Kalbar Tantangan Tinggi untuk Rabies

Kementerian Kesehatan RI memberikan bantuan berupa vaksin rabies untuk hewan sebanyak 25000 dosis, kulkas 10 unit, coolbox 10 unit dan Vaksin Anti Rabies 82 vial. Bantuan tersebut diserahkan Menteri Kesehatan RI Nila Djuwita F. Moeloek kepada Gubernur Kalbar Cornelis, pada peringatan Hari Rabies Sedunia di Pontianak, Rabu (28/9).(Ist)

PONTIANAK – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat komitmen mengatasi serangan virus rabies yang sudah melanda delapan Kabupaten, ini ditunjukan dengan datangnya lagi bantuan dari Kementerian Kesehatan berupa vaksin rabies untuk hewan sebanyak 25000 dosis, kulkas 10 unit, coolbox 10 unit dan Vaksin Anti Rabies 82 vial. Bantuan tersebut diserahkan Menteri Kesehatan RI Nila Djuwita F. Moeloek kepada Gubernur Kalbar Cornelis, pada peringatan Hari Rabies Sedunia di Pontianak, Rabu (28/9).

Dalam peringatan hari rabies dunia tersebut Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Nila Djuwita F. Moeluk didampingi Gunernur Kalbar Cornelis dan para pejabat yang ada dilingkungan Pemprov dan Kota Pontianak.

Kegiatan peringatan hari rabies tersebut mengangkat tema edukasi dan vaksinasi menuju Indonesia bebas rabies 2020.

Cornelis mengaku tingginya angka kasus rabies yang menimpa delapan kabupaten membuat dirinya khawatir.

Kasus yang menjadikan Kalbar divonis Kejadian Luas Biasa (KLB) oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia ini dinilai sangat membuat dirinya sempat panik. “Rabies ini bikin lutut begegar, oleh karena itu kita bersatu, termasuk Polri dan TNI untuk mengatasi masalah ini, dan saya sempat panik, karena vaksin tidak ada, delapan kabupaten sudah ada, dan jika udah kena ini, ukurannya mati,” ujarnya.

Untuk menekan kasus rabies tersebut, Cornelis meminta kepada semua stakeholder untuk bersatu padu memberikan penyuluhan, dan panganan terhadap penyakit yang diturunkan oleh hewan itu. Pada tahun 2006 sampai tahun 2014 kasus rabies tidak ada di Kalbar, namun pada tahun 2015 sampai 2016 ini kasusnya malah luar biasa.

Persoalan rabies, kata Cornelis, bahayanya bukan hanya untuk hari ini, tetapi juga masa depan generasi muda akan terancam jika kasus rabies tidak bisa diatasi. Menurut orang nomor satu di Kalbar itu, saat ini Indonesia sendiri masih mengimpor vaksin rabies, sementara perusahaan yang memproduksi vaksin itu hanya ada dua di seluruh dunia. Maka dari itu oleh dirinya menyarankan kementerian kesehatan untuk memperhatikan hal tersebut.

Menteri Kesehatan Nila F Moeloek mencanangkan Kalimantan Barat bebas rabies pada 2020 menilik propinsi tersebut ditetapkan sebagai daerah dengan kejadian luar biasa (KLB) rabies.

“Provinsi Kalbar perlu perhatian serius dengan banyaknya orang terjangkiti rabies akibat digigit hewan yang terinfeksi,” kata Nila.

Menurut Menkes, Kalbar merupakan daerah yang memiliki tantangan tinggi terkait penularan rabies karena wilayahnya sangat luas dan merupakan daerah perbatasan dengan Malaysia dan Singapura, rentan mendapatkan bibit penyakit lain, seperti virus Zika. Dengan begitu, tantangan ancaman kesehatan terbilang tinggi di Kalbar.

Dia mengatakan pemerintah pusat bekerjasama dengan pemerintah daerah di Kalbar untuk memerangi penularan rabies. Kalbar, kata dia, sempat mendapatkan predikat kawasan bebas rabies pada rentang 2006-2014. Tetapi pada 2015 ditemukan kasus rabies dan mengkhawatirkan masyarakat.

Saat ini, rabies sudah menyebar ke delapan kabupaten di Kalbar seperti di Melawi, Ketapang, Kapuas Hulu, Sintang, Landak, Bengkayang, Sekadau dan Kabupaten Sanggau. Kasus gigitan anjing rabies di Kalbar saat ini sebanyak 877 orang di tahun 2016 dan tahun 2015 kasus gigitan anjing rabies 763 orang.

Share Button

Ekonomi[ View All ]

Harga Ikan dan Ayam di Pontianak Naik

Harga Ikan dan Ayam di Pontianak Naik

PONTIANAK – Harga ikan dan ayam di sejumlah pasar yang ada di Pontianak dalam beberapa minggu terakhir mengalami kenaikan cukup signifikan bahkan mencapai di...
Presiden Ingin Warga Perbatasan Menikmati “Satu Harga BBM”

Presiden Ingin Warga Perbatasan Menikmati “Satu Harga BBM”

JAKARTA – Presiden RI Joko Widodo menginginkan masyarakat Papua di pegunungan dan perbatasan bisa menikmati harga BBM dan harga bahan pokok sama dengan wilayah...
Realisasi Investasi Kalbar Semester I Rp8,33 Triliun

Realisasi Investasi Kalbar Semester I Rp8,33 Triliun

PONTIANAK – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kalbar mencatat realisasi investasi Semester I 2017 (Januari -Juni) di Kalbar mencapai Rp8,33...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *