Menteri Susi Minta Kalbar Jaga Lautnya

Gubernur Kalbar Cornelis tampak akrab dengan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, saat Susi hendak menuju pesawat ke Jakarta, Rabu, (9/8).(Team BK.com)

PONTIANAK – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti berpesan kepada para Pegawai Karantina PSDKP, serta Dinas Kelautan dan Perikanan Kalbar agar benar-benar menjaga laut Indonesia terutama di wilayah Kalimantan Barat, sehingga nelayan asing tidak mudah masuk.

Hal itu disampaikan Menteri Susi dalam penerbangannya dari Natuna kembali ke Jakarta, transit di Bandara Internasional Supadio Pontianak.

Menteri yang nyentrik dan terkenal dengan jargon, ‘Tenggelamkan’, itu disambut Gubernur Kalimantan Barat Cornelis, Bupati Landak dr. Karolin Margret Natasa, Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut XII Laksamana Pertama Endi Supardi, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalbar Gatot Rudiono, di VIP Room Bandara Supadio, Rabu (9/8/2017).

Perbincangan dengan Gubernur Kalbar dan jajarannya pun berlangsung di ruang tunggu VIP Bandara.

Gubernur Cornelis terlihat akrab dengan Menteri Susi, secara khusus Menteri Susi berpesan kepada Gubernur Corelis, agar menjaga kesehatan. Pesan tersebut disampaikannya sesaat sebelum menuju Pesawat yang akan membawa Menteri dan rombongan ke Jakarta, “Hati-hati ya Pak, jaga kesehatan, kasihan ibu sendiri,” ujar Susi kepada Gubernur Kalbar.

Dalam kunjungan kerjanya ke Natuna, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengajak berbagai pihak untuk menggelorakan “laut beranda kita” sebagai upaya pemerintah melestarikan sumber daya laut nasional.

“Kita galakkan semboyan ‘Laut Beranda Kita’,” kata Menteri Susi.

Menteri Susi mengemukakan hal tersebut saat berdialog bersama nelayan dalam rangkaian kunjungan kerjanya ke Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, beberapa waktu lalu.

Dalam kunjungan tersebut, Menteri Susi masih menemukan banyak sampah plastik bertebaran di laut sehingga merusak keindahan dan mengancam kelestarian laut Natuna.

Padahal, lanjutnya, jika laut dijadikan sebagai beranda rumah, maka otomatis masyarakat juga tidak akan membuang sampah sembarangan di laut.

“Saya ingin, mulai hari ini masyarakat Natuna menjadikan laut sebagai beranda rumah. Saya ingin Natuna menjadi pelopor,” papar Susi.

Ia menegaskan sudah selayaknya masyarakat menjaga dan merawat sendiri laut Indonesia.

Sebelumnya, Kementerian Kelautan dan Perikanan mempercepat pencapaian target kawasan konservasi laut seluas 20 juta hektare dari sebelumnya tahun 2020 menjadi lebih cepat dua tahun yaitu pada 2018.

Percepatan tersebut antara lain karena bertepatan dengan penyelenggaraan “World Conference Oceans” atau Konferensi Samudera Dunia yang bakal digelar di Bali, pada tahun 2018.

Share Button

Ekonomi[ View All ]

Pertamina Tambah 500.000 Tabung Elpiji di Kalimantan

Pertamina Tambah 500.000 Tabung Elpiji di Kalimantan

PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region VI menambah pasokan 500.000 tabung elpiji 3 kg bersubsidi untuk lima provinsi di Kalimantan pada awal Desember 2017....
Warga Sanggau Keluhkan Langkanya Gas Tiga Kilogram

Warga Sanggau Keluhkan Langkanya Gas Tiga Kilogram

SANGGAU – Sejak beberapa pekan terakhir, elpiji tiga kilogram di Kabupaten Sanggau warga mengeluh kesulitan mencari sehingga berdampak terhadap naiknya harga elpiji subsidi tersebut....
Warga Singkawang Pertanyakan Alasan APBD Belum Disahkan

Warga Singkawang Pertanyakan Alasan APBD Belum Disahkan

SINGKAWANG – Warga Kota Singkawang mempertanyakan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Singkawang tahun 2018 hingga saat ini...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *