat ini menjadi lebih megah.

“Dulu sebelumnya semua pemeriksaan dan kegiatan masih dilakukan manual sekarang sudah disediakan alat yang canggih sehingga lebih menjamin keamanan perbatasan,” ujarnya.

Menurut Agus dalam satu hari PLBN Entikong rata-rata melayani sekitar 900 orang yang keluar masuk Kalimantan Barat – Malaysia.

“Menurut saya gedung yang sekarang sudah memadai untuk pelayanan keimigrasian dibanding sebelumnya,” tutur Agus.

Sementara penduduk setempat, Atoy yang turut hadir menyaksikan peresmian menyampaikan harapannya bahwa fasilitas lainnya seperti tempat belanja, tempat hiburan dan penginapan juga berkembang di kawasan Entikong.

“Untuk saat ini hotel yang ada baru satu disini, sisanya kos-kosan penginapan warga,” katanya.

Penggunaan Ornamen Lokal

Konsep pembangunan PLBN terpadu Entikong dengan luas zona inti 19.493 m2 ini mengambil desain arsitektur dan lokalitas. Hal ini tercermin dalam konsep atap bangunan PLBN ditransformasi dari bentuk rumah panjang dan perisai suku dayak. Perisai melambangkan pertahanan NKRI yang bersifat melindungi, sedangkan corak dan warna diterapkan pada bagian elemen dinding dan relief pada bagian pintu gerbang.

Penggunaan ornamen lokal juga digunakan sebagai pola bukaan dan fasade. Pencahayaan menggunakan cahaya alami dengan banyak bukaan dengan material transparan.

Pembangunan PLBN Entikong dilakukan sejak Agustus 2015 terdiri dari bangunan utama, pos lintas kendaraan pemeriksaan, bangunan pemeriksaan kargo, bangunan utilitas (rumah pompa & Power house), monumen, gerbang kedatangan dan keberangkatan, jalan, lansekap dan jalur pedestrian.

Pembangunan kawasan perbatasan oleh Kementerian PUPR tidak hanya pos lintas batas saja, namun juga jalan paralel perbatasan, jalan akses menuju pos lintas batas dan pengembangan infrastruktur permukiman di kawasan perbatasan seperti pembangunan jalan lingkungan, drainase, pengelolaan sampah, air minum dan lainnya.(PU)

Share Button

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *