Kaltim Terbitkan 10 Proyek PMDN 2017

images(15)

Ilustrasi

SAMARINDA – Sebanyak 10 proyek melalui investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang tersebar di sejumlah kabupaten/kota, diterbitkan oleh Pemprov Kalimantan Timur selama triwulan I tahun 2017 baik berupa proyek pertanian, industri, dan lainnya.

“Ke-10 proyek perizinan penanaman modal yang diterbitkan itu mampu merealisasikan investasi senilai Rp4,89 triliun dan menyerap 1.010 tenaga kerja,” ujar Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Diddy Rusdiansyah di Samarinda, Minggu.

Rincian perizinan yang telah diterbitkan di triwulan I 2017 itu adalah satu proyek senilai Rp720 miliar yang dikerjakan di Kelurahan Karya Merdeka, Kecamatan Sungai Merdeka, Kabupaten Kutai Kartanegara. Proyek ini menyerap 75 tenaga kerja.

Kemudian satu proyek di Kelurahan Guntung, Kecamatan Bontang Utara, Kota Bontang. Proyek yang dikerjakan dengan nilai Rp3,39 triliun ini mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 97 orang.

Selanjutnya satu proyek yang dikerjakan di Jalan Senduru, Kecamatan Tering, Kabupaten Barat, dengan nilai Rp32,13 miliar dan berhasil merekrut 124 tenaga kerja.

Ada pula satu proyek yang dikerjakan di Desa Kutai Lama, Kabupaten Kutai Kartanegara dengan nilai Rp2,41 miliar dan berhasil menyerap tenaga kerja sebanyak 31 orang.

Berikutnya satu izin proyek yang dikerjakan pada tiga kecamatan di Kabupaten Berau, yakni Kecamatan Segah, Kelay, dan Kecamatan Sambaliung dengan nilai Rp250 miliar dan berhasil menyerap 145 tenaga kerja.

Kemudian satu perizinan yang lokasi proyeknya tersebar di beberapa desa di Kabupaten Paser, yakni Desa Pinang Jatus, Perkuwen, Muara Lambakan, dan Desa Kepala Telake di Kecamatan Long Kali, dengan nilai Rp206,72 miliar dan mampu merekrut 64 tenaga kerja.

Selanjutnya satu izin proyek yang dikerjakan di Desa Segihan, Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara. Nilai proyek yang dikerjakan di lokasi ini Rp12 miliar dan mampu memberdayakan 150 warga sebagai tenaga kerja.

Berikutnya satu perizinan investasi yang dikerjakan di dua lokasi pada Kabupaten Kutai Timur, yakni di Kecamatan Karangan dan Kecamatan Kaubun, dengan nilai Rp280 miliar dan berhasil menyerap tenaga kerja sebanyak 324 orang.

“Ada lagi dua perizinan yang sudah direalisasikan, namun belum ada laporan serapan karena masih proses, yakni satu proyek di Kota Samarinda dan satu proyek lagi di Kabupaten Berau. Setiap izin yang diproses relatif cepat, karena penyelesaiannya hanya dua hari,” ucap Diddy.(Ant)

Share Button

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *