Kadin: Ekonomi Kalbar Masih Bergantung Pada Komoditas

santyoso-fixed

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kalbar, Santyoso Tio.(Ist)

PONTIANAK – Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kalbar Santyoso Tio mengatakan pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat yang baru mencapai angka 4,21 persen merupakan gambaran lesunya sektor komoditas di provinsi dan menunjukkan ekonomi Kalbar masih sebagai pengekspor komoditas.

“Kalbar daerah yang orientasinya ekspor. Produk kita adalah komoditas yang sebagian besar dikirim ke luar, seperti karet, CPO dan kayu. Beda dengan Jawa yang `bikin` makanan, otomotif, pakaian dan lain-lain. Kalau konsumsi masyarakat meningkat maka produksi mereka pasti otomatis tinggi juga,” ujarnya di Pontianak, kemarin.

Santyoso menjelaskan di pasaran internasional harga komoditas masih belum senormal beberapa tahun lalu.

“Nilai karet di pasar global belum juga membaik sejak tahun 2013. Sementara bauksit sudah dilarang ekspor semenjak awal tahun 2014 lalu,” tuturnya.

Dengan demikian ia meminta pemerintah bertindak cepat untuk mendorong percepatan industri hilir, terutama untuk CPO.

“Industri pengolahan adalah solusi agar nilai komoditas Kalbar menjadi lebih tinggi. Selain itu, pabrik-pabrik manufaktur tersebut juga dapat menyerap tenaga kerja yang lebih banyak,” kata dia.

Ia mengakui Kalbar belum terlalu menarik buat para investor karena masalah ketersediaan listrik.

Menurutnya, cadangan listrik Kalbar bisa dibilang pas-pasan untuk konsumsi masyarakat.

“Adapun untuk membangun pabrik-pabrik raksasa, pembangkit di provinsi ini belum memadai,” terangnya.

Share Button

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *