Krakatau Steel Bantah Lakukan PHK dan Hambat THR

images

Ilustrasi

JAKARTA – Merujuk kepada berita yang berkembang di media sosial maupun media online lainnya, bahwa adanya permasalahan pembayaran THR dan PHK Massal sebanyak 250 orang karyawan PT Krakatau Steel (PTKS), dengan ini diklarifikasi bahwa berita tersebut tidak benar.

Press Release yang beredar dan ditandatangani Corporate Secretary PT Krakatau Steel TBK Arief Budiman, Minggu (18/6) menyebutkan PTKS maupun Anak-anak Perusahaannya tidak melakukan PHK terhadap karyawan. Adapun fakta yang sebenarnya terjadi adalah sebagai berikut:

1. PT Krakatau Engineering (PTKE) adalah Anak Perusahaan PTKS, bergerak di bidang EPC (Engineering Procurement & Construction). Saat ini sedang mengerjakan proyek Blast Furnace/BF milik PTKS.

2.Dalam melaksanakan tugasnya, PTKE menunjuk PT Sentra Karya Mandiri (PTSKM) sebagai salah satu subcontractor.

3. Sdr Arif Setiawan BUKAN karyawan PTKS ataupun PTKE, melainkan salah satu pekerja harian lepas dari PTSKM yang bekerja di area Gas Holder, bagian dari Proyek Blast Furnace. Oleh karena statusnya sebagai pekerja harian lepas, maka upahnya dibayar berdasarkan jumlah hari masuk bekerja.

4. Badge yang beredar dalam photo di media sosial bukan merupakan badge Karyawan melainkan tanda pengenal atau Clearance ID untuk bisa masuk ke lokasi Project.

5. Terkait dengan pengupahan, dalam kontrak antara PTKE dengan PTSKM disebutkan upah pekerja dihitung secara harian sesuai hari masuk mereka. Ketentuan pengupahan seperti ini berdasarkan pada sifat pekerjaan yang tidak kontinyu, tergantung kebutuhan di lapangan.

6. Posisi pekerja tersebut memang saat ini sedang “off”, tidak bekerja, dikarenakan akan libur panjang Lebaran.

7. Adapun mengenai THR, pembayaran THR kepada tenaga kerja yang dipekerjakan oleh PTSKM untuk melaksanakan porsi pekerjaan dalam proyek BF merupakan kewajiban dan tanggung jawab PTSKM yang dihitung dan dibayar sesuai ketentuan dan perundang-undangan tenaga kerja yang berlaku.

8. Direksi PTKE telah meminta kepada pimpinan PTSKM agar memenuhi kewajibannya (membayar THR) sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. PTKE telah berdiskusi dengan Pihak PTSKM dan pihak PTSKM berjanji akan membayarkan THR selambat-lambatnya pada Selasa 20 Juni 2017.

9. PTKS sebagai pemilik Project dan pemberi kerja selalu konsisten melaksanakan kewajiban dan selalu beritikad baik untuk menunaikan kewajibannya kepada siapapun, serta mematuhi peraturan perundangan, khususnya dalam hal ini UU KeTenaga-Kerjaan yang berlaku.(*)

 

Share Button

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *