Klab Literasi, Ruang Baca Perpustakaan LamPoh

00-2

BALIKPAPAN – Mendukung pergerakan literasi di Balikpapan, Ruang Baca Perpustakaan Lamin Pohon (LamPoh) warung sekaligus perpustakaan yang berada di komplek perumahan V&W, Balikpapan Kota ini memiliki agenda reguler setiap bulan, yakni Klab Literasi.

“Klab Literasi kami sebut seperti itu, karena sejumlah kegiatan tertampung didalamnya,” ungkap Oki Setyorini, selaku Pustakawati Ruang Baca Perpustakaan (RBP), LamPoh, Jum’at (12/9).

Oki menjelaskan , klab literasi yang berwujud kelas bebas dan gratis tersebut boleh diakses oleh siapapun, baik pengunjung maupun pelajar dan mahasiswa di Balikpapan.

“Tiap bulan kami pasang agenda kegiatan di poster untuk mengetahui jadwal dari minggu ke minggu, saat ini sekitar enam kegiatan reguler yang kami gelar diantaranya adalah klab menulis, klab gambar, klab gizi, klab psikologi, klab lingkungan dan klab merangkai bunga. Spesial dibulan September ada klab bahasa Spanyol yang kami buka secara gratis disini,” terang Oki, ketika ditemui BK.co di LamPoh.

IMG_20140912_210121

Metode berbagi pengetahuan yang sederhana ini, lanjut Oki, terinspirasi dari kegiatan berbagi yang dilakukan oleh Toko Buku Kecil (Tobucil) Bandung dan sejumlah cafe perpustakaan yang ada di Jawa dan Sulawesi.

Merunut sejarah Klab Literasi yang menjadi ciri khas dari RBP LamPoh, sejak tahun 2005 kegiatan tersebut digelar oleh manajemen LamPoh namun mengalami pasang surut dalam mengolah kegiatan yang bersifat nirlaba ini. Namun, seriing dengan kesiapan dan meningkatnya peran serta para volenteer atau sukarelawan yang berkeinginan untuk menggalakkan kegiatan melek budaya ini, akhirnya agenda kegiatan reguler dapat berjalan secara berkelanjutan dalam dua tahun terakhir ini.

Dalam kesempatan yang sama, pemiliki warung dan perpustakaan LamPoh, Listy Budinegraheni menambahkan Klab Literasi menjadi ajang bagi siapa saja yang memiliki hobi berbagi. “Tanpa terkecuali, semua bisa menjadi sukarelawan disini. Untuk menuangkan ide dan berbagi dalam forum kecil yang kita beri nama Klab. Saat ini kami memiliki puluhan volenteer yang sudah mengajar di Klab Literasi,” jelas Heni sapaan akrabnya.

Demi mengusung misi sosial tersebut, pihaknya juga menggandeng beberapa komunitas seni dan budaya untuk bekerjasama, diantaranya adalah Balikpapan Art Foundation (BAF) dan Komunitas Malam Puisi Balikpapan.

“Minat baca di kota ini masih relatif rendah, jika dibandingkan dengan kota besar lainnya. Klab Literasi diharapkan mampu menjadi jembatan, khususnya generasi muda untuk menggali minat dengan menyalurkan hobi dan kegemaran mereka,” sahut Heni.(Foto- foto: SR)

 

 

Share Button

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *