Kosmetik dan Ratusan Produk Tanpa Ijin Dimusnahkan Dibakar

Baru-baru ini Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Kalimantan Barat memusnahkan puluhan ribu produk ilegal.(Ist)

PONTIANAK-Berhati-hatilah saat membeli sejumlah produk. Baik itu kosmetik, makanan dan obat-obatan. Jika tidak, maka penyakitlah menanti.

Baru-baru ini Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Kalimantan Barat memusnahkan puluhan ribu produk ilegal. Lalu kemudian, produk tanpa izin edar di negeri ini dimusnahkan dengan cara dibakar dan dibuang ke tempat pembuangan sampah.

Pemusnahan ini adalah hasil barang bukti berdasarkan pengawasan petugas BBPOM di Pontianak sepanjang tahun 2016 hingga 2017. Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Kalimantan Barat, Corry Panjaitan, menjelaskan, keselurhan barang bukti yang dimusnahkan.

“Dari pangan total 2358 kemasan. Kosmetik 70.220 kemasan, obat tradisional 17.209 kemasan, dan obat 2.538 kemasan dengan total nilai ekonomi sebesar Rp 48.728. 121,” ujar Corry Panjaitan, Rabu, 4 Oktober 2017 kemarin, di Kota Pontianak.

Pada 9 Agustus 2017 lalu BBPOM di Pontianak juga telah melaksanakan pemusnahan obat tradisional tanpa lin edar sebaryak 1645 doz terdiri dari 39.480 botol. Dengan nilai keekonomian Rp 538.000.000.

“Hal ini dilakukia lebih dulu karena keterbatan tempat penyimpan,” ujar Corry Panjaitan.

Berdasarkan Perpres No. 80 Tabun 2017 tentang Badan Pengawas Obat Dan Makanan, – Badan POM adalah lembaga pemerintah non kementerian yang menyelengarakan urusan pemerintañian di bidang pengawasan obat dan makanan.

Maka dari itu, dalam melaksanakan amanah tersebut, Badan POM melalui BBPOM di seluruh Indonesia melaksanakan pengawasan secara rutin dan berkesinambungan terhadap sarana produlesi dan distribusi obat dan makanan. Selain itu juga sarana pelayanan kefarmasian, serta pembelian sampel yang beredar di masyaraka untuk diuji di laboratorium.

Pengawasan peredaran obat ilegal dan penyalahgunaan obat yang marak akhir-akhir ini, BBPOM di Pontianak melalukan pengawasan intensif. Caranya adalah, ke sarana pelayanan kefarmasian, yakni apotek, toko obat, rumah sakit, dan sarana distribusi obat (PBF).

Sampai pada hari ini ada dilakukan pengawasan yang terpadu oleh BBPOM di Pontianak bekerja sama dengan semua pihak. Pihak-pihak tersebut adalah Dir Narkoba Polda Kalbar, Dirkrimsus Polda Kalbar, Polresta Pontianak, Dinas Kesehatan Kota.

“Terhadap sarana distribusi obat (PBF), Apotek dan Toko obat, serta koordinasi dengan rumah sakit, Dinas Kesehatan Kab/Kota, belum ditemukan peredaran PCC di Kalimantan Barat,” ucap Corry Panjaitan.

Corry Panjaitan mengklaim, BBPOM di Pontianak secara konsisten dan terus melakukan pengawasan terhadap obat dan makanan yang berisiko terhadap menerus akan kesehatan di wilayah propinsi Kalimantan Barat.

“Menyikapi isu peredaran obat ilegal dan penyalahgunaan obat yang sangat meresahkan masyarakat dan pemerintah tentunya, dalam rangka perkuatan pengawasan obat di Provinsi Kalimantan Barat. Perketat pengawasan peredaran obat ilegal dan penyalahgunaan obat,” ujar Corry Panjaitan.

Hari ini, Rabu, 4 Oktober 2017 BBPOM di Pontianak mengadakan kegiatan Aksi Nasional Pemberantasan legal dan Penyalahgunaan obat dengan Pemerintah Provinsi Kalbar, Polda Kalbar BNN Provinsi Kalbar, Dinas Kesehatan Prov, Kalbar, Kejaksaan Tinggi Kalbar, PD IAI Kalbar.

“Itu sebagai wujud komitmen bersama -sama memberantas peredaran obat illegal dan penyalahguna obat di Kalbar,” ujar Corry Panjaitan.

Corry Panjaitan menghimbau, kepada masyarakat untuk berperan aktif melaporkan adanya produk tidak layak edar. Caranya adalah menjadi konsumen yang cerdas, teliti sebelum membeli dengan memperhatikan atau melakukan
cek klik, cek kemasan dalam kondisi baik, cek label atau baca informasi produk pada label. “Pastikan memiliki izin edar dari Badan POM dan cek masa kedaluarsanya,” ujar Corry Panjaitan.

Share Button

Ekonomi[ View All ]

Kebutuhan Gula Di Kalsel Anjlok

Kebutuhan Gula Di Kalsel Anjlok

BANJARMASIN– Ketua Asosiasi Gula Bersatu Kalimantan Selatan Aftahuddin mengatakan Kebutuhan gula di provinsi ini anjlok dari sebelumnya 12 ribu ton per bulan menjadi hanya...
Mentan Buka Hari Pangan Sedunia Di Kalbar

Mentan Buka Hari Pangan Sedunia Di Kalbar

KUBU RAYA – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman membuka peringatan hari pangan sedunia XXXVII yang digelar di Kubu Raya, Kalbar, Kamis. Peringatan hari pangan...
Ibu-ibu di Balikpapan Demo Dukung Transportasi Daring

Ibu-ibu di Balikpapan Demo Dukung Transportasi Daring

BALIKPAPAN – Ratusan ibu-ibu menggunakan kostum serba hijau dan membawa panci mendatangi gedung DPRD Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa, guna menyampaikan sikap menentang penutupan transportasi...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *