Kronologi Penangkapan Wali Kota Tegal

Wali Kota Tegal, Jawa Tengah, KMT Siti ‎Masitha Soeparno‎.(Istimewa)

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengintensifkan bidang penindakan lewat operasi tangkap tangan‎ (OTT). Kali ini, KPK melakukan OTT Wali Kota Tegal, Jawa Tengah, KMT Siti ‎Masitha Soeparno‎.

Sementara penangkapan Wali Kota Tegal, Siti Masitha, terjadi sekira pukul 18.00 WIB, diperoleh informasi adanya penangkapan Siti Masitha oleh lima petugas KPK di Rumah Dinas Wali kota, Jalan Ki Gede Sebayu, Tegal Timur, Kota Tegal, Selasa (29/8/2017) malam.

Berikut runtutan kronologi penangkapan Siti Masitha, pada pukul 15.00 WIB setelah menerima massa dari NU yang melakukan aksi unjuk rasa, Siti Masitha mengikuti rapat evaluasi capaian kerja triwulanan dengan sejumlah organisasi Perangkat daerah (OPD) di Adipura.

Pada Pukul 17.45 WIB selesai mengikuti rapat, wali kota menuju Pringgitan untuk kembali ke ruang kerjanya. Pukul 17.50 WIB tiga orang yang diduga merupakan petugas KPK datang dan langsung membawa Wali kota Tegal.

Pukul 18.00 WIB wali kota dibawa dengan menggunakan mobil petugas. Sedangkan sebelum melakukan penangkapan, petugas KPK melakukan penyegelan di Kantor RSUD Kardinah. Dugaan sementara penangkapan terkait kasus pembangunan fisik ruang ICU.(Sindonews)

Share Button

Ekonomi[ View All ]

APBD-P 2017 Kaltim Naik Menjadi Rp8,2 Triliun

APBD-P 2017 Kaltim Naik Menjadi Rp8,2 Triliun

SAMARINDA – Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan tahun 2017 Provinsi Kalimantan Timur yang disepakati pemerintah provinsi dan DPRD melalui rapat paripurna di Samarinda,...
APBD 2017 Kabupaten Penajam Defisit Rp200 Miliar

APBD 2017 Kabupaten Penajam Defisit Rp200 Miliar

PENAJAM – Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah tahun 2017 Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, kembali mengalami defisit dengan kekurangannya mencapai sekitar Rp188 miliar...
Keberadaan Perusahaan Karet Perlu Diperbanyak di Kalteng

Keberadaan Perusahaan Karet Perlu Diperbanyak di Kalteng

PALANGKARAYA – Anggota Komisi B DPRD Kalimantan Tengah, Lodewik Christopel Iban menyebut pemerintah provinsi dan pemkab/pemko Kota se-Kalteng perlu mendatangkan dan memperbanyak perusahaan karet...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *