Pabrik Alumina Terbesar di Indonesia Resmi Beroperasi

Proses soft opening PT WHW AR dilakukan Gubernur Kalimantan Barat Conelis yang didampingi Bupati Ketapang Martin Rantan, Dirjen Industri, Logam, Kimia dan Aneka Tekstil Bapak I Gusti Putu Suryawirawan; serta para pemegang saham. Sabtu (21/5) di Sungai Tengar Kabupaten Ketapang Kalbar.(HC)

Nilai Investasi Rp12,50 Triliun

KETAPANG – Pabrik alumina pertama dan terbesar di Indonesia mulai beroperasional, setelah diselesaikannya proyek pembangunan tahap pertama pabrik pengolahan dan pemurnian biji bauksit menjadi alumina oleh PT Well Harvest Winning Alumina Refinery (WHW) di Ketapang, Kalimantan Barat.

Gubernur Kalimantan Barat Conelis yang didampingi Bupati Ketapang Martin Rantan; Dirjen Industri, Logam, Kimia dan Aneka Tekstil I Gusti Putu Suryawirawan serta para pemegang saham perusahaan tersebut melakukan proses soft opening, menandakan mulainya beroperasi pabrik yang teletak di Sungai Tengar Kecamatan Kendawangan, Kabupaten Ketapang.

Hadir dalam Soft Opening tersebut, Dirjen Kementerian Perindusterian RI, Gunawan Hariyanto selaku CEO Harita Group, Mr. Sun Xiu Shun  selaku  CEO Winning Group, Mr. Sun Xiu Shun  selaku  CEO Winning Group, Mr.Zhang  Shiping selaku CEO  Weiqio Pioneering Group Chairman China.

PT WHW AR merupakan perusahaan joint venture yang terdiri dari PT Cita Mineral Investindo Tbk (Harita Group) (30%), China Hongqiao Group Ltd. (56%), Winning Investment (HK) Company Ltd. (9%), Shandong Weiqiao Aluminium and Electricity Co. Ltd (5%).

Gubernur Kalimantan Barat Cornelis usai soft Opening, Sabtu (22/50) mengatakan, Apresiasi kepada Perusahaan Pabrik Smelter Grade  Alumina PT Well Harves Winning  Alumina Refinery (WHW) yang telah mengembangkan  potensi  bauksit  di Indonesia,  mengingat  ditengah tengah perkembangan  perekonomian  dunia  yang kurang  mengembirakan 3 (tiga ) tahun  terakhir, tetapi PT WHW berani  mengambil  keputusan membangun pabrik   dengan  nilai  investasi   Rp12,50 triliun, hal menjadikan Pemerintah  Provinsi Kalbar mendorong serta membantu  mewujudkan  terealisasinya proyek pioner dan strategis untuk pemurnian bauksit yang padat modal dan karya ini.

Menurut Cornelis, cadangan bauksit yang melimpah dan diperkirakan  akan mampu mendukung produksi  perusahaan  hingga  lebih dari 100 tahun, untuk itu diharapkan perusahaan ini akan mampu berperan sebagai pengungkit  dan katalisator perkembangan ekonomi  masyarakat sekitar, khususnya masayarakat Kabupaten Ketapang  dan bahkan  pada tataran Provinsi dan Nasional.

Saati ini PT WHW telah memperkerjakan karyawannya sekitar 3500 pekerja, “Ini akan memberikan keuntungan bagi tenaga kerja lokal, sehingga dapat membantu Pemerintah untuk menekan  angka kemiskinan di Kalimantan Barat, “ jelasnya.

Dengan dilakukannya program  perbaikan  infrastruktur  perekonomian  dan sosial  masyarakat, diharapkan investasi dapat bergerak  secara signifikan dan menjadi tulang punggung  pertumbuhan  ekonomian masyarakat, salah satunya  infrastruktur  pendukung perekonomian  dan kehidupan sosial masyarakat adalah pembangunan  Jembatan Pak Kasih Tayan yang menghubungkan Kabupaten Ketapang dengan Kabupaten lainnya, serta menghubungkan  antar  Provinsi lainnya di Indonesia , serta wilayah Kalbar dengan Negara Bagian Sarawak  Malaysia Timur.

Cornelis mengingatkan para investor dapat merespon apa yang diharapkan pemerintah  dan masyarakat terhadap keberadaannya,  baik tenaga ketika  investasi tersebut sedang dalam tahap pembangunan, dengan melakukan perekrutan tenaga lokal serta membangun  ekonomi masyarakat sekitar lokasi.

Cornelis, juga meminta para Direksi dan Komisaris  PT WHW  berkomitmen memberdayakan  masyarakat sekitar pabrik, sehingga terjadi hubungan timbal balik yang saling menguntungkan, sehingga proses produksi  dapat berjalan dengan kondusif.

Gubernur Cornelis, juga berharap agar Bupati Ketapang dapat memberikan keamanan semua investor, “Jaga wilayah agar tetap kondusif, permudah segala urusan perizinan investor, jangan ada segelintir orang membuat terhambatnya kegiatan investasi, perlu mengadakan koordinasi dengan pihak terkait terutama Forkompinda setempat,“ ujarnya.

Iklim Investasi yang Kondusif

Bupati Ketapang Martin Rantan menyambut baik investasi WHW di wilyahnya, karena dapat membantu pemerintah menyerap lapangan pekerjaan, serta menambah pendapatan asli daerah. Martin Rantan meminta kepada perusahaan agar jika ada permasalahan terutama dengan masyarakat Kabupaten Ketapang agar diselesaikan dengan baik sesuai aturan yang berlaku. Namun, Martin berharap, antara pemerintah, masyarakt dan perusahaan tetap menjaga hubungan baik, sehingga tercipta iklim investasi yang kondusif, sehingga investasi bermanfaat untuk menunjang ekonomi masyarakat.

CEO Harita Group Lim Gunawan Haryanto menuturkan, setelah memulai pembangunan konstruksi pada tahun 2013, proyek tahap pertama selesai hari ini (21/5). Lim Gunawan berharap opening ceremony bisa dilakukan Presiden Joko Widodo pada Juni tahun ini.

Dipaparkan Lim Gunawan, dalam proses pengolahan biji bauksit tersebut, teknologi yang digunakan merupakan teknologi bayer yang dimodifikasi sehingga merupakan pionir (pertama kali) di Indonesia, yang dapat mengolah dan memberikan nilai tambah Metalurgical Bauxite (MGB) menjadi Smelter Grade Alumina (SGA).

Seluruh bahan baku yang diperlukan untuk memproduksi Smelter Grade Alumina (SGA) dipenuhi langsung dari cadangan bauksit milik Harita Group dan perusahaan IUP bauksit lainnya. Selain menyelesaikan konstruksi pabrik pengolahan bijih bauksit menjadi alumina dengan kapasitas 1 juta ton, pada tahap pertama ini perseroan juga membangun Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 80 MW untuk memasok kebutuhan listrik secara mandiri berikut fasilitas penunjangnya. Untuk konstruksi tahap kedua nantinya dengan menambah kapasitas 1 juta ton berikutnya serta menambah 80 MW pembangkit listrik lagi.

Ditargetkan Lim, konstruksi tahap kedua bisa diselesaikan pada 2018 sehingga perusahaan patungan  ini dapat memproduksi 2 juta ton alumina dan 160 MW pembangkit listrik.

Total nilai investasi proyek pembangunan pabrik tersebut mencapai US$1,15 miliar. Dimana, produk industri hilirnya untuk memasok kebutuhan di dalam negeri, juga dapat diekspor terutama ke China. Pihaknya berharap pemerintah dapat mendukung proyek tersebut dengan mempermudah berbagai perizinan dari kementerian terkait seperti Izin Usaha Industri, Izin Ekspor dan izin-izin lainnya.

Share Button

Ekonomi[ View All ]

Harga Ikan dan Ayam di Pontianak Naik

Harga Ikan dan Ayam di Pontianak Naik

PONTIANAK – Harga ikan dan ayam di sejumlah pasar yang ada di Pontianak dalam beberapa minggu terakhir mengalami kenaikan cukup signifikan bahkan mencapai di...
Presiden Ingin Warga Perbatasan Menikmati “Satu Harga BBM”

Presiden Ingin Warga Perbatasan Menikmati “Satu Harga BBM”

JAKARTA – Presiden RI Joko Widodo menginginkan masyarakat Papua di pegunungan dan perbatasan bisa menikmati harga BBM dan harga bahan pokok sama dengan wilayah...
Realisasi Investasi Kalbar Semester I Rp8,33 Triliun

Realisasi Investasi Kalbar Semester I Rp8,33 Triliun

PONTIANAK – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kalbar mencatat realisasi investasi Semester I 2017 (Januari -Juni) di Kalbar mencapai Rp8,33...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *