Mahakam Ulu Dapat DAK Fisik Rp104,81 Miliar

images(6)

Kabupaten Mahakam Hulu, Kaltim.(Ist)

SAMARINDA – Kabupaten Mahakam Ulu, sebuah daerah di Provinsi Kalimantan Timur yang berbatasan dengan Malaysia, mendapat dana transfer berupa Dana Alokasi Khusus Fisik dari APBN 2017 senilai Rp104,81 miliar untuk berbagai kegiatan bersifat fisik.

“Dari total anggaran tersebut, 30 persen di antaranya telah kami salurkan ke rekening kas umum daerah Mahakam Ulu. Selebihnya akan disalurkan untuk tiga tahap lagi, karena pola penyalurannya memang empat tahap,” ujar Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Samarinda Puji Ardi di Samarinda, Rabu.

Ia menjelaskan pola penyaluran DAK Fisik dilakukan empat tahap atau setiap triwulan agar dalam pelaksanaannya tepat sasaran dan berdasarkan serapan kinerja pelaksanaan, termasuk kinerja capaian hasil yang diperoleh dari masing-masing penyalurannya.

DAK Fisik merupakan dana yang bersumber dari APBN dengan pengalokasian kepada daerah tertentu, untuk membantu membiayai kegiatan khusus yang merupakan urusan daerah dan sesuai dengan prioritas pembangunan nasional.

Tujuan disalurkannya DAK Fisik adalah untuk mendanai penyediaan sarana dan prasarana pelayanan publik, kemudian untuk mendorong percepatan pembangunan daerah, sekaligus untuk mencapai tujuan sasaran prioritas nasional.

Ia menambahkan rincian DAK Fisik untuk Kabupaten Mahakam Ulu, masing-masing DAK Reguler senilai Rp15,51 miliar, DAK Penugasan sebesar Rp68,36 miliar, dan DAK Afirmasi Rp20,93 miliar.

“Bidang pembangunan yang dilakukan dari DAK Reguler adalah pendidikan senilai Rp2,77 miliar, pembangunan bidang kesehatan Rp11,31 miliar, pembangunan bidang pertanian sebesar Rp1,41 miliar,” jelasnya.

Untuk DAK Penugasan, tambah Puji, peruntukannya adalah pembangunan bidang kesehatan pada rumah sakit rujukan dan pratama senilai Rp33,93 miliar, sarana dan prasarana air minum Rp7,14 miliar, sanitasi sebesar Rp3,78 miliar, pembangunan jalan perbatasan Rp22,6 miliar, dan untuk pembangunan pasar Rp897 juta.

“Sedangkan DAK Afirmasi digunakan untuk dua kegiatan, yakni bidang transportasi senilai Rp2,5 miliar dan pembangunan bidang kesehatan senilai Rp18,42 miliar,” kata Puji. (Ant)

Share Button

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *