Kalau Bukan Kita yang Membeli Hasil Usaha Rakyat…Siapa Lagi ?

image

Gubernur Cornelis tengah membeli kacang tanah hasil kebun masyarakat setempat, Senin (13/9) di Darit, Landak.(Ist)

LANDAK – Gubernur Cornelis memang jago dalam menghargai dan menilai apapun hasil ekonomi rakyat, apalagi membaca dampak ekonomi terhadap suatu nilai usaha.

Seperti peristiwa dimana Cornelis membeli sekarung kacang tanah yang tengah dipajang pemilik toko Tika di simpang Gang Benteng pasar Darit, Kabupaten Landak.

Bersama rombongan, mantan Camat Menyuke itu usai acara penyerahan hewan qurban di Mesjid Al Iklash Pasar Darit, Cornelis kemudian berjalan kaki meninjau pasar dan singgah di salah satu rumah warga, Pak Iyak, Senin (12/9). Kesempatan itu Cornelis meninjau aktivitas pasar Darit bersama Kepala Desa Sumadi Madot, Camat Manyuke dan Pj. Bupati Landak Jakius Sinyor.

Sepulang dari rumah Pak Iyak, Mantan Camat Menyuke itu sempat berhenti bersama rombongan karena ada Kacang Tanah dengan kualitas bagus dan besar-besar. Cornelis pun tertarik menanyakan harga kacang tanah tersebut,” berapa harga 1 kg kacang tanah ini Bu?”, tanya Cornelis.

Ibu Pemilik toko memang lagi asik mengobrol dengan temannya dekat meja toko, ibu pemilik toko Tika itu kaget melihat di jendela sebelah kiri tempat duduknya, tak menyangka yang bertanya adalah Gubernur Kalimantan Barat, belum sempat lagi menjawab, pertanyaan lagi oleh Mantan Bupati Landak itu, “Dari mana kacang tanah ini Bu?,” tanya Cornelis lagi. “Dari kampung pak, daerah Kuala Behe,” jawab ibu pemilik tokoh Tika itu. Mengetahui yang singgah adalah orang nomor satu di Kalbar, beberapa karyawan toko ada yang berselfie ria, tak mau ketinggalan momen. Malah staff Gubernur dan Kepala Desa Darit yang mengambil alih untuk menimbang Kacang Tanah tersebut.

Setelah memegang karung yang berisi kacang tanah itu, Cornelis meminta agar kacang sekarung itu ditimbang, karena menurut Cornelis sampai dirumah enak untuk direbus.

Kacang Tanah seberat 42 kilogram itu langsung ditimbang salah satu penjaga toko dan Kepala Desa Darit. Setelah dibayar salah satu staff Gubernur, bahan pangan itu dinaikan ke kendaraan rombongan untuk dibawa ke Pontianak.

Share Button

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *