Kaltim Berzakat Gubernur Berhasil Kumpulkan Rp2,7 Miliar

Kaltim Berzakat yang diinisiasi Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak pada Rabu, berhasil mengumpulkan zakat harta senilai Rp2,7 miliar baik yang dikeluarkan oleh gubernur, sekretaris provinsi, asisten, maupun pada kepala dinas.(Ant)

SAMARINDA – Kegiatan Kaltim Berzakat yang diinisiasi Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak pada Rabu, berhasil mengumpulkan zakat harta senilai Rp2,7 miliar baik yang dikeluarkan oleh gubernur, sekretaris provinsi, asisten, maupun pada kepala dinas.

“Saya berharap momentum ini dapat memberikan dampak positif dan secara luas bagi upaya meningkatkan kesadaran umat Islam dalam melaksanakan kewajiban pembayaran zakat, baik zakat fitrah maupun zakat harta,” ujar Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak setelah menyerahkan zakat.

Dalam Kaltim Berzakat yang digelarkan di Ruang Ruhui Rahayu, Kantor Gubernur Kaltim, itu, Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Kaltim Fachrul Ghazi memimpin tim amil zakat untuk acara penyerahan zakat.

Tampak Gubernur Kaltim bersama Sekretaris Provinsi Rusmadi mengeluarkan zakat harta (zakat mal), diikuti Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kaltim Meiliana, kemudian sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Total zakat harta yang mencapai Rp2,7 miliar itu, antara lain berasal dari zakat yang dikeluarkan Awang Faroek senilai Rp60 juta, kemudian zakat harta yang dikeluarkan oleh Rusmadi senilai Rp20 juta.

Kemudian zakat yang dikeluarkan oleh Dirut Bank Pembangunan Daerah (BPD) Kaltim Zainuddin Fanani sekaligus mewakili penyerahan zakat profesi dari karyawannya dengan nilai Rp1,87 miliar, termasuk zakat yang dikeluarkan oleh Meiliana dan sejumlah kepala OPD Kaltim.

Menurut gubernur, zakat merupakan salah satu ibadah yang dalam ajaran Islam merupakan kewajiban, karena zakat juga berfungsi sebagai salah satu perwujudan solidaritas sosial untuk pengentasan kemiskinan, pembiayaan pendidikan, pertolongan pada orang yang membutuhkan, termasuk bagi kaum duafa.

Ketua Baznas Kaltim Fachrul Ghazi mengatakan potensi zakat di Kaltim sebenarnya sangat besar, karena jumlah penduduk Kaltim mayoritas beragama Islam, namun karena banyak yang tidak menyerahkan ke Baznas, maka pihaknya tidak mengetahui pasti berapa nilai zakat harta yang masuk setiap tahun.

“Kami perkirakan potensi zakat di Kaltim mencapai Rp1,2 triliun per tahun, sementara Baznas Kaltim baru menghimpun zakat rata-rata sekitar Rp100 miliar per tahun,” tuturnya.

Zakat, lanjutnya, bisa dikelola secara maksimal karena potensi yang begitu besar akan menjadi kekuatan dalam upaya meningkatkan berbagai aspek pembangunan seperti kesehatan, pendidikan, ekonomi, bahkan untuk mengentaskan kemiskinan(Ant)

Share Button

Ekonomi[ View All ]

Kebutuhan Gula Di Kalsel Anjlok

Kebutuhan Gula Di Kalsel Anjlok

BANJARMASIN– Ketua Asosiasi Gula Bersatu Kalimantan Selatan Aftahuddin mengatakan Kebutuhan gula di provinsi ini anjlok dari sebelumnya 12 ribu ton per bulan menjadi hanya...
Mentan Buka Hari Pangan Sedunia Di Kalbar

Mentan Buka Hari Pangan Sedunia Di Kalbar

KUBU RAYA – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman membuka peringatan hari pangan sedunia XXXVII yang digelar di Kubu Raya, Kalbar, Kamis. Peringatan hari pangan...
Ibu-ibu di Balikpapan Demo Dukung Transportasi Daring

Ibu-ibu di Balikpapan Demo Dukung Transportasi Daring

BALIKPAPAN – Ratusan ibu-ibu menggunakan kostum serba hijau dan membawa panci mendatangi gedung DPRD Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa, guna menyampaikan sikap menentang penutupan transportasi...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *