Naik Dango, Perbedaan Keyakinan Bukan Penghalang

Gubernur Kalbar Cornelis didampingi Ibu Frederika Cornelis dan Bupati Landak terpilih, Karolin Margret Natasa menerima kalungan bunga dalam rangka Gawai Naik Dango ke XXXII di Radakng Aya' Ngabang, Kamis (27/4).(Team BK.com)

LANDAK – Perbedaan keyakinan dan suku bukan penghalang persatuan dan kesatuan bangsa. Di Jawa ribuan masyarakat tidak hanya satu agama, demikian juga suku Dayak tidak hanya satu agama, Dayak juga ada yang muslim, Demikian dikatakan Gubernur Kalbar Cornelis pada pembukaan Gawai Naik Dango ke XXXII di Radakng Aya’ Ngabang, Kamis (27/4).

Cornelis menghimbau jangan masyarakat Kalbar ribut hanya karena perbedaan keyakinan dan provokasi orang luar, sementara orang luar yang sudah memprovokasi lari dari Kalimantan Barat, “Nah, sesama orang Kalbar pribumi lalu ribut karena diprovokasi orang luar, makanya masalah agama jangan dipersoalkan, jalani saja masing-masing menurut keyakinannya, jangan mau dipecah belah orang luar, kita juga punya saudara muslim, punya saudara Hindu, Budha,” ujar mantan Bupati Landak itu.

Cornelis juga menegaskan bahwa tidak akan ada aliran radikal di Kalimantan Barat yang memecah belah persatuan dan kesatuan masyarakat Kalimantan Barat yang sudah aman dan damai, jika sampai ada yang masuk harus diusir secara bersama-sama, daripada menganggu keamanan dan kedamaian masyarakat Kalbar yang sudah hidup berdampingan ratusan tahun dalam perbedaan.

Selain itu, pada kesempatan gawai Dayak ini, Cornelis meminta supaya semangat gawai naik dango jangan sampai hilang, karena hakikatnya bagi masyarakat Dayak, Padi penting sebagai sumber makanan, sehingga diperlakukan layaknya roh manusia, ditimang dan disayang dengan iringan nyanyian serta peralatan musik tradisional Khas Dayak Kanayatn. Apalagi pemerintah sudah memberikan bantuan cetak sawah.

Bagi warga Dayak Kanayatn mulai menanam, memanen, hingga menyimpan padi diatur menggunakan ritual adat yang disebut Naik Dango secara berkelanjutan. Padi dipercaya memiliki semangat atau roh. Ritual itu juga sebagai bentuk rasa syukur kepada Jubata (Sang Pencipta) atas hasil panen.(*)

Share Button

Ekonomi[ View All ]

Kebutuhan Gula Di Kalsel Anjlok

Kebutuhan Gula Di Kalsel Anjlok

BANJARMASIN– Ketua Asosiasi Gula Bersatu Kalimantan Selatan Aftahuddin mengatakan Kebutuhan gula di provinsi ini anjlok dari sebelumnya 12 ribu ton per bulan menjadi hanya...
Mentan Buka Hari Pangan Sedunia Di Kalbar

Mentan Buka Hari Pangan Sedunia Di Kalbar

KUBU RAYA – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman membuka peringatan hari pangan sedunia XXXVII yang digelar di Kubu Raya, Kalbar, Kamis. Peringatan hari pangan...
Ibu-ibu di Balikpapan Demo Dukung Transportasi Daring

Ibu-ibu di Balikpapan Demo Dukung Transportasi Daring

BALIKPAPAN – Ratusan ibu-ibu menggunakan kostum serba hijau dan membawa panci mendatangi gedung DPRD Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa, guna menyampaikan sikap menentang penutupan transportasi...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *