Pemkab Banjar Gelar Kontes Durian

Ilustrasi

BANJAR – Pemerintah Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, menggelar kontes durian untuk mencari bibit unggul dan meningkatkan kualitas sekaligus nilai ekonomis buah beraroma khas tersebut.

“Kami ingin mencari bibit durian lokal tetapi unggul yang bisa dikembangkan sehingga nilai ekonomisnya meningkat,” kata Bupati Banjar Khalilurrahman di sela kontes di Martapura, Selasa.

Kontes durian yang dilaksanakan di halaman pertokoan permata “Cahaya Bumi Selamat” Martapura juga diisi lomba wadai badurian (kue yang sebagian bahannya diolah dari buah durian).

Ia mengatakan, melalui kontes durian diharapkan terpilih buah yang dagingnya tebal, manis dan beraroma khas sehingga bisa dijadikan bibit unggul dan diikutkan kontes tingkat nasional.

Selain mencari bibit durian lokal yang unggul, pemenang kontes juga dipastikan membawa nama desa dan kecamatan menjadi lebih terkenal sehingga diburu saat musim durian tiba.

“Jadi, selain mendapatkan bibit durian lokal yang unggul, pemenang kontes juga mengangkat nama daerah dan duriannya pasti diburu orang saat musim durian tiba,” ungkapnya.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Banjar M Fachri mengatakan, jumlah varietas durian yang mengikuti kontes sebanyak 44 varietas berasal dari desa dan kecamatan sentra durian.

“Ada 44 varietas yang dinilai juri dan penilaian mengacu sejumlah kriteria baik rasa, aroma, tekstur daging buah, serat, dan ketebalan daging buah yang menjadi penilaian utama,” ujarnya.

Dikatakan, pemenang kontes durian akan diikutsertakan pada kontes tingkat nasional bersaing dengan buah durian unggul lainnya dari seluruh Indonesia baik hasil kebun maupun budidaya.

“Kami optimistis durian yang menang kontes ini bisa bersaing dengan durian lain pada kontes nasional. Kami siap membina pemilik pohon agar kualitas duriannya terjaga,” kata dia.

Sementara itu, hasil penilaian tim juri, juara pertama kontes adalah durian yang dinamai pemiliknya durian “pengantin” yang hanya tumbuh satu pohon di Desa Balau Kecamatan Karang Intan.

Juara II adalah durian dengan nama “Nangka Kulanda” dari Kecamatan Sungai Pinang dan durian “sibongkok” dari Kecamatan Sambung Makmur keluar sebagai juara III.

“Kami sangat senang karena durian “pengantin” jadi juara. Rasa duriannya memang enak dan daging buahnya juga tebal di samping aromanya harum,” ujar Darliansyah, pemilik buah.(Ant)

Share Button

Ekonomi[ View All ]

Harga Ikan dan Ayam di Pontianak Naik

Harga Ikan dan Ayam di Pontianak Naik

PONTIANAK – Harga ikan dan ayam di sejumlah pasar yang ada di Pontianak dalam beberapa minggu terakhir mengalami kenaikan cukup signifikan bahkan mencapai di...
Presiden Ingin Warga Perbatasan Menikmati “Satu Harga BBM”

Presiden Ingin Warga Perbatasan Menikmati “Satu Harga BBM”

JAKARTA – Presiden RI Joko Widodo menginginkan masyarakat Papua di pegunungan dan perbatasan bisa menikmati harga BBM dan harga bahan pokok sama dengan wilayah...
Realisasi Investasi Kalbar Semester I Rp8,33 Triliun

Realisasi Investasi Kalbar Semester I Rp8,33 Triliun

PONTIANAK – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kalbar mencatat realisasi investasi Semester I 2017 (Januari -Juni) di Kalbar mencapai Rp8,33...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *