Karolin Menangis di Rumah Korban Rabies

karolin

Karolin meneteskan air mata saat melihat keadaan korban yang meninggal dunia akibat terkena virus rabies, di Desa Balai Sebut, Kecamatan Jangkang, Kabupaten Sanggau (26/08).(Ist)

SANGGAU – Anggota Komisi IX DPR RI, dr. Karolin Margret Natasa menegaskan bahwa korban yang meninggal akibat gigitan anjing rabies terus bertambah. Pemerintah melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan bekerjasama dengan Dinas Kesehatan telah berupaya untuk menanggulani keadaan tersebut.

Hal ini disampaikan Karolin saat melayat korban meninggal akibat gigitan anjing rabies di Desa Balai Sebut Kecamatan Jangkang Kabupaten Sanggau (26/08). Dengan didampingi oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sanggau, Ny. Arita Apolina Hadi, S.Pd, M.Si beserta Ibu-Ibu PKK Kabupaten Sanggau, Karolin yang saat itu berkunjung ke Kecamatan Jangkang dalam rangka Sosialisasi dan Peninjauan Kampung KB Program Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Provinsi Kalimantan Barat datang melayat korban meninggal yang masih berusia 8 tahun tersebut.

Larut dalam duka keluarga, Karolin meneteskan air mata saat melihat keadaan korban yang meninggal dunia. Dihadapan kedua orang tua Korban dan masyarakat yang datang melayat, Karolin mengingatkan agar jangan menganggap enteng permasalahan rabies yang sedang dihapai saat ini.

“Saya meminta, sekali lagi saya memohon kepada kita semua yang hadir disini untuk benar-benar sadar dan mengerti akan dampak yang disebabkan oleh penyakit rabies ini. Kita tidak ingin kehilangan anggota keluarga kita apalagi anak-anak kita akibat terkena gigitan anjing yang terkena virus rabies tersebut. Apa kita lebih menyayangi anjing yang kita pelihara atau anak-anak kita? Sudahlah, anjing-anjing yang tidak ada pemiliknya itu yang berkeliaran diluar, tembak saja, bunuh, sedangkan anjing-anjing yang kita pelihara sebaiknya segera divaksin dan apabila kita melihat ciri-ciri yang aneh terjadi pada anjing peliharaan kita segera bunuh, kepalanya dipotong dan kirim ke Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan untuk diteliti lebih lanjut di Banjar Baru Kalimantan Selatan sedangkan bagian lain dikubur, jangan dimakan” ujar Dokter lulusan UniKA Atma Jaya Jakarta ini sembari menghapus air matanya.

Menurut Dokter yang pernah bertugas di Kecamatan Menjalin ini, korban yang terkena gigitan anjing di Provinsi Kalimantan Barat berjumlah sekitar 2.000 orang, sedangkan korban yang telah meninggal dunia akibat rabies sampai saat ini berjumlah 25 orang.

Pemerintah telah menyiapkan 18.000 vaksin anjing tetapi masyarakat dinilai belum sepenuhnya menyadari pentingnya memberikan vaksin kepada anjing yang dipelihara. “Jumlah korban gigitan anjing menurut data saat ini berkisar 2.000 orang, sedangkan yang sudah meninggal  sudah 25 orang, kemarin saya baru mengunjungi Kecamatan Mukok, disana ada 2 orang yang telah meninggal, hari ini terjadi di sini. Apa kita masih anggap remeh kejadian ini ?”

“Pemerintah melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan telah menyiapkan vaksin anjing jumlahnya 18.000 dan sekarang ada di Provinsi tetapi belum ada yang datang melapor dan minta anjingnya di vaksin kalau sudah terjadi seperti ini baru ribut minta divaksin sedangkan vaksin bagi manusia itu terbatas, harganya mahal dan harus diimpor. Jadi jangan anggap enteng hal ini” tegas Putri Sulung Gubernur Kalimantan Barat ini.

Dalam kesempatan yang sama, Karolin juga menjelaskan bagaimana penanganan pertama yang dapat dilakukan ketika terkena gigitan anjing. “Bapak/Ibu, jika ada diantara kita yang terkena gigitan anjing, segera cuci dengan air yang mengalir, atau ketika sedang berada di kebun atau ladang yang jauh dari sumber air, cuci atau gosok menggunakan tanah, setelah sampai dirumah segera berikan obat merah atau betadine dan lukanya jangan diperban atau ditutup, setelah itu segera bawa ke puskesmas untuk mendapat suntikan vaksin. Jangan dibawa ke Dukun, menggunakan metode-metode non medis sebagai contoh menggunakan batu yang dipercaya dapat menghisap racun, Itu tidak dibenarkan, satu-satunya cara adalah bawa ke Puskesmas atau Fasilitas Kesehatan terdekat. “ Pungkas Karolin.

Penyakit Rabies secara umum dikenal dengan penyakit anjing gila yang menyerang otak dan sistem saraf. Penyakit yang disebabkan oleh virus Iyssaviruses yang ditularkan oleh hewan yang terjangkit virus ini. Virus rabies menyerang hewan berdarah panas seperti anjing, kucing, sapi, babi, dan kelelawar penghisap darah. Virus rabies menular melalui air liur hewan yang terjangkit. Umumnya penyakit ini banyak ditemukan pada anjing dan menular kepada manusia melalui gigitan dan jilatan terhadap luka yang terbuka. Penyakit ini tergolong penyakit yang mematikan dan harus ditangani dengan cepat.

Share Button

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *