Kementerian Pertanian Malaysia Kunjungi Sambas

Kementrian Pertanian Malaysia mengunjungi Sambas.(Ant)

SAMBAS – Pihak Kementerian Pertanian Malaysia melakukan kunjungan ke sejumlah lokasi pertanian di Kabupaten Sambas guna meningkatkan hubungan kerja sama, terutama di bidang ekonomi dengan Indonesia.

“Kunjungan rombongan dari Malaysia Kementerian Malaysia dalam rangka meningkatkan hubungan persahabatan dengan negara tetangga. Salah satunya dengan meningkatkan hubungan di bidang ekonomi,” ujar Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian Kementerian Pertanian RI Fathan A Rasyid saat dihubungi di Sambas, belum lama ini.

Ia menyebutkan peningkatan kerja sama bidang ekonomi tersebut, di antaranya pertanian. Sambas satu di antara lumbung padi yang akan ekspor beras ke Malaysia.

“Apa yang bisa lakukan di sini dan diperlukan oleh Malaysia yang bisa kita kerjasamakan seperti satu di antaranya soal beras. Beras ini kita sudah siap kita ekspor ke negara tetangga,” kata dia.

Fathan menjelaskan dengan kunjungan itu dapat melihat fakta secara langsung di pusat pertanian Sambas, khususnya di Desa Tebas Sungai, Kecamatan Tebas.

“Silakan mereka memutuskan dari apa yang telah kita produksi. Untuk membelinya tentunya pelaku bisnis nantinya yang membelinya. Dari kita siap, tanaman, produksinya ada tinggal mereka saja. Kita penjual siap saja,” kata dia.

Ketua Penolong Pengarah Jabatan Pertanian Malaysia, Cristopher John Piai, mengatakan terkait dengan impor beras dari Indonesia pihaknya akan melaporkan terlebih dahulu kepada pemerintah Malaysia.

“Kita belum ada kata putus, untuk ini dihantar tim yang lima orang ini untuk mendapatkan fakta yang kita lihat untuk kita laporkan. Temuan yang kita dapat kita sampaikan baru di sana akan membicarakan,” kata dia.

Camat Tebas Marianis Majri menjelaskan Kecamatan Tebas yang terdiri atas 23 desa berpotensi sebagai sentra beras ekspor.

“Di Tebas terdapat 6.750 hektare lahan pertanian dengan desa yang berpotensi sebagai penghasil pertanian sebanyak 21 desa. Dengan jumlah tersebut sangat mendukung untuk dijadikan sentra tanaman padi untuk ekspor beras ke Malaysia,” katanya.(Ant)

Share Button

Ekonomi[ View All ]

Harga Ikan dan Ayam di Pontianak Naik

Harga Ikan dan Ayam di Pontianak Naik

PONTIANAK – Harga ikan dan ayam di sejumlah pasar yang ada di Pontianak dalam beberapa minggu terakhir mengalami kenaikan cukup signifikan bahkan mencapai di...
Presiden Ingin Warga Perbatasan Menikmati “Satu Harga BBM”

Presiden Ingin Warga Perbatasan Menikmati “Satu Harga BBM”

JAKARTA – Presiden RI Joko Widodo menginginkan masyarakat Papua di pegunungan dan perbatasan bisa menikmati harga BBM dan harga bahan pokok sama dengan wilayah...
Realisasi Investasi Kalbar Semester I Rp8,33 Triliun

Realisasi Investasi Kalbar Semester I Rp8,33 Triliun

PONTIANAK – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kalbar mencatat realisasi investasi Semester I 2017 (Januari -Juni) di Kalbar mencapai Rp8,33...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *