Lewat Darat, Jokowi dan Cornelis Resmikan PLBN Nanga Badau

Presiden RI Joko Widodo bersama Gubernur Kalbar Cornelis, ketika meresmikan PLBN Nanga Badau Kapuas Hulu, Kamis (16/3).(Team BK.com)

KAPUAS HULU – Gubernur Kalimantan Barat Cornelis, mendampingi Presiden RI Joko Widodo mengunakan jalan darat menuju batas Indonesia-Malaysia dari Putussibau untuk meresmikan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Nanga Badau.

Tiga PLBN yakni Aruk, Entikong dan Badau di Kalimantan Barat sudah selesai dibangun dan dua sudah diresmikan Presiden RI Joko Widodo. PLBN Entikong sudah diresmikan Presiden 21 Desember tahun lalu, Nanga Badau hari ini, Kamis (16/3) juga sudah diresmikan Presiden. Sedangkan PLBN Aruk di Kabupaten Sambas, direncanakan hari berikutnya.

Joko Widodo ke Kalbar kali ini menggunakan pesawat RJ 85 langsung mendarat di Bandara Pangsuma Putussibau.

Joko Widodo mengakui sudah tujuh kali menginjakan kakinya di Kalbar “Saya untuk yang ketujuh kalinya datang ke Kalimantan Barat, termasuk untuk meresmikan Pos Lintas Batas Negara,” kata Jokowi saat meresmikan PLBN terpadu Indonesia – Malaysia di Kecamatan Badau, Kapuas Hulu.

“Ada tiga Pos Lintas Batas di Kalimantan Barat yaitu di Entikong, Aruk dan Badau, semuanya sudah dibangun,” kata Jokowi

Presiden mengatakan bangunan Pos Lintas Batas Negara itu merupakan kebanggaan masyarakat Indonesia, sehingga dirinya berpesan agar dibangun pasar modern di perbatasan supaya masyarakat bisa menikmati roda perekonomian.

Selain itu Jokowi juga menegaskan agar pengelolaan perbatasan terintegritas dan stop semua penyelundupan agar jelas pemasukan untuk negara.

“Saya minta tidak hanya pos lintas batas saja tetapi juga dibangun pasar modern agar masyarakat juga menikmati. Tahun ini mulai dibangun dan tahun depan ditargetkan selesai,” terang Jokowi.

Gubernur Kalimantan Barat, Cornelis mengatakan peresmian Pos Lintas Batas Negara di Badau memang sangat lama dinantikan oleh masyarakat, tentu itu menjadi kebanggaan seluruh Bangsa Indonesia.

“Perhatian pembangunan oleh Presiden beserta jajaran kabinet luar biasa. Kami masyarakat Kalbar sangat berterima kasih dan begitu bangga, Hanya Tuhan yang bisa membalasnya,” ujarnya.

Cornelis berharap PLBN Terpadu yang baru saja diresmikan Presiden. Bisa memacu semangat kerja dan diharapkan juga semua komponen harus memberikan pelayanan yang terbaik.

Dikatakannya, dalam kurun waktu yang telah dilalui, wajah kawasan perbatasan negara di Provinsi Kalbar sebagai Beranda depan NKRI mengalami perubahan yang membanggakan.

“Kita yakin, tidak ada lagi kesenjangan dari aspek pembangunan fisik maupun sarana penunjang di kawasan perbatasan Indonesia dengan pembangunan di kawasan perbatasan negara tetangga. Sebagai gerbang utama antara Indonesia semoga PLBN Terpadu bisa memberikan kontribusi yang besar dalam pembangunan di Provinsi Kalbar,” kata Cornelis.

Di samping peresmian 2 (dua) PLBN, dalam rangkaian kunjungan kerjanya ke Kalbar ini, Presiden Jokowi juga diagendakan untuk meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Mobile Power Plant (MPP) Parit Baru di Kabupaten Mempawah.

Groundbreaking MPP berkapasitas 4×25 MW yang merupakan Program 35.000 MW itu dilakukan pada Juni tahun lalu yang juga dihadiri oleh Presiden Jokowi.

Pembangunan PLBN Badau ini menelan biaya Rp153,87 miliar dan selesai pada tahun 2016 lalu. Dalam sambutannya, Presiden Jokowi mengatakan semua PLBN yang telah dibangun membanggakan bangsa Indonesia dan tidak kalah dengan negara tetangga.

PLBN Badau dibangun dengan konsep bangunan khas Kalimantan yaitu rumah panjang, yg merupakan rumah adat suku dayak. Rumah panjang biasa digunakan bersama oleh beberapa keluarga, dan juga sering digunakan untuk musyawarah dan upacara adat. Desain ini dianggap cocok menjadi konsep filosofi arsitektur PLBN Nanga Badau karena akan mewadahi aktivitas PLBN dengan sirkulasi pergerakan orang, barang, dan kendaraan yang cukup tinggi.

Beroperasinya PLBN Badau ini diharapkan akan meningkatkan kualitas pelayanan lintas batas negara, keamanan dan kesejahteraan masyarakat, serta menumbuhkan pusat pertumbuhan wilayah baru sebagai embrio kawasan perbatasan Badau, Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat. Selain itu bertujuan mengubah wajah perbatasan NKRI setara bahkan lebih baik dari negara tetangga sehingga layak disebut sebagai beranda depan Indonesia sebagai negara besar yang berdaulat, berdaya saing, dan aman.

Turut menyertai Presiden dan Ibu Negara Iriana dalam penerbangan menuju Bandara Pangsuma, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani, Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy dan Menteri Kesehatan Nila Moeloek.

Share Button

Ekonomi[ View All ]

Harga Ikan dan Ayam di Pontianak Naik

Harga Ikan dan Ayam di Pontianak Naik

PONTIANAK – Harga ikan dan ayam di sejumlah pasar yang ada di Pontianak dalam beberapa minggu terakhir mengalami kenaikan cukup signifikan bahkan mencapai di...
Presiden Ingin Warga Perbatasan Menikmati “Satu Harga BBM”

Presiden Ingin Warga Perbatasan Menikmati “Satu Harga BBM”

JAKARTA – Presiden RI Joko Widodo menginginkan masyarakat Papua di pegunungan dan perbatasan bisa menikmati harga BBM dan harga bahan pokok sama dengan wilayah...
Realisasi Investasi Kalbar Semester I Rp8,33 Triliun

Realisasi Investasi Kalbar Semester I Rp8,33 Triliun

PONTIANAK – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kalbar mencatat realisasi investasi Semester I 2017 (Januari -Juni) di Kalbar mencapai Rp8,33...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *